
Di pesantren memang tidak boleh keluar dari lingkungan pesantren selama masih jam pelajaran kecuali untuk keperluan mendesak. Tapi sabtu dan ahad adalah waktu bebas untuk para santri, boleh keluar asal permisi dan jika ijinkan.
“eh gue ada urusan sama Rayyan hari ini”, saut Dita
“cieee.. mau kemana lo Dit?”, timpal gue
“ada deh, kepo banget lo”
“yaudah deh sono pergi. Eh tapi permisi dulu sama umi Henny atau gak sama abah Faiz”
“siap boss”
“Li, si Dita mau kemana sih?”, tanya gue ke Lily
“gak tau Nar. Mau ngedate mungkin hahaha”, jawab Lily dengan diikuti ketawa nya yang khas
“is kelen ini”
Walaupun ini hari ahad atau hari libur, tapi gue tetap terus menghafal. Gue mau meraih impian gue yaitu memakaikan mahkota di kepala kedua orang tua gue saat di syurga nanti.
***
Malam pun tiba, namun Dita belum juga pulang.
“Li, si Dita mana nih, udah jam setengah 8 kok belum pulang juga ya?”, tanya gue ke Lily saat tiba di kamar setelah melaksanakan sholat Isya
“mungkin lagi di jalan Nar”, jawab Lily santai seolah olah Lily sudah tau kemana Dita pergi.
“ih nanti kalau umi tau dia bisa kena marah loh”
“udah kamu tenang aja, dia udah ijin kok sama umi”
“hemm…”
Tak berapa lama suara Dita pun terdengar, “Assalamu’alaikum”.
__ADS_1
“Wa’alaikumsalam. Lo dari mana aja sih Dit”, timpal gue
“ni gue beli makanan untuk kalian. Yuk makan dulu”, jawab Dita sambil memberikan bungkusan plastik berwarna putih.
“ih fried chicken. Aduuh enak banget ni. Yuuk makan, gue udah lapar”, saut gue girang seolah olah lupa dengan pertanyaan gue tadi.
Kami bertiga pun menyantap ayam goreng yang super mantap itu.
“lo dari mana aja sih? Gue khawatir tau. Gue takut lo kenak marah sama umi”, saut gue
“sabar ya gue makan dulu”, jawab Dita yang
keliatannya sangat lapar.
“Alhamdulillah kenyang. Makasih Dita”, saut Lily sehabis makan
“sama-sama sayang”, jawab Dita
“Dit, lo belum jawab pertanyaan gue”, timpal gue
“kenapa harus lo? Terus kok lama banget dari siang perginya sampai malam”, tanya gue yang semakin penasaran
“iya gue gak tau, dia ngajak gue, yaudah gue ikut aja. tadi kami muter muter. Kan gue sama dia gak tau lokasi disini. Jadi ya nyarinya keliling-keliling deh”
“lo beneran?”
“iya Nara ku sayang. Udah deh, lo mau interogasi gue sampai besok pagi? Gue mau sholat isya dulu habis itu gue mau tidur. Gue capek”, timpal Dita
“hemm iya deh iya, yaudah sana sholat”
***
Pagi pun tiba dengan udara yang sejuk, matahari yang bersinar terang, dan suara burung yang berkicauan. “Alhamdulillah, hari ini usia gue didunia sudah berkurang”, saut gue dalam hati.
Tak ada yang berbeda dengan hari ini, masih sama seperti biasanya. Sekolah, mengaji. “mama… Nara kangen”, saut gue dalam hati.
__ADS_1
Hingga sore pun tiba. Gue diajak Lily untuk duduk di taman belakang, katanya sih dia mau curhat.
“mau curhat apa Li?”, tanya gue
“hemm duduk sini dulu yuk Nar”, pinta Lily
“lo kenapa sih?”
“ana gak papa”
“Barrakallahu fii umrik Nara. happy sweet seventeen”, saut Dita yang tiba-tiba datang dengan bungkusan ditangannya
“waaahh kalian kok tau ini hari ultah gue?”
“Dita ni yang tau”, timpal Lily
“ya taulah, lo kira gue lupa? halo Nara, 11 November. Tanggal cantik siapa sih yang gak ingat yuhhuuu”, jawab Dita
“seperti biasa, setiap ada yang ulang tahun tidak ada yang namanya kue bolu dan tiup lilin. Karena itu bukan tradisi dari umat islam. Benar kan Li”
“ni kami beliin loh hadiah aja, tapi juga bukan sebagai hadiah ultah, tapi sebagai ungkapan rasa sayang kami aja ke lo Nar”, sambung Dita
“wahh makasih ya sahabat gue”, saut gue sambil memeluk mereka
“tunggu-tunggu, jangan jangan ini yang elo beli semalam ya Dit?” tanya gue
“hehehe, iya Nar. Jadi semalam kadonya ini gue titip ke Rayyan, biar elo gak curiga”, jawab Dita
“dasar ya kalian. Ok, kalau gitu, nanti malam gue traktir makan bakso, gimana?”
“mau dong. Yeee Nara traktir”, jawab Lily riang
“hari ulang tahun bukanlah hari yang dijadikan untuk bersenang-senang. Tapi jadikan hari lahirmu sebagai hari untuk introspeksi diri, jadikan hari kedepanmu menjadi pribadi yang lebih baik lagi, perbanyak bersyukur. Karena umur kamu telah berkurang sebanyak 1 tahun di dunia. Tanpa kita sadari bahwa sebenarnya kita sedang berjalan menuju ajal”.
*NEXT*
__ADS_1