
di Koridor rumah sakit akhirnya Alex memulai obrolan dengan Lily yang terus dikawal oleh Irfan
"Ly, gue mau ngucapin terimakasih sama lo, kalau bukan karena lo mungkin selamanya gue gak akan punya keberanian buat dekat sama Ica" ujat Alex membuat Irfan yang awalnya hanya fokus memainkan HP nya dibelakang Lily melihat kearah Alex
"gue bakal selamanya jadi pengecut yang takut akan terlibat dalam masalah dulu, semenjak kemarin kita ngobrol dan lo ngeyakinin gue, gue jadi benar-benar berani buat ngelindungin Ica"sambung Alex lagi yang semakin membuat Irfan cemburu karena wanita yang dia sukai pernah ketemu berduaan sama temannya.
"maksud lo, kalian pernah ketemu berduaan gitu?,dimana? kapan? tanya Irfan bertubi-tubi yang sebelumnya dibelakang Lily,sekarang dia berdiri tepat di samping Lily.
"apaan sih lo, gak jelas amat"jawab Lily yang berhasil membuat Irfan kesel dan Alex yang melihat seorang Irfan si cowok dingin tanpa ekspresi menjadi sebucin ini
"iya Lex santai aja, gue harap lo bener-bener perjuangin Ica dan lo harus janji sama gue untuk selalu buat Ica bahagia" sambung Lily dengan tersenyum kearah Alex
melihat hal tersebut sontak membuat Irfan marah, dia seketika melihat kearah Alex dengan dingin
"lo berhutang penjelasan sama gue Lex"ucap Irfan datar
mendengar hal tersebut membuat Alex tertawa.melihat hal tersebut Irfan mau pergi meninggalkan Alex sama Lily, namun dengan cepat Alex menahan Sabahat nya tersebut.
" oke ini urusan lo berdua, gue sekarang balik ke kamar rawat Ica, dan lo berdua selesai masalah lo berdua juga"ujar Alex
"dan gue harap lo mau buka hari lo buat sahabat gue ini, soalnya baru kali ini gue liat dia positif" sambung Alex sambil merangkul Irfan namun langsung mendapatkan tatapan tajam dari Irfan
"gue cabut dulu, selesai baik-baik" ucap Alex pergi dari koridor
di koridor Irfan dan Lily tinggal berdua, Irfan kemudian duduk di kursi dengan perasaan keselnya. Irfan benar-benar gak habis pikir dia yang mati-matian ngejar Lily namun Lily malah dekat dengan Alex. Lily yang melihat Irfan diam pun perasaannya menjadi gak enak, Irfan yang biasanya selalu menganggu nya kini malah mendiamkannya, sampai akhirnya Lily duduk di samping Irfan dan membuka suara
"gue ketemu sama Alex di sekolah saat jam istirahat, gue liat Alex yang selalu merhatiin Ica dan situ gue sadar kalau Alex itu suka sama Ica" ucap Lily, Lily pun menceritakan semuanya ke Irfan
flashback ke pertemuan Alex dan Lily
saat jam istirahat di hari kejadian Lily di panggil ke ruang kepala sekolah, Lily melihat Alex yang memperhatikan Ica dari jauh, Lily yang emang sudah curiga dari beberapa hari kebelakang bahwa Alex memiliki perasaan ke Ica namun dia takut kena masalah, hal ini dilihat oleh Lily karena di saat Ica di bully terlihat ekspresi marah dari raut wajah Alex, kemudian Lily menegur Alex dari dari belakang yang membuat Alex terkejut.
"dikenal sebagai cowok famous di sekolah ini, tapi gak gentle sama sekali" ujar Lily yang membuat Alex terkejut
"apa-apaan sih lo, bikin gue kaget aja" balas Alex yang terkejut melihat Lily dibelakang nya
"sampai kapan lo mau nyembunyiin perasaan lo terus" tanya Lily
"pe..perasaan apa sih, gak jelas lo jadi cewek" gugup Alex
"gue udah tau kok, lo tu suka kan sama Ica, cuma lo takut aja kena masalah jadi coba ngejauhin Ica deh" ejek Lily
__ADS_1
"lo gak.." ucap Irfan dan langsung di potong sama Lily
"lo itu cowok, harusnya lo punya pendirian, lo gak boleh lemah, kalau lo suka harusnya lo perjuangin, gak ada yang perlu lo takutin, dan kalau emang lo suka sama Ica harusnya lo jagain dia dari dekat bukan dari jauh gini"ucap Lily
"lo sendiri gak takut bakal dikeluarin dari sekolah ini?, ini kan hari terakhir lo"ujar Alex tersenyum smirk
"gue gak pernah takut sama sekali, selama gue ngebelain yang bener, gue gak akan pernah takut sama apapun, dan satu hal yang perlu lo tau, gue bukan lo" uca Lily dan beranjak pergi meninggalkan Alex
"gue janji mulai sekarang bakal jagain Ica" ucap Alex sebelum Lily menjauh
Lily yang mendengar itupun hanya tersenyum.
Back ke Lily dan Irfan lagi.
Irfan yang mendengar hal tersebut pun langsung menatap Lily.
"cuma itu?" tanya Irfan datar padahal dalam hatinya sangat senang
"iya Fan, lagian apa masalahnya sih sama lo kalaupun gue dekat sama cow..." ucap Lily namu Irfan langsung menempelkan telunjuknya ke bibir Lily
"bakal masalah besar kalau kamu dekat sama cowok lain,aku gak suka Lily" sahut Irfan yang jari telunjuknya masih dibibir Lily yang hanya terdiam beku.
"kamu bisa meminta Alex untuk memperjuangkan Ica, menjaga Ica, dan sekarang please izinin aku buat masuk ke hati kamu juga" ucap Irfan sungguh.
Lily yang mendengar kesungguhan Irfan pun hanya terdiam beku, dia tak percaya cowok yang dianggap sebagai pengecut oleh nya dulu menyatakan perasaan pada Lily.
disaat Lily mau bicara, ada seseorang yang mengagetkan mereka dan melihat Lily dan Irfan saling tatapan dengan tangan Irfan memegang tangan Lily.
"gue.." ucap Lily terpotong
eheum..heum..deheman seseorang yang membuat mereka kaget
"mama" kaget Irfan
"kalau mau pacaran ketempat lain aja, ini rumah sakit" ucaucap mama Divia sambil tersenyum
Lily yang mendengar hal tersebut malu dan menundukkan kepalanya
"mama ganggu aja sih" ketus Irfan
"teman kalian masih sakit, harusnya kalian jagain bukan kalian yang asik pacar" ejek mama Divia
__ADS_1
"gak gitu kok tan, eh ma maksudnya" jawab Lily dengan kikuk
"udah ayok ikut mama ke ruang Ica sekarang" ajak mama Divia dan di ikutin oleh Irfan yang menarik tangan Lily
klekkk..bunyi pintu terbuka, seisi ruangan melihat kearah pintu yang terbuka.
"eh kalian semua disini?" ucap mama Divia
"biar saya periksa Ica dulu ya, gimana Ica udah mendingan?" sambung mama Divia sambil memeriksa keadaan Ica
"udah dokter, saya sudah mendingan" ucap Ica tersenyum
"gak usah panggil dokter, panggil tante aja. baguslah kalau begitu udah mendingan" senyum ramah mama Divia
mendengar hal tersebut semua tersenyum.
"Oh ya tadi saya mergokin orang pacaran di Koridor" ucap mama Divia sebelum keluar dari ruangan Ica. Lily yang mendengar hal tersebut langsung menunduk malu
"mama apa-apaan sih" ucap Irfan yang membuat mamanya tersenyum dan keluar.
"eheummmm...pacaran jangan di rumah sakit dong, kan malu ketahuan sama orang, apalagi nyokap si cowok" ejek Azmi
"suka-suka gue" sahut Irfan
"jadi kalian udah resmi pacaran" tanya Rita dan Rani barengan
Lily menggelengkan kepala nya sedang Irfan menganggukkan kepalanya sambil merangkul pinggang Lily
"udah deh mending yang cowok palang aja,biar Ica bisa istirahat" jawab Lily dan di iyakan oleh Rani,Lisa dan Rita
"gua udah nelpon nyokap gue, gue pengen nginep disini buat jagain Ica takutnya mak Lampir sama anaknya si ulat bulu datang lagi" jawab Alex
"gue setuju sama Alex, biar kalian jagain Ica di dalam ruangan ini dan kita yang cowok diluar ruangan" jawab Irfan sebagai alasan supaya tidak jauh dengan Lily
mendengar hal tersebut semuanya pada menganggukkan kepalanya.
"yaudah yang cewek makan aja dulu, buat kita yang jagain Ica, nanti kalian pula yang pingsan repot gue" ucap Azmi
"kita beli makanan dan makan di sini aja kasian Ica gak ada teman ceweknya" sahut Rita dan di anggukin oleh cewek-cewek.
"yaudah biar gue yang pergi beli makanan nya, yok sayang" ucap salah satu teman Irfan yang berhasil membuat semua orang di dalam ruangan menatap kearah mereka berdua.
__ADS_1