
Balik lagi ke Irfan dan Lily yang sudah sampai di rumah sakit mama Divia.
"sayang kamu juga di periksa dulu ya" ucap Irfan lembut sambil mengelus rambut Lily
"Fan aku gak apa-apa, kita susuk pak Bramantyo aja dulu, habis itu kamu antar aku pulang, besok baru aku coba jelasin sama Ica pelan-pelan" ucap Irfan
"kamu yakin gak apa-apa, aku khawatir sama kamu" ucap Irfan
"iya gak apa-apa sayang" ucap Lily sambil mencubit kedua pipi Irfan
"kamu bilang apa?, ulangi dong" jail Irfan yang mendengar Lily memanggilnya sayang
"ihhh ayok, jangan becanda mulu" ucap Lily yang salah tingkah
akhirnya Lily dan Irfan masuk ke ruang rawat Pak Bramantyo untuk berpamitan. sesampai sana mereka melihat mama Divia lagi menangani pak Bramantyo.
"mah, pak Bramantyo" sapa Irfan
"hey sayang, gimana kamu udah bawa Lily untuk di periksa" tanya mama Divia
"engga ma, dia pengen pulang aja, katanya dia bisa ngobatin di rumah" jawab Irfan
"loh kenapa sayang" tanya mama Divia
"gak apa-apa kok mah, nanti Lily obati di rumah aja, lagian udah mulai menghilang juga kok merahnya" ucap Lily
"pak saya pulang dulu ya, bapak istirahat dengan baik, besok saya dan Irfan akan mulai menjelaskan semuanya secara perlahan pada Ica" sahut Lily lagi
"terimakasih nak" ucap Pak Bramantyo sambil memeluk Lily yang benar-benar tulus.
akhirnya sekitar jam 5 sore Lily pulang ke rumahnya diantar oleh Irfan. Irfan pun setelah mengantar Lily langsung pulang kerumahnya, karena hari ini mereka mengalami hari yang sangat melelahkan.
saat Lily masuk ke rumah dia langsung di sambut oleh Rita
"Ly kamu kenapa?, kok leher kamu kayak habis di cekik orang" ucap Rita panik
"nanti aku ceritain, aku mandi dulu ya" ucap Lily yang melewati Rita
"dek kamu kenapa" tanya kak Leon di dalam rumah
"nanti Lily jelasin, Lily mandi dulu" ucap Lily sambil masuk ke kamar
setelah menunggu lama akhirnya Lily keluar dari kamarnya. di sana ia melihat semua orang sudah berkumpul untuk menanyakan apa yang terjadi pada Lily, termasuk ibu dan ayah Rita.
"sayang kumu jelaskan sama mama kamu kenapa" tanya mama Fatya khawatir
"jelaskan semua sama kami dek" sahut kak Leon
"kaki kamu juga luka, kenapa kamu Ly" tanya papa Irsyad
"Lily udah ketemu sama ayah dan ibu Ica, lebih tepatnya ayah Ica dan makamnya ibu Ica, kaki Lily terluka saat pergi ke makam ibunya Ica dan leher ini gara-gara ayahnya Ica" ujar Lily yang membuat semua kaget terutama Rita
"kamu serius Ly, jadi kemaren sama tadi kamu sama Irfan pergi mencari keberadaan orang tua Ica" tanya Rita yang tak menyangka apa yang Lily lakukan, dan mendapatkan anggukan dari Lily.
kemudian Lily menceritakan semuanya kepada keluarga nya yang ada di rumahnya. Lily menceritakan dari awal ketemu Ibu Wati, sampai pembebasan pak Bramantyo dari RS jiwa. mendengar hal tersebut membuat seluruh anggota rumah tak menyangka dengan apa yang dilakukan oleh Endah terhadap keluarga Ica.
"benar-benar keterlaluan perempuan yang bernama Endah itu" ucap kak Leon
__ADS_1
"bukan hanya dia kak, anaknya juga sama, paling suka menyiksa dan mengerjai Ica" sahut Rita
"terus bagaimana kamu akan mengatakan hal tersebut kepada Ica sayang" ucap papa Irsyad
"itu lah yang masih Lily pikirin pa, soalnya Ica juga mengalami trauma masa lalu" ucap Lily sambil menghela nafasnya.
"sayang jelaskan dengan perlahan, dia menjadi keberadaan keluarga kandung nya, kasian juga ayah nya, pasti sangat merindukan anaknya Ica" ucap mama Fatya sambil mengelus anaknya
"papa bangga sama kamu sayang, kamu mau membantu orang tanpa peduli dengan keadaan yang akan kamu hadapi, papa, mama, daddy, mommy dan kakak kamu sangat bangga pada kamu" ucap papa Irsyad sambil mencium kening Lily
"bahkan saya dan istri saya juga sangat bangga pada nak Lily" ucap pak Rido
pagi pun tiba, karena hari ini merupakan hari libur sekolah, Lily mengirim pesan di grup u tuk kumpul di markas hari ini.
Rita dan Lily pun bersiap-siap untuk berangkat menuju ke markas, sesampai di markas mereka melihat semuanya sudah pada kumpul, dan heran melihat Lily dan Rita bisa jalan bareng karena belum ada yang tau kalau Lily anak keluarga Karl kecuali Irfan.
"kok kalian bisa bareng" ucap Lisa
"tadi ketemu di jalan" elak Lily, sedangkan Rita hanya menghela nafas dengan berat karena melihat Lily Yanga masih enggan mengungkapkan indentitas nya.
"Ly kamu kenapa" tanya Ica lembut sambil melihat kondisi Lily yang ada bekas cekik di lehernya
"aku gak apa-apa kok" ucap Lily sambil duduk di sofa
"emmm.. sebenarnya aku ngumpulin kalian semua kesini untuk ngasih tau sesuatu ke kalian, terutama pada Ica" ucap Lily
"ada apa Ly" tanya Ica
"iya ada apa" tanya Rani
"jadi penasaran gue" ucap Azmi dan Rizky
"Ca tapi kamu harus janji sama aku, setelah kamu mendengar ini, kamu bisa bersama dengan masa lalu kamu" ucap Lily yamg membuat semua orang bingung kecuali Irfan dan Rita.
"berdamai?, maksudnya memaafkan ibu Endah ya, kalau itu tenang aja Ly aku sudah memaafkan beliau, meskipun dia bukan ibu kandung aku, tapi aku berhutang budi sama dia" ucap Ica lembut
"kayaknya loe gak perlu ngerasa berhutang budi sama dia, gak pantes" celetuk Irfan yang berhasil membuat semua orang bingung lagi
"ada apa sih ini, loe mau cerita apa Ly" tanya Alex ya g sudah penasaran
"sebenar..nya aku dan Irfan dari kemaren pergi mencari tau tentang keberadaan orang tua kandung Ica" ucap Lily lirih
"hah, serius" kaget semua orang dan di angguk oleh Irfan dan Lily
"jadi gimana Ly, dimana keberadaan ibu dan ayah aku" tanya Ica excited
"eumm,, anu,,, Ca kamu benar-benar gak ingat sama sekali masa kecil kamu?" tanya Lily ragu dan Ica hanya menggeleng kepalanya.
"engga Ly, di mana keberadaan orang tua aku Ly, please aku mau ketemu" ucap Ica
Lily pun mulai menceritakan semuanya, dari pertama yang katakan ibu Wati sampai ke pak Bramantyo. Lily menceritakan semuanya dengan detail, sesekali Irfan pun ikut menceritakan.
setelah Lily menceritakan kan semuanya tiba-tiba Ica memegang kepalanya sambil berteriak
"ahkkhh kepala ku sakit" teriak Ica
"Ca kamu gak apa-apa kan?" tanya Alex yang membopong Ica
__ADS_1
"Kepala aku..." ucap Ica yang tiba-tiba ia pingsan
"kita bawa dia ke rumah sakit" ucap Irfan
akhirnya mereka membawa Ica ke rumah sakit mama Divia. di sana Ica di tangani oleh dokter lain, karena mama Divia sedang melakukan operasi terhadap pasien lain.
di rumah sakit semuanya panik, sampai Rani dan Alex menyalahkan Lily
"Ly seharusnya loe gak cerita ke dia tentang ini semua" bentak Rani yang membuat yang lain kaget
"aku, aku minta maaf, aku terpaksa harus menceritakan semuanya karena dia Ingin bertemu dengan orang tuanya dan ayahnya juga sangat merindukan Ica" ucap Lily yang sedikit gugup
"alah jelas-jelas loe tau dia trauma tentang masa kecilnya" bentak Rani lagi
"gue setuju sama Rani" tiba-tiba timpal Alex yang mendekati Lily
"kalau loe gak cerita masalah ini sama Ica Ly, semuanya gak akan begini, loe nambahin penderitaan buat dia Ly, loe lihat kan gimana tadi dia teriak kesakitan, loe lihat kan dan sekarang loe puas" bentak Alex yang membuat air mata Lily jatuh
"maksud loe apa Lex,loe gak usah bentak-bentak cewek gue" amarah Irfan
melihat itu pun Lily memilih untuk tuk pergi dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.
melihat hal tersebut membuat Irfan naik pitam bahkan Rita pun emosi
"loe Apa-apaan sih Ran, ngapain loe nyalahin Lily" ucap Rita
"dia yang udah buat Ica gini Rit, gue gak bisa terima jika ada yang buat Ica begini" ucap Lily
"Rani tapi kali ini loe keterlaluan, loe gak lihat perjuangan Lily dia hanya ingin membantu Ica" sahut Lisa
"membantu Ica dengan membuat Ica masuk ke rumah sakit gini" ucap Alex sinis
mendengar Alex yang mengatakan hal tersebut membuat Irfan sangat murka. sedangkan Rita memilih pergi menyusul Lily
"gue gak nyangka sama loe, kalau tau begini gue gak akan pernah minta Lily buat dekat sama orang kayak loe loe pada" ucap Rita sambil menunjuk-nunjuk ke arah Alex dan Rani kemudian pergi.
bughhhh suara tonjokan melayang ke wajah Alex, yang membuat semuanya kaget
"Fan udah ini rumah sakit" ucap Harris sambil menahan Irfan
"hahahaha loe jadi bego selama kenal sama Lily tau gak" ejek Alex lagi yang membuat Irfan makin murka
mendengar ejekan Alex,Azmi pun marah
bughhh suara tonjokan melayang lagi ke wajah Alex
"keterlaluan loe Lex, gue diam bukan berarti gue setuju sama perkataan loe" bentak Azmi yang di pegang oleh Rizky
"kalau bukan karena Lily,loe gak bakal bisa dekat sama Ica sampai sekarang, dan loe Rani lihat perjuangan Lily dalam membantu Ica jangan main nyalahin Lily sepihak" sambung Azmi lagi yang masih di tahan Rizky
"kalian berdua benar-benar gak tau terimakasih, lihat luka di kaki Lily, dia hampir meninggal saat di cekik oleh ayah Ica, hal itu gak membuat dia mundur untuk membantu Ica supaya dapat bertemu dengan ayahnya" bentak Irfan
"kalau gue tau ini respon kalian, sampai kapanpun gue gak bakalan izinin cewek gue buat nyariin keberadaan orang tua Ica, biar dia menderita selamanya" ucap Irfan lagi
di saat yang Irfan dan Alex berantem tiba-tiba di grup masuk sebuah video yang di kirim oleh Rita. dan Lisa yang pertama kali melihatnya langsung memberitahukan kepada yang lain
"udah stop, mending kalian lihat video yang di kirim oleh Rita" ucap Lisa pada semua orang
__ADS_1
mereka pun mengambil ponsel mereka masing-masing dan melihat video tersebut.
isi video tersebut...