
Melihat bu Endah dan kedua pengawalnya pergi, Irfan dan Lily pun melanjutkan aksi mereka untuk masuk ke rumah ibu wati.
"sayang kamu tunggu di sini, aku bakal masuk dan bawa ibu wati" ucap Irfan pada Lily dan di anggukin oleh Lily.
"kamu hati-hati ya" ucap Lily
Irfan pun menyelinap masuk ke dalam rumah ibu wati melalui jendela di dapur. Irfan menyelinap menuju ke kamar ibu wati pelan-pelan.
saat Irfan masuk ke kamar ibu wati, keadaan ibu wati sudah mulai melemas.
"ibu" panggil Irfan pelan
"eumm..eumm" sahut ibu wati di sela kondisinya yang melemah dan mulutnya di tutup
"shutttt, ibu jangan berisik, saya sama Lily ke sini mau nolongin ibu" ucap Irfan pelan dan melepaskan kain di mulut ibu wati.
"nak..nak Irfan" ucap Ibu wati dalam kondisi masih terikat dan lemas
"ibu, ibu tenang ya kita bakal keluar dari sini" ucap Irfan yang melepas ikatan kaki ibu wati
"tidak nak, kamu pergi dari sini. akan bahaya buat kamu jika endah melihat kamu di sini" ucap Ibu wati
"kita bakal pergi bersama bu, di luar situ sudah ada Lily yang menunggu ibu, kita bakal pergi bersama dari sini" ucap Irfan yang sedang membuka ikatan di tangan Ibu wati
Irfan pun mengangkat ibu wati untuk keluar lagi melalui jendela.
"ayo bu kita pergi" ucap Irfan yang mengangkat ibu wati.
"nak, ibu tidak tau obat apa yang endah berikan pada ibu, yang kelas obat itu merenggut tenaga ibu, sampai ibu bahkan tak sanggup berjalan" ucap Ibu wati yang di gendongan Irfan.
"ibu tenang aja, kita pasti bakal selamat bu" ucap Irfan yang membawa ibu wati dalam gendongannya.
Irfan mulai menuju ke dapur pelan-pelan, dia terus berusaha untuk tidak bersuara. di ruang depan terdengar orang-orang suruhan bu endah yang sedang asik bermain dengan catur.
Irfan mengambil kesempatan itu untuk membawa ibu wati menuju ke dapur.
"sayang" Irfan memanggil Lily
__ADS_1
"by" sahut Lily di depan jendela yang sedang menunggu Irfan dan bu wati.
"kamu kuat pegang ibu wati?" tanya Irfan
"iya aku kuat kok" jawab Lily cepat
"oke, cepat bantu aku, tahan tubuh ibu wati" ucap Irfan yang mulai mengeluarkan ibu wati
"yap, ibu pelan-pelan" ucap Lily yang sekuat tenaga menahan tubuh ibu wati pelan-pelan.
saat sedang mengeluarkan ibu wati, Irfan dan Lily di kejutkan oleh suara seseorang yang akan menuju ke dapur.
"By, gimana nih" tanya Lily di luar yang panik
"kamu jangan panik dulu, cepat tarik ibu wati" ucap Irfan yang terus menurunkan tubuh Ibu wati.
saat ibu wati sudah jatuh ke pangkuan Lily, Irfan langsung loncat keluar, hal tersebut membuat jendela berbunyi dan bergoyang.
orang yang menuju ke dapur tadi melihat keanehan pun mulai mengecek ke arah jendela dan keluar, namun orang tersebut tak menemukan apa-apa.
"alah paling kucing, mending gue balik ke depan" ucap orang itu lagi dan pergi.
Irfan dan Lily merasa lega saat mengetahui orang yadi pergi, mereka yang bersembunyi di dinding samping sangat bersyukur karena tidak ketahuan.
"ya ampun ibu, ibu gak apa-apa?" tanya Lily
"nak kenapa kalian membahayakan diri kalian sendiri demi menyelamatkan ibu" ucap ibu wati yang sudah sangat lemas.
"ibu gak usah mikirin itu dulu, sebaiknya kita menuju ke rumah sakit aja" ucap Lily
"sayang aku akan angkat ibu wati ke mobil" ucap Irfan yang mengendong ibu wati.
Irfan mengangkat ibu wati pelan-pelan menuju ke mobil. mobil taksi tadi masih menunggu mereka.
saat dia menuju ke taksi bu endah melihat Irfan dan Lily yang tak asing baginya, namun bu endah tak terlalu memperdulikannya karena melihat mereka dari belakang dan tak melihat ibu wati bersama mereka.
"hah, dua anak itu, sepertinya aku pernah lihat, tapi apa mungkin itu mereka?, ah sepertinya tidak mungkin, ngapain mereka di sini" ucap bu endah yang menerka-nerka
__ADS_1
"sebaiknya aku masuk" ucap bu endah dan masuk ke rumah nya.
di taksi
"pak kita menuju ke rumah sakit ini ya" ucap Irfan yang menunjukkan alamat rumah sakit mamanya.
"bak mas" sahut sopir taksi tersebut dan langsung menancap gas mobilnya.
"hufffhh, untung kita berhasil bebas by" ucap Lily yang merasa lega
"iya sayang" balas Irfan yang mengusap kepala Lily.
"ibu, ibu bertahan ya, kita janji bakal nyelamatin ibu dari orang jahat itu" ucap Lily pada ibu wati yang berbaring di pangkuannya.
"pak bisa tambah kecepatan gak" ucap Irfan
"baik mas" jawab sopir taksi itu lagi.
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...----------------...
......................
__ADS_1