
Skip kantin...
"Sekarang kamu ngerti kan kenapa aku minta papa kamu buat pindahin kamu kesini?, Ly kamu berhak atas sekolah ini, Keluarga kamu ngebangun sekolah ini untuk tempat belajar, bakan tempat untuk ngebully" jelas Rita kepada Lily yang sedang meminum jusnya.
"iya aku ngerti sekarang maksud kamu kak, tapi aku heran deh sama sistem sekolah ini, sekolah yang bisa di bilang terkenal dengan banyak kalangan, tapi ada siswa yang di bully guru-guru hanya diam aja" kata Lily dengan ekspresi herannya.
"Setau aku, guru-guru disini gak berani ngebantah kepsek, kamu belum aja tau gimana sifat asli dari kepsek disini, dia bakal terus belain anaknya, makanya tuh Riska cs berani ngebully orang sesukanya" jelas Rita.
"bahkan ni ya dulu ada juga siswa yang di bully sama Riska cs sampai siswi itu trauma besar dan akhirnya bundir, dan yah karena kekuatan dari ayah Keisha dan Kaeyla yang berada di pangkalan hukum, jadi kasus ini selesai tanpa ketahuan dan tersebar keluar. lagian kepsek pun memanipulasi semua kasus buruk di sini, makanya papa kamu nyuruh kamu pindah kesini buat bantuin kasus itu. dan keluarga siswi yang bundir itu mendapatkan keadilan"jelas Rita panjang lebar.
"gila sih kalau udah sampai segitunya" jawab Lily dengan raut wajah yang memikirkan sesuatu.
"ya udah deh aku bakal bantuin kak Rita buat nolongin Ica dan teman-temannya, dan aku bakal bantu juga cari tau tentang siswa yang bundir itu". jawab Lily
Setelah Lily dan Rita makan dan cerita-cerita di kantin merekapun kembali ke kelas, sama halnya dengan Ica, Lisa, dan Rani, mereka juga sudah kembali ke kelas untuk masuk jam pelajaran selanjutnya.
Proses pembelajaran berjalan seperti biasanya sampai bel pun berbunyi menandakan bahwa waktunya pulang ke sekolah.
meskipun tinggal satu rumah, Lily dan Rita tidak pulang barengan karena Lily tidak mau ada yang mengetahui bahwa dia anak dari pak Irsyad Karl dan ibu Fatya Karl. Sesampai di depan gerbang sekolah, tiba-tiba seorang cowok yang memanggil Lily.
"Lily" panggil seorang cowok
"ada apa ya?" jawab Lily dengan wajah yang datar saat melihat si cowok yang memanggilnya
"gue teman sekelas lo, ingatkan?, Iya lo udah beberapa hari pindah kesini dan kita belum saling kenal" ucap si cowok dengan senyum di wajahnya. "oh ya kenalin gue irfan" sambung si cowok sambil menjulurkan tangannya.
iya yang memanggil Lily adalah Irfan yang bisa dibilang dia dan teman-temannya cukup famous di kalangan para cewek-cewek di sekolah ini, dan termasuk Riska cs.
"Gue udah kenal kok sama lo" ucap Lily tanpa menerima uluran tangan Irfan. "lo kan cowo pengecut yang ngelihat cewek lemah di bully tapi lebih memilih untuk nnonton aja bukan bantuin" ucap Lily dengan nada mengejek dan hendak meninggalkan Irfan.
"gue gak bermaksud gitu, gue punya alasan untuk ngelakuin hal itu" jawab Irfan
"mending lo pulang sama gue, biar gue bisa jelasin semuanya sama lo" ucap Irfan dengan wajah yang sangat nyebelin menurut Lily.
"gue ga...." ucap Lily namun langsung terpotong oleh Irfan yang langsung menarik Lily ke arah parkiran dan masuk ke mobilnya.
"udah, ayok cepat ikut gue" ucap Irfan sambil menarik tangan Lily.
tanpa sepengetahuan mereka Auren melihat semua kejadian tersebut membuat dia kesal dan menceritakan apa yang dia lihat ke Riska cs, dan membuat Riska marah. Riska cs masih di sekolah tepatnya diruang latihan dance, tempat yang selalu mereka kuasai.
__ADS_1
"Riskaaaaa" teriak Auren yng membuat Riska dan Amira kesel. "apaan si lo?" jawab Riska dengan rawut wajah kesel. "gue punya kabar yang hot to the hot"jawab Auren dengan mengetuk meja didepannya.
mendengar hal tersebut Keisha dan Kaeyla yang sedari tadi latihan berhenti dan mereka ke arah teman-temannya.
" berita apaan"? tanya Amira dan di anggukin oleh yang lainnya. "you know what i see? gue lihat si murid baru yang berani ngelawan lo dekat sama Irfan, dia pulang bareng sama Irfan Kaaaaa" cerita Auren dengan histeris.
"what??. lo gak salah lihat kan?, seorang Irfan cowok famous yang dikejar-kejar oleh Riska si paling cantik di sekolah ini, pulang dengan cewek itu?.fix si tuh cewe harus di kasih pembelajaran"ucap Keisha panjang lebar
"sialan, gue bakal beri tuh cewek perhitungan, dan lo Amira, gue mau lo tempek stiker merah di loker cewe sialan itu! dan apa yang bakal gue buat" ucap Riska dengan emosi.
Back di mobil Irfan.....
keheningan pun terjadi di mobil, menjelaskan kepada Lily alasan kenapa dia tidak menolong Ica tadi di sekolah.
"gue sama teman-teman gue udah pernah nolongin Ica yang di permalukan dan setelah gue nolongin mereka, pem-bully terhadap Ica dan teman-temannya semakin parah, itu sebabnya gue milih buat ngejauh dari Ica"jelas Irfan yang melihat Lily cemberut
"tapi lo jangan salah, gue masih punya hati kok, gue masih sering bantuin dia tanpa sepengetahuan orang-orang, dan tadi gue juga jenguk dia di UKS kalau lo engga percaya lo boleh tanya langsung sama Ica, Rani dan Lisa, mereka juga ada di UKS saat gue dan teman-teman gue jenguk Ica" sambung Irfan yang berhasil membuat Lily menoleh kearahnya.
"kalau lo pengen bantuin mereka gak gitu juga kali caranya, dekat ataupun jauh lo dari Ica dan teman-temannya sama aja, mereka juga bakal di bully. makanya jadi cowok gentle dong"ucap Lily yang kesel dengan penjelasan dari Irfan.
mendengar tutur Lily, Irfan lebih memilih diam, dia benar-benar tak ingin berdebat dengan gadis di sampingnya itu.
malam pun tiba semua anggota keluarga berkumpul di meja makan yang sangat luas. selesai makan semuanya kumpul di ruang keluarga untuk sekedar menukar cerita, Lily menceritakan semuanya kejadian di sekolah, dan sesekali Rita juga ikut dalam menceritakannya.
sudah sebulan lebih Lily di high school harapan, banyak hal yang sudah ia alami. bahkan dia pun beberapa kali berurusan dengan Riska cs. Lily selalu melawan apal yang dilakukan Riska cs terhadapnya, bahkan Amira menyebarkan gosip bahwa Lily simpanan om-om karena Amira kerap kali melihat Lily di antar jemput pakai mobil mewah. bahkan dia pernah melihat Lily dipeluk oleh papanya sendiri, namun karena tidak terlalu jelas keliatan wajah dari pak Irsyad, Amira langsung menyebarkan gosip tersebut.
jam 07.45 pagi di sekolah..
saat Lily masuk ke kelas betapa terkejutnya ia ketika melihat Ica bajunya di penuhi dengan air got, Rani dan Lisa di pegang oleh siswa lainnya aga tidak bisa membantu Ica yang di kerjain oleh Riska dan Amira.
"ihhh Amira bau banget sih SAUDARA lo ini, iyyyuuuuhhh" ejek Riska sambil tertawa dan menutup hidungnya.
"OMG.....!!! Riska please deh gue harus ngomong berapa kali lagi kalau si cewek cupu sampah ini buka SAU DA RA gueee, ihhh jijik banget gue" jawab Amira dengan nada yang jijik dan di iringi tawa teman-temannya dan juga siswa-siswi lainnya.
Ica hanya bisa mengeluarkan air matanya ingin rasanya ia menangis sambil berteriak sebisa mungkin. Lily yang baru masuk pun langsung mengambil sisa air got yang ada di ember langsung menyiram ke atas Riska cs. semua siswa di buat terkejut oleh kejadian tersebut.
"what the.... you're crazy huh, oh my god this is so disgusting" bentak Riska yang hampir muntah mencium baunya sendiri.
"iyyyuuuuhhhh this smells so bad" ucap Keisha dan Kaeyla barengan.
__ADS_1
sedangkan Amira dan Auren sibuk ngebersihin air got di badannya.
"it really stinks huh?"baunya samakan kayak bau mulut lo busuk" ucap Lily yang membuka hoodienya dan memberikannya ke Ica. " lo gak apa-apa?" tanya Lily ke Ica namu hanya di balas dengan gelenggan kepala oleh Ica. Rani dan Lisa pun langsung berlari kearah Ica.
"kali ini kalian benar-benar keterlaluan, kita kesini mau belajar bukan mau kalian hajar" ucap Rani.
"diam deh lo, lo lihat aja ya gue bakal minta nyokap gue buat ngeluarin lo dari sekolah ini" bentak Riska. mendengar ucap Riska, Ica pun langsung terkejut dan berlari kerah Riska dna memohon agar tidak mengadukan ini ke ibunya yang sekaligus kepala sekolah.
melihat itupun Lily langsung menarik Ica untuk berdiri lagi. "bangun lo, ngapain lo bersujud di depan orang kayak dia, lo gak bakal keluar kok dari sekolah ini!!" sahut Lily
mendengar hal itu langsung membuat Riska tambah mendidih.
Riska mengangkat tangannya ingin menampar Lily,namun di tahan oleh Lily dan tangan Riska pun di tepis oleh Lily.
"kurang ajar lo ya, lo gak usah ikut campur urusan gue sama cewek-cewek sampah ini, lo itu bukan siapa-siapanya mereka" bentak Riska sambil menunjuk-nunjuk ke arah Ica dan teman-temannya.
"gue berhak ikut campur, karena mereka SAHABAT gue" bentak Lily yang tak kalah dari Riska.
perkataan Lily membuat Riska cs tambah marah, namun berbeda dengan Ica yang full senyum saat mendengar Lily menganggapnya sebagai sahabat, karena ia pikir Lily gak mau berteman sama Ica karena tidak mau terlibat dalam masalah Ica. Rani dan Lisa yang melihat Ica tersenyum juga ikut tersenyum, Rani sangat senang melihat Ica bahagia.
"hah??? sahabat??? sejak kapan? gak usah sok ngaku lo, lo ngomong gitu karena lo pengen cari sensasi kan, mending lo urus aja om-om lo itu, dasar *****" ucapa Amira.
"hhahahhahaha" suara tertawa Teman-teman Riska.
"jadi simpanan om-om ya, emang semalam dapat berapa" sambung Auren dan diiringi tawa teman-temannya.
"mulai hari ini, jam ini, detik ini, dan seterusnya bahkan selamanya, Ica,Rani,dan Lisa adalah sabahat gue, kalau kalian berani ngebully dia lagi, gua gak akan tinggal diam" tutur Lily sambil melihat kesemua siswa.
"dan lo kenapa iri gue jadi simpanan om-om? kenapa? lo iri om-om gue lebih rich dari pada om-om lo?, jelek si lo jadi cewek, tepos lagi makanya om-om di luar sana gak tertarik sama lo berlima".sambung Lily lagi dan berhasil membuat Riska cs malu dan emosi.
"lo.... lihat bakal minta nyokap gue buat ngeluarin lo dari sekolah ini, bahkan gak akan ada sekolah manapun yang akan menerima lo-lo pada." bentak Riska sambil menunjuk kearah wajah Lily.
"dan gue......
Hai... terus dukung cerita aku ya
tunggu juga up selanjutnya
"
__ADS_1