
Tiba-tiba ada yang menarik tangan Ica, sontak hal tersebut membuat Ica,Rani,Riska cs, Irfan cs dam semua murid terkejut.
"ayok ikut aku Ca" ajak Alex sambil menarik tangan Ica
Rani yang melihat hal tersebut langsung terkejut, bukan hanya Rani Riska cs dan irfan cs pun ikut terkejut.
"Alex kamu apa-apaan sih" rengek Amira dengan manja
"Lex lo gak usah ikut campur ya, ini urusan gue sama si cupu ini" ucap Riska dengan menunjuk-nunjuk kearah Ica dan Rani
"bukan urusan lo juga kalau gue mau ikut campur" ucap Alex cuek sambil menepis tangan Riska
"kalian keterlaluan, mulai sekarang please, stop gangguin Ica dan teman-temannya, kalian gak capek apa buat masalah, mau berapa siswa lagi yang harus out dari sekolah ini?" sambung Alex lagi dengan nada yang dingin
mendengar hal tersebut tentu membuat Riska marah
"Lex gue bisa buat lo dalam masalah di sekolah ini" ancam Riska
"Ris lo gak boleh buat Alex dalam masalah" ucap Amira pada Riska
"Lex lo gak kasian liat Amira, ngapain sih lo belain si cupu, mending sama Amira" ucap Auren dan di iyain oleh Keisha dan Kaeyla.
"silakan buat gue dalam masalah gue gak akan takut" balas Alex yang melirik Riska dengan sinis
"dan lo cewek cabe, jauh-jauh dari gue, gue ilfil dekat sama cewek jahat kayak lo" sambung Alex sambil menunjuk tangan kearah Amira.
Rani benar-benar dibuat terkejut dengan pemandangan hari ini, dia benar-benar tidak menyangka Alex sampai segitunya membela Ica. Ica sedari tadi juga bingung harus berbuat apa hanya memilih menundukkan kepalanya.
"lo benar-benar ya, jangan macam...." Riska membentak Alex namun di potong oleh Irfan
"Lex yok ke kantin gue laper, ajak Ica sama Rani juga" ucap Irfan dengan nada tak terbantahkan
"Fan kamu apa-ap..." ucap Riska lagi namun di potong lagi oleh Haris yang menarik tangan Rani
"ayok Ran gue udah laper" ajak Haris sambil menarik tangan Rani yang masih kikuk
merekapun keluar dari kelas meninggalkan Riska cs yang kesel dan masih marah.
Irfan cs dan Ica beserta Rani pun pergi ke kantin, rok Ica yang terkena tinta pun sudah ditutupi pakai hoodie Alex.
skip kantin
"eumm...anu...kalian gak boleh gini, nanti kalian kena masalah lagi" ucap Ica dengan lirih
"iya gue juga setuju sama Ica, kalian gak boleh dekat sama kita, aku gak mau Ica nyalahin dirinya lagi karena kalian bermasalah"sahut Rani yang melihat kearah Alex
" hei Ca kan aku udah bilang sama kamu, aku bakal ngelindungin kamu mulai saat ini dan aku mau kenal kamu lebih dekat"ucap Alex dengan lembut.
sontak membuat Rani terkejut
__ADS_1
"tutup kali tuh mulut, sampai ilernya keluar noh"ucap Azmi yang melihat Rani terkejut
"apaan sih lo"kata Rani yang salah tingkah yang membuat Haris tersenyum sambil menggeleng kepalanya.
"sahabat lo aja gak takut kena masalah, masa cowok kayak kita harus takut" sahut Irfan dengan datar
"mulai sekarang kalian bakal dijagain tuh sama kecebong-kecebong ini" ucap Irfan sambil menunjuk kearah Azmi, dan Rizky. dan membuat Ica,Rani,Alex dan Haris tertawa
"sialan lo bilang gue kecebong" ucap Azmi sambil melempar tisu kearah Irfan
"gue bukan kecebong" sambung Azmi lagi
"tapi apaan?" tanya Rizky
"gue kodok nya, puas lu" sambung Azmi yang membuat mereka ketawa.
"Ran kamu hubungi Lily gih, ajak ketemu pulang sekolah, lagian aku juga takut pulang kerumah" ucap Ica
Rani yang paham betul apa yang dimaksud sama Ica mengiyakan ucapan Ica
"iya, gue telpon sekarang ya" jawab Rani sambil mengeluarkan ponselnya dan diangguki oleh Ica, sedangkan Irfan cs hanya diam.
tuuutt bunyi sambungan telpon.
"halo Ly, kamu dimana?" ucap Rani
"aku di rumah, kenapa?" jawab Lily diseberang telpon
"boleh, aku sih terserah kalian aja, emang mau kumpul dimana?" tanya Lily diseberang telpon
"nanti deh aku sherlock, kita mau masuk kelas dulu" ucap Rani
"oke, tapi tunggu-tunggu, kalian hari gimana sekolahnya, amankan? si cewek sinting itu ngebully kalian gak hari ini, Ica gimana masih disuruh-suruh sama si Amira monyet itu" ocehan Lily diseberang telpon
sontak mendengar ocehan Lily membuat Irfan tersenyum-senyum sendiri
"nanti aku ceritain aku tutup dulu byeee" ucap Rani
"iya byeee" balas Lily
selesai mematikan telponnya Rani mengajak Ica dan Irfan cs buat masuk kelas
"kita ke kelas yok" ucap Rani
"iya mending masuk kelas dari pada si boss kesurupan" ucap Azmi dan mendapat tatapan tajam dari Irfan
"apaan sih lo" ucap Irfan yang masih menatap sinis Azmi
"Azmi lo gak boleh gitu sama si boss, kan dia lagi sakit, sakit jatuh cinta sepihak" ucap Rizky diiringi tawa semua teman-temannya
__ADS_1
mendengar candaan Azmi dan Rizky, Rani dam Ica hanya menggeleng-geleng kepalanya sambil tersenyum. mereka pun beranjak menuju ke kelas
"Rani,Ica nanti pulang sekolah kita ikut ya, gue juga capek di markas mulu apalagi liat ni para kecebong" ucap Irfan dan pergi, namun diketawain oleh teman-temannya.
di kelas pelajaran pun dimulai, dan saat ini mereka sedang mengerjakan tugas dari guru mereka, Riska dan Amira terus menatap kearah Ica dan Rani dengan kesal, mereka benar-benar belum bisa melupakan kejadian tadi.
Tiba-tiba Riska mempunyai ide jahat untuk mengerjai Ica dan Rani. dia mengambil kertas dan menulis kata kasar di kertas itu dan melemparkan kertas tersebut bawah meja Ica.
"pak lihat deh Ica kayaknya nulis sesuatu di kertas itu terus dibuang ke bawah meja" ucap Riska dan menarik perhatian dikelas lagi
"apa itu Ica,sini saya mau lihat" ujar guru itu dan menghampiri meja Ica dan Rani
"ini buka punya saya pak" jawab Ica sambil menyerahkan kertas yang sudah remuk tersebut.
"iya Pak dari tadi Ica sama saya ngerjain tugas yang bapak suruh" bela Rani
guru tersebut membuka kertas itu dan betapa terkejutnya bapak itu melihat coretan gambar yang besar berbentuk babi yang sedang berada di dekat papan tulis, gambar tersebut mengejek guru yang berada di depan.
"wah parah sih si Ica, masa guru digituin, kalau bosan belajar bilang" ujar Amira yang memanasi bapak guru tersebut
"engga pak buka sa..."bantah Ica dengan cepat dan dipotong oleh guru
" diam kamu, kurang ajar. kamu keluar dan jangan pernah ikut mata pelajaran saya lagi"ucap guru tersebut dengan emosi
Ica hanya bisa diam dan menunduk, Rani terus membela Ica namun Riska cs lebih pintar mengalihkan situasi sehingga membuat bapak guru lebih percaya terhadap mereka. sampai akhirnya Alex pun berbicara.
"maaf pak tadi saya lihat Riska lah yang melemparkan kertas itu kebawah meja Ica"ujar Alex dan di iyakan oleh Haris, Azmi, dan Rizky.
"aaaanu.. pak, saya juga lihat tadi Riska yang lempar"ujar salah satu siswa dengan gemetar.
mendengar hal tersebut bapak guru itu masih belum yakin, kemudian Irfan pun bersuara
" kenapa gak bapak cek cctv nya aja"ujar Irfan
dan di iyakan oleh murid-murid lainnya.
Riska pun merasa kikuk karena dia lupa di setiap kelas ada cctv nya, setelah bapak guru itu mengeceknya bapak itu mengatakan kekecewaan nya terhadap Riska
"kamu ya Riska benar-benar, jangan mentang-mentang kamu anak kepala sekolah disni kamu bisa semena-menanya, saya tetap akan hukum kamu nilai kamu sama saya hilang semua" ujar bapak itu yang emosi
"dan Ica saya minta maaf, dan kamu gak perlu menjalankan hukuman dari bapak" ujar bapak tersebut
mendengar hal tersebut Ica hanya tersenyum, dia juga merasa senang karena sudah ada beberapa dari siswa yang berani melawan Riska sekarang.
bel pulang pun berbunyi sesuai janji Ica,Rani dan Irfan cs akan ketemu dengan Lily.
mereka menjemput lisa terlebih dahulu, dimana Ica boncengan dengan Alex, Rani dengan Haris, Rizky akan jemput Lisa dan boncengan berdua, Azmi sendiri, dan Irfan dengan mobilnya.
sesampainya ditempat tujuan, mereka melihat Lily dan Rita yang sudah duduk di kursi yang berada dibawah pohon yang besar.
__ADS_1
"Lily, Rita....