AODRA & ASTA

AODRA & ASTA
TERUNGKAP


__ADS_3

"saya sangat kecewa dengan kejadian hari ini bu Megan, anda telah mempe..."ucap papa Irsyad dan langsung di sela oleh Lily


"saya ingin mengucapkan terimakasih kepada kepala sekolah yang begitu bijak, dan sebagai tanda ucap terimakasih saya, saya telah menyiapkan sesuatu untuk ibu" ucap Lily tersenyum sinis


"kenapa bu?, kenapa diam, anda kaget setelah mengetahui siapa saya?"ejek Lily


"sa..saya tak membedakan antara anak orang penting atau pun anak orang biasa, kalau salah bagi saya tetap salah" ucap kepala sekolah yang coba menetralkan kegugupannya.


"oh benar kah" tanya Lily yang menghampiri kepala sekolah.


"kalau anda benar memiliki sikap yang seperti itu, kenapa anda tidak menghukum anak anda sendiri atas kasus-kasus yang dilakukannya di sekolah ini" ucap Lily tersenyum sinis


"ka..kasus apa yang dilakukan oleh anak saya?" tanya kepala sekolah yang berpura-pura tak tau


"kalian duduk kembali ke tempat kalian, dan liat anak kalian hari ini akan memperlihatkan keadilan baru di sekolah kita ini" ucap Lily pada orang tuanya dengan matanya yang masih menatap kepala sekolah.


keluarga Karl pun turun dan duduk di tempat semula dengan raut wajah marah terhadap kepala sekolah.


"ibu tadi menanyakan apa kasus yang di buat oleh anak ibu?" tanya Lily


"saya mendidik anak saya dengan baik dan tidak mungkin dia berbuat aneh-aneh, kamu yang mem-bully anak saya dan teman-temannya, dan sekarang di depan banyak orang kamu membalikkan faktanya" tuduh Kepala sekolah


"saya mem-bully, tanya kepada murid di sini apa pernah saya mem-bully mereka" ucap Lily tegas


"kami" teriak Riska dan teman-temannya


"kita di bully sama Lily beberapa kali" ucap Riska


"dia juga sering menjadikan kami budak dia" ucap Amira berbohong


"dia juga pernah mengambil barang-barang berharga kami" ucap Keisha dan di anggukin oleh Kaeyla


"bohong, mereka bohong, yang melakukan hal itu mereka bukan Lily" teriak Lisa


"dengan mudahnya kalian mengubah scenario ini Riska" bentak Rani


"diam kalian" bentak kepala sekolah


"untuk kalian semua coba tunjuk tangan siapa yang pernah saya bully" tanya Lily pada semua murid


tidak ada satupun murid yang mengangkat tangannya.


"apa pernah kalian melihat saya mem-bully di sekolah ini" tanya Lily lagi dan semua murid menggelengkan kepala mereka.


"sekarang tunjuk tangan siapa yang pernah di bully oleh mereka" teriak Lily lagi, dan hampir sebagian murid mengangkat tangan mereka dengan takut


"dan yang lain apa pernah kalian melihat mereka mem-bully teman-teman kalian" tanya Lily lagi

__ADS_1


"pernahhhhh" teriak semua murid


"apa-apaan ini pasti mereka merasa tertekan karena mengetahui kamu adalah anak dari keluarga Karl jadi mereka tidak berani berkata jujur" ucap kepala sekolah


"mereka tertekan karena saya atau ancaman dari ibu yan.." ucap Lily yang terpotong


"kami pernah di pukul oleh Lily karena membela Riska dan teman-temannya" ucap Satria dari pintu


"iya kami bertiga di pukul oleh dia dan kekasihnya yang sok itu" sahut Aldo yang berjalan menuju panggung namum di tahan oleh Alex


"lo sebaiknya jangan ikut campur" ucap Alex yang menahan Niko


"kalian semua lihat kan bagaimana dengan sigapnya mereka menahan kami untuk membongkar kebenaran" ucap Niko yang tersenyum


"lepasin dia, biarkan dia melakukan apa yang sanggup dia lakukan" ucap Irfan


"hahaha kalian jangan terlalu tegang, biarkan orang tua kalian mengetahui kelakuan bejad kalian" ucap Satria yang pergi menghampiri Riska cs.


"bagaimana Lily, jujur sekarang kami takut akan di keluarkan dari sekolah ini oleh keluarga kamu, tapi kami tak bisa menahan diri saat melihat kamu terus mem-bully mereka" bohong Satria


"sepertinya dari pada omongan kalian, sebuah bukti video lebih meyakinkan, bukan kah begitu" ucap Lily yang membuat kepala sekolah, Riska cs dan Satria cs terkejut


"vi..video apa maksud kamu" tanya ibu kepala sekolah


"video yang berisi kelakuan bejad anak anda" ucap Lily yang melihat ke arah Riska


"itu tidak mungkin, dari mana kamu mendapatkan video itu" tanya kepala sekolah yang semakin tegang


"tapi ibu harus tau satu hal, saya tidak suka di paksa apa lagi memaksa, tapi saya punya pacar sayang suka memaksa, jadi bukan kah gampang untuk saya masuk ke ruang itu dengan bantuan dia" ucap Lily yang membuat mama Divia dan Leon tersenyum


"yes, my baby girl" ucap Irfan dengan bangga yang menghampiri Lily ke atas panggung dan merangkulnya


"saya suka memaksa, apalagi memaksa dia untuk tetap bersama saya"ucap Irfan


"mending kita lihat aja yok video, bagaimana Lily mem-bully kalian "ucap Irfan yang menekankan remote dan memperlihatkan video bullying yang dilakukan Riska


semua orang tercengang melihat isi video tersebut, bagaimana kejamnya Riska mem-bully banyak murid, terutama Ica.


bahkan mereka juga merencanakan pelecehan untuk Ica.


video Niko,Satria dan Aldo masuk ke dalam toilet perempuan untuk melecehkan Ica pun juga di tampilkan.


kemudian ada video lagi yang perlihatkan kepala sekolah mengancam korban bully untuk menutup mulutnya. video kepala sekolah mengancam beberapa guru yang membela murid-murid juga di tampilkan, bahkan kepala sekolah sampai memecat guru-guru tersebut.


semua kejahatan kepala sekolah dan Riska cs di bongkar hari itu juga oleh Lily dan Irfan. melihat isi video tersebut semua orang tua murid menyoraki kepala sekolah, Riska cs, dan orang-orang tuanya.


bahkan ayah Keisha dan Kaeyla pun yang bekerja di hukum sangat malu.

__ADS_1


keluarga Karl selaku pemilik sekolah sangat kecewa dengan sikap Kepala sekolah tersebut, mereka merasa menyesal telah memberikan kepercayaan kepada orang yang salah.


sampai video itupun berakhir Azmi yang berdiri tak jauh di panggung meneriakkan sesuatu yang membuat para tamu menahan tawanya


"wahhh terbongkar nih sikap anak dan ibu yang sama-sama gila pamor" teriak Azmi


"ambil kertas bu, tutup mukanya malu di lihat banyak orang" teriak Azmi


"pak bos, bu bos gak sekalian bukti korupsinya, kan banyak tuh nilep gaji guru plus nilep uang beasiswa untuk murid" teriak Azmi yang membuat Riska menutup mukanya


"aduhhh malu tuh kaya dari hasil korupsi" teriak Rizky


"diam kalian, ini pencemaran nama baik, saya bisa tuntut kalian" ucap kepala sekolah


"huuuuuuu" sorak semua murid


"kalian berdua, apakah ini sikap sopan santun yang orang tua kalian ajarkan, kalian tidak menghormati saya sebagai kepala sekolah" ucap kepala sekolah


"saya mengajarkan anak saya dengan memiliki attitude yang begitu bagus, saya juga yang mengajarkan anak saya untuk melawan orang-orang munafik seperti anda" ucap mommy Hyorin


"maksud saya bukan begitu ibu Hyorin, Lily hanya ikut-ikutan dengan teman-temannya ini makanya dia terlibat dalam masalah" ucap kepala sekolah membela diri


"saya lebih suka melihat anak saya ikut-ikutan dengan teman-temannya dari pada melihat anak saya harus ikut-ikutan dengan anda dan anak anda bu Megan" ucap mama Fatya yang emosi


"dan mohon maaf, saya juga mengajarkan anak saya dengan attitude yang begitu luar biasa, yang jadi pertanyaan saya apakah anda mengajarkan anak anda untuk menjadi manusia yang menghargai orang lain" sahut mama Divia


"kami minta kepala sekolah di ganti" ucap salah satu orang tua murid


"iya kami setuju, dia tidak pantas jadi kepala sekolah, bila perlu seret dia ke penjara" ucap orang tua murid lainnya.


acara pentas pun mengalami kegaduhan yang begitu luar biasa, kepala sekolah, Riska cs begitu malu, bahkan Satria,Niko dan Aldo menyesal membantu Riska.


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....

__ADS_1


...----------------...


......................


__ADS_2