AODRA & ASTA

AODRA & ASTA
PERDEBATAN


__ADS_3

Aku kenal, kenal banget malahan"ucap Irfan dengan raut wajah yang berubah menjadi marah


"dia adalah cewek yang dulu aku suka" ucap Irfan


"hah?, gimana, gimana?tanya Lily


"jadi dulu aku suka banget sama dia, dia baik, cantik, pokoknya dia segalanya buat aku, aku benar-benar gak bisa tanpa dia Ly"ucap Irfan yang membuat Lily cemburu


"prettttt" ucap Lily yang cemburu dan beralih pandangannya ke arah jendela mobil sebelah dia duduk.


"lah kok prett sih sayang" ucap Irfan


"udah diam, fokus nyetir aja" sahut Lily judes


"lah tadi katanya mau tau tentang siswi yang bundir itu" ucap Irfan lagi diam membuat Lily tambah kesel


"hahahahahahaha" tawa Irfan pecah sontak membuat Lily terkejut dan melihat kearah Irfan


"kamu cemburu ya?" tanya Irfan pada Lily


"engga, ngapain juga aku cemburu, gak penting banget" bohong Lily


"dih, kalau cemburu bilang aja sayang" ucap Irfan yang masih menggoda Lily sambil mencubit kecil pipi Lily


"engga ihhh" ucap Lily yang mulai tambah kesel


"bohong" ucap Irfan


"enggakkk" sahut Lily lagi


"udah fokus nyetir aja, mereka pasti udah sampe markas" ucap Lily yang masih kesel dan membuang wajahnya kearah jendela mobil


"kamu marah sayang?" tanya Irfan


"Fan berhenti di sini aja" ucap Lily dengan wajah datarnya


"hah, kok berhenti ada apa" tanya Irfan


"aku mau turun di sini aja"ucap Lily lagi


"eh, engga lah. ngapain turun di sini kan kita mau ke markas sayang" ucap Irfan sambil mengusap rambut Lily


Irfan tau betul bahwa Lily kesel karena jawaban dia tadi


"cepetan berhenti" tegas Lily


"eh sayang, sayang aku bercanda sumpah, aku bercanda doang" ucap Irfan yang mulai panik karena Lily marah


"aku beneran bercanda doang sayang, aku gak kenal siapa cewek itu. aku taunya dia bunuh diri aja sih karena di bully, gak lebih sayang" jelas Irfan yang membuat Lily memukul Irfan


"ihhhhh rese banget lo ih" ucap Lily sambil memukul-mukul lengan Irfan


Irfan pun menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan kemudian memegang tangan Lily


"emang kamu percaya aku suka sama cewek itu?ucap Irfan yang memegang tangan Lily


" mana aku tau, kan aku baru di sekolah itu"jawab Lily yang masih cemberut


"hahahahaha aku bercanda doang sayang, aku gak kenal cewek itu, aku cuma dengan kabar dari orang-orang aja" ucap Irfan sambil mengelus rambut Lily


mendengar hal tersebut membuat Lily melamun sejenak karena teringat omongan teman-teman Irfan, yang bilang bahwa sebelumnya Irfan tidak pernah dekat sama cewe mana pun.


"udah jalan aja" ucap Lily yang tersadar dari lamunannya


"udah gak marah lagi kan" tanya Irfan sambil tersenyum


"jalan, kalau engga aku turun nih" ancam Lily


akhirnya Irfan pun menjalankan mobilnya lagi, di dalam perjalanan Irfan terus membujuk Lily untuk mendapatkan maaf, namun Lily tak menggubris nya.


sesampainya di markas, terlihat yang lain sudah pada kumpul.


"sayang kamu maafin aku dong" ucap Irfan yang menahan Lily yang ingin keluar dari mobil


"ih awas" ucap Lily menepis tangan Irfan


"sayang kan tadi udah janji gak bakal ngambek-ngambek lagi sama aku" ucap Irfan


"gak jadi, perjanjiannya batal. sana kalau mau janji sama cewek itu aja, yang katanya cewek yang segala-gala nya buat kamu" ucap Lily yang turun dari mobil


Irfan yang melihat Lily masih marah sangat frustasi, dia mengacak-acak rambut nya dan kemudian turun dari mobil untuk menyusul Lily


"Hai om" sapa Lily yang melihat ayah Ica duduk di teras. dan Lily dan yang lainnya sudah memanggil ayah Ica dengan sebutan om


"hey sayang kamu kok baru sampe yang lain udah dari tadi" tanya ayahnya Ica


"tadi Lily ada sedikit kerjaan om" ucap Lily


"kalau gitu Lily masuk dulu ya om"ucap Lily dan di anggukin oleh om Bramantyo


saat Lily udah masuk kedalam Irfan juga berlarian dan hanya menyapa om Bramantyo sekilas

__ADS_1


" permisi om, Irfan masuk dulu ya"ucapnya sambil berlari kecil


om Bramantyo yang melihat kelakuan Irfan hanya menggelengkan kepalanya


sesampai di dalam ruangan yang biasa di pakai mereka untuk berkumpul, Lily dengan raut wajah kesel duduk di antara Azmi dan Rita.


"Lily kenapa sih" tanya Rita saat badannya tergeser paksa karena Lily yang maksa duduk di samping nya


"tau nih anak, main duduk-duduk aja, nih banyak tempat ngapain harus di sini sih" ucap Azmi


"diam lo" ucap Lily judes


"wihhh kenapa nih" sahut Azmi lagi


"sayang kok kamu duduk di samping Azmi sih" ucap Irfan yang baru masuk ke ruangan tersebut


"wah mulai nih, bau-bau perang sih ini" ucap Azmi pelan


"Mi awas gue mau duduk di situ" ucap Irfan dan membuat Azmi ingin bangun untuk pindah namun di tahan oleh Lily


"gak Azmi tetap disini" ucap Lily dan Azmi pun kembali duduk


"Mi awas gak gue bilang" ucap Irfan dengan tatapan mautnya


"Mi, kalau lo pindah duduk awas aja" ancam Lily juga


"Mi lo temenannya sama gue, jadi lo harus dengar kata gue" ucap Irfan dingin


semua orang yang ada di dalam ruang hanya diam menikmati tonton antara pasangan ini yang selalu berdebat.


"awas aja lo kalau pindah" ancam Lily lagi


"Azmi minggir gue bilang" ucap Irfan dengan nada tinggi


"gak usah" ucap Lily yang tak kalah


Irfan pun menarik Azmi untuk pindah tempat duduk dan Lily pun menahan Azmi supaya tidak pindah


"minggir gak lo" ucap Irfan yang menarik Azmi


"engga boleh, dia tetap di sini" ucap Lily yang juga menarik Azmi


"dia teman aku dong, jadi terserah aku" jawab Irfan yang terus menarik Azmi


"dia kan juga taman aku, jadi aku juga berhak dong wleeek" ucap Lily yang juga menarik Azmi sambil mengejek Irfan


aksi tarik menarik tetap terjadi yang membuat Azmi kesal


"awassss lo berduaaa" ucap Azmi yang menghentakkan badannya supaya terlepas dari Irfan sama Lily


"gue bukan tali tambang" sambung Azmi lagi


"lu berdua yang pacaran, badan gue ya g sakit lo tarik-tarik gak jelas" bentak Azmi pada Lily dan Irfan


"lo bentak gue" ucap Lily dan Irfan bareng yang membuat Azmi terdiam dan yang lain ketawa


"kalian kenapa sih" tanya Harris


"tanya sama nih orang" ucap Lily judes


"kenapa Fan?tanya Lisa


" tadi di mobil dia masih kepikiran masalah kejadian yang menimpa Ica, jadi gue bilang sebelum Ica yang di bully juga sama si Riska......"cerita irfan panjang lebar


"dan dia cemburu gue bilang kek gitu"sambung Irfan setelah menceritakan semuanya


"dihh sape yang cemburu "ngeles Lily


"tapi wajar sih cewek cemburu kalau dengan cowoknya bilang gitu"sahut Alex yang menjadi kompor


"nih denger tuh kata teman lo" ucap Lily


"Lex lo bukannya bantuin gue malah jadi kompor sih" ucap Irfan sewot dan kesel


"gue setuju sih apa kata Alex" sahut Harris


"tuh dengerin" ucap Lily


"lo bener-bener ya..." ucap Irfan dengan kesel namun di sela oleh Azmi


"gue laperrr taikkkk" teriak Azmi


"Fan kalau lo lagi emosi mending GO-FOOD aja sana"ucap Azmi


"apa hubungannya tolol" ucap Irfan


"eh ada lah, lo kan lagi emosi nih, jadi usahakan lo gak bawa barang yang berat-berat" ucap Azmi yang membuat semuanya kebingungan.


melihat semua orang kebingungan Azmi pun menjelaskan maksud


"gini-gini pak bos kan lagi emosi, nah pak bos gak boleh tuh bawa barang-barang yang berat, misalnya kayak kartu kredit nya, kan berat tuh banyak isinya di dalam, makanya mending GO-FOOD biar gak terlalu berat lagi" jelas Azmi yang mendapatkan toyoran dari Rizky

__ADS_1


"goblok si anjg" ucap Rizky sambil menoyor kepala Azmi yang membuat semua orang tertawa kecuali Lily dan Irfan


"udah lah Fan, cepetan pesan makanannya, gue laper beneran sumpah" ucap Azmi yang memegang perutnya


"lo kenapa gak pesan sendiri aja sih" ucap Alex


"tau nih anak gak modal jadi manusia" sambung Harris


"ya udah biar kita yang cewek masak aja ya" ujar Ica


"keburu gue mati kelaparan" ucap Azmi


"ya udah biar aku aja yang pesan makanannya" tawar Rani


"gak usah Ran" sahut Harris


"ahhhh pesan makanan aja dramanya kebanyakan gue laper taikkk" ucap Azmi kesel


"bos cepatlah" sambung Azmi lagi


"gak" ucap Irfan singkat


"bos..." ucap Azmi lagi namun si sela oleh Lily


"aku juga laper Irfan..... pesan cepat makanan nya" rengek Lily yang ternyata ia juga laper


"kamu leper sayang" uar Irfan dan di anggukin oleh Lily


"aku pesan sekarang ya" ucap Irfan dan di anggukin oleh Lily lagi


"ini nih ciri-ciri suami takut istri kelak, gue minta aja gak mau, pas di minta pacarannya aja cepat" kata Azmi


mendengar keributan di ruang anaknya dan teman-temannya. pak Bramantyo masuk ke dalam untuk melihat.


"kalian kenapa nak" tanya ayahnya Ica


"eh gak apa-apa kok yah" jawab Ica


"cuma ribut kecil om" sahut Rani juga


"suara kalian kedengaran sampai luar" ucap ayahnya Ica lagi


"heheheh gak apa-apa kok om, tadi ada drama dikit" ucap Rizky yang cengengesan


"kalian ini ada-ada aja" ucap ayahnya Ica sambil menggelengkan kepalanya.


"oh ya om sudah makan?" tanya Alex


"caelah ada yang nyari muka ni di depan calon mertua" ejek Azmi dan langsung di keplak oleh Rizky


pak Bramantyo yang melihat hal tersebut hanya bisa tersenyum, apalagi saat beliau melihat anaknya tertawa lepas.


"om belum makan, ini om mau masak kalian mau makan juga" tanya ayahnya Ica


"om gak usah masak, biar Irfan aja yang pesan makanannya" sahut Lily


"iya om biar saya aja yang pesan"sambung Irfan


" nak kamu sudah terlalu banyak membantu saya dan anak saya, terimakasih banyak"ucap pak Bramantyo


"gak perlu sungkan pak" jawab Irfan.


setelah menunggu beberapa menit akhirnya makanan yang mereka pesan sampe, mereka makan bersama.


sesekali Azmi juga mengejek Lily dan Irfan yang saling suap-suapan, padahal tadi baru saja berantem.


di meja makan Pak Bramantyo pun juga membuka obrolan dan mengatakan sesuatu yang sangat penting pada kamu.


"nak besok saya harus ke rumah Endah" ucap pak Bramantyo yang membuat Lily cs dan Irfan cs kaget.


"untuk apa yah?" tanya Ica


"mending jangan dulu deh om" ucap Lily


"ada hal penting yang harus saya ambil dari sana" jawab ayahnya Ica


"apa pak" tanya Irfan


"sebuah...


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo

__ADS_1


byebye....


......................


__ADS_2