AODRA & ASTA

AODRA & ASTA
LILY DAN IRFAN


__ADS_3

Di mobil Lily hanya diam karena keselnya, dan Irfan sesekali tersenyum melihat ekspresi Lily, akhirnya merekapun sampai ketempat tujuan mereka. Irfan memasukan mobilnya ke area rumah tersebut.


"yuk turun kita udah sampai"ujar Irfan


merekapun turun dari mobil, Lily heran melihat tempat tersebut yang nuansanya seperti rumah untuk laki-laki.


"excuse me man...,kita cari rumah buat seorang cewek bukan buat cowo" ucap Lily yang sudah masuk ke rumah tersebut


"kok rumah ini desainnya untuk cowok semua sih, lukisan motor, balapan, dan ini apa?" ucap Lily yang menunjuk kearah pojok yang ada pajangan peralatan mobil dan moge


"no...kita cari tempat lain,bisa-bisa Ica gak bakal betah tinggal di sini" ucap Lily yang beranjak pergi namun ditahan oleh Irfan


"kamu bisa gak sih dengerin aku dulu, jangan nyerocos mulu... sayang" ucap Irfan sambil menarik Ica kedekatannya


"ini markas aku sama anak-anak, emang sih nuansanya balapan semua karena itu hobi kita, dan aku berencana buat mengubah semuanya menjadi netral gitu, bisa buat cowok dan cewek juga" ucap Irfan yang menjelaskan semuanya ke Lily


"jadi Ica bisa tinggal di sini, dia boleh tinggal di tingkat satu nanti tingkat duanya tetap jadi markas kami, lagian kalau cari tempat lain susah, takutnya jauh dari sekolah kalau disini kan dekat paling kurang lebih 15 menit perjalanan. ini juga salah satu alasan kenapa aku berani nantang mak lampir dan mengiyakan Ica buat gak tinggal lagi di rumahnya" sambung Irfan menjelaskan semuanya kepada Lily


"btw makasih lo udah mau bantuin Ica sampai markas lo sama teman-teman lo pun lo ubah demi Ica, ya walaupun gue heran sih kenapa gak dari dulu lo bantuin dia, kenapa baru sekarang nunggu Ica sampai terlu..."cerocos Lily yang kemudian tangan telunjuk Irfan menempel di mulut Lily, yang membuat Lily diam


" karena sekarang ada kamu"ucap Irfan yang mendekat kearah Lily dan tersenyum jail


"eummm kapan nih kita renovasi tempat ini" ujar Lily sambil menjauh dari Irfan, dan membuat Irfan pun ketawa kecil


"paling besok udah di renovasi, kan cuma mindahin barang-barang ini ke atas dan yah cuma ngecat sama ngerapiin doang" jelas Irfan yang melihat sekelilingnya


"dan aku udah nyuruh orang kok buat besok, paling satu atau dua hari udah siap" jelas Irfan lagi dan Lily hanya mengangguki kepalanya.


"yaudah yuk kita balik, aku cuma mau nunjukin ini aja sama kamu" ucap Irfan yang mengajak Lily untuk pergi


"kamu mau langsung pulang atau gimana?" tanya Irfan


"aku ke rumah sakit aja deh, kayaknya aku bakal jagain Ica juga di sana, kan takutnya ibunya datang lagi"jawab Lily yang sudah keluar dari rumah tersebut


"terus orang tua kamu?"tanya Irfan yang sudah berada di mobil


"oh ya aku mau telpon dulu" ucap Lily yang mengeluarkan ponselnya dari tas


"iya bilang kamu ditemani sama pacar kamu juga"sarkas Irfan yang mulai menyetir mobilnya


" geer banget lo"ucap Lily

__ADS_1


"halo mah" ucap Lily di ponselnya


"iya sayang ada apa?kamu kok belum palang udah sore gini" tanya mama Fatya lewat ponselnya


"mah, Lily gak pulang ya, Lily bakal nemenin Ica di rumah sakit, soalnya dia di rawat di rumah sakit mah, karena ulah ibu dan saudaranya" ucap Lily


"ya ampun, terus keadaannya gimana sekarang? kok bisa sih? tanya mama Fatya bertubi-tubi


"ceritanya panjang mah, kalau Lily udah paling nanti Lily ceritain semua"ucap Lily


" ya udah sayang kamu hati-hati ya, nanti kamu aja Rita aja buat temenin kamu di RS sayang"ucap mama Fatya


"iya mah kak Rita emang bakal nginap di RS juga kok" ucap Lily


"tenang tante ada Irfan juga kok yang jagain Lily" ucap Irfan sambil tersenyum puas karena telah ngerjain Lily dari tadi


"Lily siapa tadi sayang? tanya mama Fatya lagi


" engga kok mah bukan siapa-siapa, nanti Lily telpon lagi ya mah byeee"ucap Lily dan langsung mematikan ponselnya


"ihhh lo resek banget sih" teriak Lily sambil memukul lengan Irfan


"btw lo sama Rita adah hubungan apa? kok lo panggil dia kak? dan Rita kan tinggal di rumah pak Irsyad Karl pemilik sekolah kita?" tanya Irfan bertubi-tubi


"jangan bilang lo anak dari bapak Irsyad Karl dan ibu Fatya Karl" sarkas Irfan lagi dengan ekspresi kagetnya


"lo harus janji sama gue, jangan kasih tau siapa-siapa" ucap Lily langsung mendekat kearah Irfan yang sedang menyetir


"whattt, jadi beneran? terus kenapa kamu keluar dari sekolah kamu sendiri" tanya Irfan yang tak habis pikir


"siapa bilang gue keluar dari sekolah, engga tau, tadi gak masuk karena males aja, dan gue juga pulang kemarin karena bosan" ucap Lily cemberut


mendengar hal tersebut Irfan tersenyum dia senang Lily tidak di keluarkan di sekolah


"terus kepala sekolah tau kamu anak dari pemilik sekolah?" tanya Irfan


"engga, yang tau cuma kamu dan Rita doang, dia juga yang maksa aku buat masuk ke sekolah ini" jelas Lily dan hanya di anggukin oleh Irfan


"pokoknya lo harus janji sama gue gak boleh ngasih tau siapa-siapa" ucap Lily lagi


"iya sayang..." ucap Irfan sambil mengelus rambut panjang Lily

__ADS_1


"kenapa sih manggil gue sayang terus" tanya Lily lagi


"karena gue suka"jawab Irfan sambil tersenyum


sampai setengah perjalanan Irfan dan Lily berhenti di minimarket untuk membeli snack dan minuman untuk dibawa ke rumah sakit. setelah selesai Irfan membayar mereka langsung menuju ke rumah sakit. di mobil Lily dan Irfan banyak ngobrol yang membuat keduanya sesekali tertawa dan Lily pun sesekali cemberut karena ulah Irfan.


akhirnya mereka pun sampai ke rumah sakit


dan masuk menuju keruangan rawat Ica


Klekkk suara pinta terbuka, melihat Lily dan Irfan yang datang dengan tangan Irfan penuh katong plastik yang terisi snack-snack dan minuman langsung mendapatkan ejekan dari Azmi


"cieee pak bosss nurut amat sama ibu boss" ejek Azmi


"diem lo, kalau engga mau gue tendang dari sini" jawab Lily sinis


mendengar hal tersebut langsung membuat Azmi diam dan langsung melihat kearah Irfan, dan Irfan hanya mengangkat bahunya yang berarti tak peduli sama sekali kalau Azmi di tendang ke luar.


"Ca gimana, udah enakan?tanya Lily ke Ica


"udah kok Ly" jawab Ica sambil tersenyum


"ya jelas udah enakan lah, kan ada ayang di samping" sarkas Lisa sambil tersenyum dan melihat kearah Alex yang tidak menjauh sedikitpun dari dekat Ica


mendengar hal tersebut membuat semua yang ada di dalam ruangan Ica ketawa, kecuali Ica dan Alex yang terlihat malu. tiba-tiba Alex mengajak Lily untuk bicara berdua, namun tidak di izinkan oleh Irfan.


"emm Lily gue boleh ngomong berdua sama lo gak?" ucap Alex kek Lily


"bole..." balas Lily namun langsung dipotong oleh Irfan


"gak boleh berdua, kalau ada gue baru bisa" ucap Irfan yang langsung menarik pinggang Lily


mendengar hal tersebut membuat seisi ruangan tertawa


"posesif amat sih boss" ucap Harris sambil ketawa


"gak jelas banget sih lo" ucap Lily sambil melepaskan tangan Irfan di pinggang nya


"yaudah ayolah, Fan kok mau ikut,ikut aja" ucap Alex dan keluar dari ruang Ica dan diikuti oleh Lily dan Irfan tentunya.


di Koridor rumah sakit akhirnya Alex memulai obrolan dengan Lily yang terus dikawal oleh Irfan

__ADS_1


__ADS_2