
Di saat yang lainnya sudah membalikkan badan untuk masuk ke kelas, tiba-tiba semuanya terkejut mendengar suara tamparan yang begitu keras
plakk.... suara tamparan yang begitu keras yang membuat orang melihat kearah suara tersebut
"keterlaluan kamu Amira, sampai kapan kamu mau begini terus, ngebully orang, ngejahatin orang, sampai kapan?" bentak Ica sambil menunjuk tangan ke arah Amira yang memegang pipi nya
"dari dulu kamu gak pernah berubah, kamu terus menghakimi orang, kapan? kapan kamu bakal berhenti melakukan hal-hal bodoh seperti ini" sambung Ica
"diam loe, loe berani-beraninya nampar gue, gue bakal aduin ini semua sama mam..."balas Amira yang membentak Ica juga dan di potong oleh Ica
"silahkan aduin, aku sudah terbiasa dengan perlakuan buruk kalian.siksaan yang kalian berikan dari aku kecil itu sudah menjadi makanan sehari-hari untuk aku, dan aku gak peduli lagi sekarang" bentak Ica lagi
"lihat ya loe, gue bakal buat perhitungan sama loe, gue gak bakal biarin loe ketemu sama orang tua kandung loe, gue bakal bilang mama buat nggak ngasih tau loe tentang orang tua kandung loe" peringatan dari Amira
"aku gak peduli Amira, dari dulu aku bertahan bersama kalian, cuma untuk satu hal, yaitu untuk mengetahui keberadaan orang tua aku yang terus di sembunyikan oleh ibu" ucap Ica yang menahan tangis
"tapi apa!, tidak ada tanda-tanda sedikit yang diberikan oleh ibu untuk aku mengetahui keberadaan orang tua aku" ucap Ica
"dan sekarang aku bakal cari sendiri orang tua aku, entah itu mereka sendiri ataupun hanya makamnya saja" sambung Ica lagi dan beranjak masuk kelas meninggal Riska cs yang masih membeku.
Amira ingin menyusul Ica ke dalam kelas namun di tahan oleh Riska
"berhenti mempermalukan diri loe sendiri, kita udah cukup malu hari ini " ucap Riska sambil menahan tangan Amira
"mending kita masuk kelas, kita belajar seperti biasanya. urusan cewek-cewek sampah itu nanti kita susun rencana untuk menyingkirkan mereka terutama Lily"sambung Riska lagi sambil masuk ke kelas dan duduk di kursinya.
di kursinya Lily tersebut memperhatikan Ica, amarah Ica tadi benar-benar amarah yang terpendam. Lily benar-benar penasaran apa sebenarnya yang terjadi di keluarga Ica, dan ia ingin sekali membantu Ica menemukan orang tua, dan yah, Lily akan mencari tau keberadaan orang tua Ica.
akhirnya guru masuk ke kelas
"selamat pagi semua" ucap Ibu guru tersebut yang bernama ibu Tari pemegang mata pelajaran musik
"pagi ibu.. " jawab semua siswa
"oh ya Lily apa benar yang kamu chat ibu semalam?"tanya ibu Tari pada Lily, yang membuat semua murid melihatnya penasaran
"benar bu...kami udah mikirin itu dari dulu cuma baru bisa kabarin ibu semalam" ucap Lily yang santai saat semua orang memperhatikannya bahkan dari teman-temannya, Irfan cs maupun tatapan sinis Riska cs
"kamu yakin?" tanya ibu Tari ragu dan melirik kearah Riska cs, karena beliau tau kelakuan Riska cs yang selalu mem-bully siswa lain yang ini membentuk grup musik, supaya tidak menyaingi mereka
Lily menganggukkan kepalanya
__ADS_1
"iya bu, dan nama grup kami ASTA bu" ucap Lily
mendengar hal tersebut semua siswa yang berada di situ paham apa yang dimaksud oleh Lily, Riska sangat marah dengan apa yang di dengarnya, sedangkan teman-teman Lily sangat senang, begitupun dengan Irfan cs
"baiklah Lily ibu sangat senang mendengarnya, karena ibu juga gelisah karena tidak ada siswa yang mau membuat grup musik, dan pelajaran musik pun terancam di hapuskan dari mata pelajaran sekolah" ucap Ibu Tari sambil melirik kearah arah Riska, yang membuat Lily langsung paham.
"mungkin ini awal bagi pelajaran ibu, siapa tau dengan adanya grup kami yang kedua bakla ada lagi murid lainnya yang mau buat grup juga" jelas Lily dan di anggukin oleh gurunya
proses pembelajaran pun berjalan seperti biasanya, terlihat Riska yang begitu menahan emosi nya dan langsung keluar kelas setelah bel berbunyi.
sedangkan di kelas semua teman-teman Lily dan Irfan cs mengerumuni Lily untuk menanyakan hal tadi.
"Ly serius kita bakal buat grup"tanya Lisa excited dan hanya di anggukin oleh Lily
"wah... senangnya" ucap Rani
"keren nih, gercep banget ibu bos" ucap Azmi sambil merangkul Irfan
"kalian berempat harus sering latihan pokoknya" ucap Rita
"kamu gak ikut Rit?tanya Ica dan Rita hanay menggelengkan kepalanya
padahal Rita sangat ingin bergabung cuma ia sadari siapa dia, dia hanyalah seorang anak dari pembantu yang di anggap keluarga oleh majikannya. dia tidak takut bergabung hanya akan membuat grup mereka nanti di cela banyak orang
"iya gue juga penasaran" sambung Harris dan di anggukin oleh semua teman-teman yang lain
"ASTA itu bahasa Latin yang artinya Bersinar Terang Seperti Bintang. aku pengen suatu saat kita semua bisa bersinar terang seperti Bintang" jelas Lily ya.g membuat semuanya kagum terutama Irfan yang begitu kagum dengan wanita yang benar-benar ia cintai
"dan di ASTA ada lima member, aku, Lisa,Rani,Ica dan kak Rita" ucap Lily
"kok aku? aku gak bisa Ly" ucap Rita
"Rita kamu bisa kok, mau ya gabung di grub" bujuk Ica yang kemudian di iyakan oleh Rita dan semuanya ikut senang.
"ya udah kita makan yok" ucap Rizky yang merangkul Lisa.
akhirnya mereka pergi ke kantin untuk makan. di lain sisi Riska ke ruang ibunya untuk mengadu
"mama kenapa mama engga keluarin si cewek sialan itu dari sekolah" ucap Riska sambil marah
"mama udah coba Riska tapi anak itu berani melawan mama, mama juga tidak tau kenapa dia begitu berani" ucap kepada sekolah
__ADS_1
"terus gimana mah, cewek sialan itu udah berani ikut campur urusan aku, berani merebut Irfan dari aku, sekarang dia berani untuk menyaingi aku, aku gak bisa gini mah" rengek Riska
"Riska sekarang kamu urus aja dulu mereka pelan-pelan, kita harus bersabar sampai Irsyad dan David datang ke sekolah ini" ucap kepada sekolah
"Irsyad bilang dia akan kesini dengan David dan dia akan menunggu David pulang ke Indonesia baru dia akan ke sekolah, pokoknya kamu sabar aja dulu" sambung kepala sekolah sambil mengelus pipi Riska.
mendengar hal tersebut Riska mulai tenang, dan dia keluar dari ruang mamanya untuk menyusul temannya yang menunggu nya di kantin.
sesampainya di kantin Riska melihat temannya duduk di meja biasa dan melihat Lily cs dan Irfan cs di sisi meja lainnya. dia begitu kesal melihat Lily dan Irfan saling suap-suapan dan akhirnya dia bergabung dengan temannya untuk makan
jam istirahat pun habis sehingga masuk ke jam pelajaran lagi, kelas XIa belajar dengan tenang sampai sesekali ada candaan yang di lontarkan oleh guru dan di sahut oleh Azmi yang membuat semua murid di kelas tertawa kecuali Riska yang terus melirik kearah Lily.
bel pulang pun berbunyi mereka membereskan bukunya untuk pulang, terlihat Riska langsung keluar dari kelas dan di ikuti oleh temannya di belakang
"aku sama Irfan duluan ya" ucap Lily
"cie....eheummm berduaan mulu" canda Azmi dan membuat semua teman-temannya tertawa
"aku sma Irfan gak ke markas, soalnya Irfan mau ngajak aku ketemu mamanya" ucap Lily yang membuat Irfan kaget sedang teman-temannya tersenyum senang. Lily langsung menarik Irfan yang masih kaku
"wihhh tumben Lily yang narik duluan,biasanya juga si bos" ucap Azmi
"gak sabar kali pengen ketemu calon mertua" ucap Harris dan di iringi tawa teman-temannya
"yaudah kita ke markas yu" ucap Alex
"pengen ke markas atau pengen ke tempat Ica" ejek Rita sambil tersenyum jail
"ya kan sambilan" ucap Alex nyengir
di mobil Irfan mulai menyetir mobilnya keluar dari gerbang sekolah
"sayang kamu beneran mau ke rumah aku?" tanya Irfan
"ya udah aku telpon mama aku dulu ya buat ngasih kabar kamu bakal ke rumah"sambung Irfan sambil mengambil ponselnya dan kemudian di tahan oleh Lily
"jangan,,, kita gak ke rumah kamu kok"ucap Lily yang melihat kearah Irfan
dan Irfan pun langsung menepikan mobilnya untuk berhenti
"ohhh kamu pengen berduaan sama aku ya hari ini" sahut irfan sambil tersenyum jail
__ADS_1
"ihhhh engga gitu Fannn" rengek manja Lily
"aku mau...