AODRA & ASTA

AODRA & ASTA
RENCANA


__ADS_3

Sesampainya ditempat tujuan, mereka melihat Lily dan Rita yang sudah duduk di kursi yang berada dibawah pohon yang besar.


"Lily, Rita" teriak Lisa sambil melambai tangan


"hei.." balas Lily yang semulanya raut wajahnya tersenyum berubah menjadi betek


"ngapain kalian kesini?"tanya Lily ke Irfan cs dengan wajah cuek


"gue diajak sama teman lo kesini,katanya sih sebagai tanda terimakasih karena udah nolongin dia" ucap Irfan santai yang membuat Ica,Rani dan yang lainnya terkejut


"iya kan I...ca" tanya Irfan lagi sambil tersenyum


"I..iya Ly aku yang ngajak Irfan dan teman-temannya kesini, gak apa-apakan" ujar Ica


"udah ahh mending duduk aja"sahut Lisa yang menarik kursinya untuk duduk


merekapun duduk semua, pandangan Irfan tak pernah pindah saat menatap Lily, Azmi yang melihatnya pun langsung mengejek Irfan


"aelah boss gitu banget ngeliat cewek" ejek Azmi, yang sontak membuat semuanya ketawa kecuali Lily


"bisa diam gak lo" ujar Irfan dengan nada dingin yang seketika membuat semuanya diam.


"Ly aku kangen tau sama kamu,kamu beneran gak mau berusaha supaya bisa masuk sekolah lagi" ucap Ica


"males bahas itu, ngomong-ngomong kalian berdua kenapa tadi di sekolah, sampai-sampai nih orang nolongin lo" tanya Lily pada Ica dan Rani


"ya biasa Ly tadi Ica di bully lagi sama Riska cs dan untungnya ada Alex,Irfan dan mereka juga "sarkas Rani


mendengar hal tersebut sontak membuat Lisa dan Rita marah


"mereka benar-benar ya, gak ada kapok-kapoknya,btw makasih hari ini kalian udah nolongin sahabat gue" ucap Lisa dan di angguk oleh Rita.


mereka banyak ngobrol di sana, semuanya bercanda dan ketawa karena ulah Azmi, namun Lily hanya tersenyum, jujur Lily baru kali ini melihat Ica ketawa lepas, sedangkan Irfan diam-diam mengambil ponselnya dan memotret Lily yang tersenyum, Alex yang mengetahui hal tersebut hanya tersenyum.


setelah lama mereka ngobrol dan saling bercanda Rita pun menyarankan sesuatu ke Lily,Ica Rani dan Lisa


"gue punya ide deh, gimana kalau kalian buat grup musik dance aja, kalian bertiga kan suka musik, dan Lily pun bisa ngedance jadi nanti Lily bakal ngajarin kalian dance" ujar Rita dan mendapatkan respon heboh dari para cowok


"gue setuju banget, soalnya kan di sekolah kita gak ada yang berani buat grup musik gitu karena si para cabe itu,mending kalian yang mulai, ya ngitung-ngitung buat motivasi murid lain juga gitu" ujar Rizky


"nah ini nih gue setuju sama si tolol ini, tumben amat lu pinter lol" nyablak Azmi


"sialan lo" balas Rizky sambil melemparkan botol plastik ke Azmi


"aku setuju, dari dulu kan kita pengen buat gitu cuma gak bisa selalu aja di gangguin oleh Riska cs" ujar Lisa


"bener banget aku juga mau" sahu Rani lagi


"tapi..kan Lily gak lagi sekolah di tempat kita, jadi kalau kita buat grup ya paling di luar sekolah aja,dan kita gak tau mau latihan dimana"ucap Ica dengan ekpresi lesu


mendengar penuturan Ica membuat semuanya diam, hilang semua semangat mereka, kecuali Rita


"udah kalian san.." ucap Rita namun di potong oleh Irfan


"kalian buat aja grupnya, tentuin nama grupnya buat tempat latihan kalian boleh pakai markas kami kok"


"gue setuju" ucap Haris dan Alex barengan dan di iyakan oleh Azmi dan Rizky.

__ADS_1


"beneran" ucap Lisa,Rani dan Ica barengan dengan full senyum dan hanya di anggukin oleh Irfan.


"gue gak mau, males banget harus ketemu dia tiap saat latihan" ujar Lily jutek


"eh gue niat mau bantu masa lo gini sih" ujar Irfan membalas ucapan Lily


"gue gak butuh bantuan lo" balas Lily lagi


"lo bisa gak sih jangan egois, mereka udah narok harapan lebih tau gak" ujar Irfan


mendengar penuturan Irfan Lily diam sambil melihat kearah sahabatnya. lalu ia menyetujui saran dari Irfan. tentu saja hal ini membuat Irfan senang, kali ini dia menang debat dengan wanita yang diam-diam ia sukai.


"udah ini kalian bayar makanan sama minumannya gue sama si cempreng mau cabut dulu" ujar Irfan yang mengeluarkan beberapa lembar uang 100 ribu dan menaruhnya di meja.


"sama gue? gak mau gue" ucap Lily namun bukan Irfan naman kalau tidak memaksa


Irfan langsung menarik Lily dan membawa Lily menjauh dari tempat duduk mereka tadi, Lily yang terus melawan akhirnya di angkat oleh Irfan. sontak hal tersebut membuat Rita, Lisa,Ica dan Rani kaget, namun tidak dengan teman-temannya Irfan yang hanya tertawa.


"pepet terus bos, jangan sampai lepas" teriak Azmi namun tak ada balasan dari Irfan yang sudah masuk ke dalam mobilnya.


"yaudah kita pulang yok" ucap Alex mengajak Ica pulang


"kamu plang aja duluan Lex, aku bisa pulang sendiri" ujar Ica


"udah ayok cepat, apa perlu aku gendong juga" ucap Alex


akhir merekapun pulang dengan diantar oleh para cowok.


pov Ica dan Alex sesampainya di rumah Ica


"Alex makasih ya udah mau nganterin aku, dan kamu juga udah bantuin aku hari ini" ujar Ica yang turun dari motor Alex dan melepaskan helmnya.


"gak usah Lex, aku..." ujar Ica namun dipotong oleh Alex


"gak ada bantahan, masuk gih" ucap Alex


mendengar hal tersebut Ica pun masuk ke dalam rumah dan Alex pun berangkat pulang.


saat masuk kedalam rumah Ica langsung disiram air oleh Amira dan ibunya, bahkan ibu Amira menjambak rambut Ica


brammm suara siraman air ke atas Ica


"ahh ibu, ibu kenapa nyiram Ica gini" ucap Ica yang kebasahan


"beraninya kamu pulang terlambat, dan pulang bareng laki-laki" ucap Ibu Amira sambil menarik rambut Ica sedangkan Amira menonton kejadian didepan matanya sambil menikmati cemilan dan sekali-kali mengompori ibunya


"ampunn bu,,, tadi Ica ketemu dulu sama teman Ica hiks..."jawab Ica sambil menangis dilantai


" bohong mah dia pergi tub sama cowok tadi, apalagi cowok tadi pacar aku mah, cuma dihasut aja tuh sama si anak getel ini"bohong Amira


"enggak bu..." ucap Ica sambil menangis


"kurang ajar kamu, kamu emang harus di kasih pelajaran"sahut ibu Amira sambil mengambil sapu dan memukul Ica


"ampun bu... ibu.. Ica mohon ampun.. sakit..bu" ujar Ica yang menangis histeris


diperjalanan Alex terus kepikiran Ica, entah kenapa perasaannya mulai tidak enak dan terus kepikiran Ica, ia pun balik menuju rumah Ica, sesampainya di rumah Ica dia mendengar suara teriak dan tangisan Ica,

__ADS_1


"rasakan kamu, ini biar tau rasa, anak gak tau diri udah dikasih tumpangan hidup malah kurang ajar" ujar ibu Amira sambil terus memukul Ica dengan gagang sapu dan di iringi tawa Amira


"ibu...." tangis Ica yang menahan sakit saat terus di pukul oleh Ibu Amira.


"Ica.. berhenti" ucap Alex yang langsung masuk ke rumah dan menghampiri Ica.


"Alex" ucap Amira yang kaget melihat Alex tiba-tiba di rumahnya lagi


"keterlaluan kalian,kalian memukul manusia seperti ini benar-benar menjijikkan" ucap Alex yang dipenuhi amarah


"Alex aku bisa jela.." bujuk Amira ke Alex namun Alex malah membentak Amira


"diam lo anj..ng,sialan lo, dia saudara lo, bahkan kalau lo gak anggap dia saudara lo, dia juga gak pantes lo giniin" mencaci Amira sambil memaku Ica yang menangis menahan kesakitan


"apa-apaan kamu ngebentak anak saya, ini bukan urusan kamu, mending kamu keluar dari rumah saya, sebelum saya telpon polisi" ujat ibu Amira


"silahkan telpon polisi, atau apa perlu saya yang telpon" Balas Alex yang benar-benar emosi


Alex pun akhirnya menelpon teman-temannya untuk Ica segera, sambil menunggu mereka datang Alex terus mengusap rambut Ica dan sesekali berdebat dengan ibu Amira dan Amira juga.


pov Irfan dan Lily


Lily terus mengoceh di dalam mobil sedangkan Irfan hanya diam dan fokus menyetir mobilnya sampai tiba-tiba ponsel Irfan berdering dan Irfan langsung mengangkat ponselnya.


"ada apa" udah Irfan di ponselnya dengan satu tanya terus menyetir


"oke gue kesana sekarang"Irfan menaruh ponselnya kembali dan langsung memutar mobilnya sehingga membuat Lily marah


"irfan.. lo apa-apaan sih,lo mau bunuh gue"sarkas Lily yang terkejut karena ulah irfan


"fan gue mau pulang, lo mau bawa gue kemana lagi"abung Lily lagi yang panik melihat Irfan yang nyetir dengan mengebut


"fan.. berhenti gak gue bilang" ucap Lily lagi


"lo bisa diam gak sih, teman lo Ica disiksa tuh sama ibunya dan Amira" jelas Irfan yang terus menyetir


mendengar hal tersebut sontak membuat Lily khawatir dan meminta Irfan langsung mengebut.


beberapa saat kemudian mereka pun sampai ke rumah Ica, semua anak-anak sudah sampai ke rumah Ica, Rita terus debat dengan ibunya Amira dan sesekali Amira ikut nimbrung


"bukan manusia lo, dia anak lo, meskipun anak angkat gak berhak lo buat gini" amuk Rita sambil sesekali melihat kearah Ica yang terkulai lemas di dalam dekapan Alex. terlihat pula Rani dan Lisa yang menangis di samping Ica


"diam kamu, kamu bukan siapa-siapa jadi gak perlu ikut campur" ujar ibu Amira


Rita yang ingin menjawab pun tidak jadi karena di sela oleh Lily yang baru sampai


"mending kita bawa Ica ke rumah sakit" ujar Lily dan di anggukin oleh Alex


"bawa masuk ke mobil gue aja" ucap Alex yang menatap dingin ke arah Amira dan ibunya


"taruh dia di sana jangan sekali kali kalian membawa dia keluar dari rumah ini" teriak ibunya Amira


Mereka sama sekali tidak menggubris kata dari ibunya Amira, Alex terus mengangkat Ica dan membawanya ke dalam mobil Irfan.


"kamu Ica, kalau keluar dari rumah ini jangan pernah kembalikan lagi" ucap ibunya Amira lagi


Lily ingin menjawab ucapan dari ibunya Amira namun di tahan oleh Irfan.

__ADS_1


"mulai sekarang Ica gak akan tinggal lagi disini, dan nanti bakal ada orang yang datang kesini buat ambil barang-barang Ica" sahut Irfan dengan wajahnya yang dingin dan merangkul Lily untuk keluar dari rumah Ica dan menyusul teman-temannya.


mendengar perkataan Irfan tadi Lily benar-benar di buat kaget sekaligus kagum. Akhirnya Ica pun di bawa ke rumah sakit dalam keadaan yang sangat lemah dan lebam lebam di badannya.


__ADS_2