
Pagi hari di rumah Karl
"kalian ngapain aja di rumah Rani sampai 2 hari gak pulang" tanya mama Fatya
"ini mah, kita lagi susun rencana mau ngapain aja kalau udah pergi ke pantai Whitehaven" ucap Lily yang berbohong
"iya bu.. saya,Lily dan yang lainnya lagi ngurus itu" sahut Rita sopan
"nanti malam kamu udah tunangan Ly, kamu udah nyari cincin nya sama Irfan?" tanya mommy Hyorin
"hari ini mau nyari mom, lagian kita juga udah nemu kok cincinnya, tinggal ambil aja nanti" sahut Lily
"baguslah kalau gitu, soalnya besok pagi mommy sama daddy akan balik ke Korea Ly, banyak klien daddy yang lagi nyariin daddy" ucap daddy David
"hah,,, daddy sama mommy mau balik?" tanya Lily yang terkejut
"iya sayang, mommy gak bisa meninggalkan pekerjaan mommy lama-lama, dan mommy dan daddy juga bakal ke sini lagi kok" ucap mommy Hyorin yang mengusap rambut Lily
"Klien daddy kamu selalu menelpon Ly, bahkan mereka tak memberikan papa dan daddy membahas pekerjaan di sini sedikitpun" sahut papa Irsyad
"aaaa Lily pasti bakal kangen lagi sama mommy dan daddy" ucap Lily yang memeluk mommy dan daddy nya.
"janji, libur kedepannya kamu ajak semua teman-teman kamu ke Korea" ucap mommy Hyorin
"wah enak nih gak ada mommy dan daddy lagi, bisa ganggu bocah terus" ucap Leon yang mengejek Lily
"dih apaan sih, tuh kan lihat tuh kelakuan kakak" ucap Lily yang kesel
"lah.. udah mau tunangan masih aja jadi tukang adu, manja...." teriak Leon dan pergi
"biarin.... jelek" balas Lily
di saat semuanya sedang asik mengobrol, Irfan pun sampai untuk menjemput Lily.
"permisi" ucap Irfan
"eh Irfan kamu udah datang mau jemput Lily iya" ucap mama Fatya
"iya mah, mau ambil cincin" sahut Irfan sopan
"wah mommy gak sabar nunggu besok malam" ucap mommy Hyorin sambil tersenyum
"papa, sama daddy mana?" tanya Irfan yang melihat kedua orang itu emang tak ada lagi di rumah
"baru aja ke kantor" sahut mama Fatya
"ya udah mah, mom, Lily berangkat dulu ya" ucap Lily yang berpamitan
"iya sayang hati-hati ya" sahut mommy Hyorin dan di anggukin oleh mama Fatya
"kak Rit, mbok Ani aku pergi dulu ya" ucap Lily
"iya neng hati-hati" ucap mbok Ani
"Hati-hati ya Ly" ucap Rita dam di anggukin oleh Lily
Lily dan Irfan pun berangkat ke mall untuk mengambil cincin yang sudah mereka pesan.
"aku gak sabar buat nanti malam" ucap Irfan
"aku biasa aja sih" ucap Lily yang membuat Irfan ngerem mobilnya mendadak
"hahhh, Irfan kamu kenapa sih" tanya Lily yang terkejut karena ulah Irfan
"sayang kamu gak senang buat acara kota nanti malam?" tanya Irfan sambil menatap Lily
"ya senang, tapi aku biasa-biasa aja" bohong Lily yang ingin menjahili Irfan
__ADS_1
"kok kamu gitu sih, kamu terpaksa ya tunangan sama aku?" tanya Irfan mode serius dan tatapan dinginnya
"iya terpaksa, terpaksa banget" sahut Lily yang ingin tertawa melihat ekspresi wajahnya Irfan namun iya tahan
"aku telpon mama sekarang kita batalin aja kalau kamu terpaksa" ucap Irfan yang menatap ke depan sambil mengambil ponselnya
"hahaha apaan sih, kok di di batalin" ucap Lily yang sudah ketawa dan memegang tangan Irfan yang ada ponsel
"gak lucu gak usah ketawa, ngapain tunangan kalau terpaksa, awas" ucap Irfan cuek dan menarik tangannya
"ihhh by... aku terpaksa mau tunangan sama kamu karena udah cinta banget..." ucap Lily yang membuat Irfan tak lagi menarik ponsel nya melainkan menatap Lily
"hahahaha, cie... yang langsung ngambek, ternyata ketua geng Aodra ini bisa ngambek juga ya" ejek Lily yang sekali-kali mencolek dagu Irfan yang menatapnya
"gak lucu" ucap Irfan yang kembali mengemudikan mobilnya
di dalam mobil Irfan membalas Lily dengan mendiamkan Lily, dia berpura-pura marah untuk mengerjai Lily.
mereka pun sampai ke mall, sebelum ke toko cincin itu mereka terlebih dahulu mampir di restoran sukiya yang ada di mall
"selamat datang mbak mau pesan apa?" tanya pelayan restoran sambil menyerahkan menu makanan
Lily pun melihat menu-menu dj restoran tersebut, kemudian ia memesannya
"mbak saya melty cheese gyudon satu" ucap Lily
"terus suami saya.. ini aja deh mbak tokyo chicken katsu ramen satu" sambung Lily yang melihat pelayan tadi terus melihat kearah Irfan, Irfan yang mendengar Lily memanggil nya suami langsung tersenyum
"eh iya mbak, minumnya mau apa?" tanya pelayan tadi yang salah tingkah
"saya minumnya mau macha latte, suami saya itu juga deh mbak" ucap Lily
"baik mohon tunggu sebentar" ucap pelayan tersebut kemudian meninggalkan Lily dan Irfan
"Hai istri" goda Irfan
"apaan sih" sahut Lily sambil senyum
"aaaa lepasin fan" ucap Lily
makanan yang mereka pesan pun sampai
"istri suapin dong" ucap Irfan manja di depan pelayan restoran yang sedang menaruh makanan di meja
"hussst diam" ucap Lily malu karena melihat pelayan tersebut senyum
"selamat menikmati" ucap pelayan tersebut dan pergi
Lily dan Irfan pun menikmati makanan mereka, sesekali Lily menyuapi Irfan begitu pun sebaliknya.
selesai makan dan membayarnya, Lily dan Irfan pun pergi mengambil cincin tunangan mereka.
"pak Koh saya mau ambil cincin nya" ucap Irfan pada penjual cincin
"eh mas Irfan, ini mas cincinnya di lihat dulu" ucap pak koh selaku pemilik toko
"bagus kan sayang" ucap Irfan pada Lily
"iya sayang bagus, aku suka" ucap Lily
"ya udah aku bayar dulu" ucap Irfan
"Pak koh ini udah oke" ucap Irfan
"baik mas, tunggu sebentar" ucap pak koh
Irfan pun membayar dan kemudian mereka berdua kembali ke rumah Karl.
__ADS_1
hari pun mulai sore Lily fan Irfan pun sampai ke rumah Karl, sesampainya di rumah Karl anak geng Aodra dan member Asta sudah berkumpul di rumah Karl untuk membantu keluarga Lily menyiapkan acara untuk nanti malam
"wahhh pemilik acara udah pulang tuh" sindir Azmi
"mereka enak-enak jalan-jalan, lah kita di suruh buat ngedekor ini" ucap Chandra
"berisik lo pada" ucap Irfan
"gimana udah beres kan?" tanya Irfan pada Alex
"udah, ini udah aman semua" sahut Alex
"Fan mending lo balik aja deh, istirahat karena acara nanti malam pasti bakal buat kalian capek" ucap Johan
"tuh dengerin kata orang yang lebih berpengalaman" ucap Chandra
"maksudnya udah pengalaman?" tanya Azmi
"gue kan udah tunangan juga sama Clara" sahut Johan sambil menunjukkan cincin di jarinya
"jadi lo sama adiknya Chandra udah tunangan?" tanya Harris
"iya sebelum Max ngehancurin Clara" ucap Johan yang mengepal tangannya
"Jo kamu sabar ya, nanti Clara pindahin ke sini aja kami bakal jagain Clara juga kok" ucap Lily
"iya nanti kita tambah tan lagi deh" sahut Ica
"makasih ya semuanya" ucap Johan
"ya udah Fan lo cabut gih" usir Azmi
"Har lo temenin Irfan" suruh Alex
"oke gue cabut dulu ya, yok fan" sahut Harris.
Harris oun menemani Irfan untuk pulang, sedangkan Lily juga masuk ke kamarnya untuk istirahat.
malam pun tiba, di rumah Karl di penuhi oleh tamu-tamu penting dan rekan kerja keluarga Karl dan keluarga Smith.
semuanya sudah pada ngumpul, papa Irsyad pun mulai berbicara.
"selamat malam semua" ucap papa Irsyad
"malam..." teriak semua orang yang berada di rumah Karl
"saya dan keluarga mengucapkan terimakasih banyak karena bapak-bapak dan ibu-ibu telah menyempatkan waktu untuk datang ke acara pertunangan putri dari keluarga Karl dan putra dari Smith" ucap papa Irsyad
"mulai malam ini hubungan antara Karl dan Jackson bukan hanya sebatas hubungan pekerjaan, melainkan hubungan yang lebih....
brakkkkkk
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...