AODRA & ASTA

AODRA & ASTA
MENOLONG IBU WATI PART 1


__ADS_3

"sayang kamu kenapa" tanya Irfan sambil mencoba untuk duduk


"sayang kamu kenapa?, kamu gak jadi beli makanan?,tanya Irfan lagi


"fan, aku harus ke rumah ibu Wati sekarang" ucap Lily yang membuat Irfan kaget


"hah, kenapa sayang, apa yang terjadi, kenapa tiba-tiba kamu ingin ke sana?" tanya Irfan bertubi-tubi


"Fan ibu wati dalam bahaya, mamanya Amira ingin membuat ibu wati menjadi gila dengan memberikan ibu wati obat penenang dengan dosis tinggi, aku harus menyelamatkan ibu wati sekarang juga" ucap Lily


"aku ikut, aku gak mau kamu pergi sendiri ke sana" ucap Irfan


"Fan kamu di sini aja, kamu lagi sakit" ucap Lily


"aku gak mau kamu menghadapi bahaya sendiri sayang, aku bakal ikut" ucap Irfan yang ingin menarik infus nya.


"gak-gak, fan please percaya sama aku, aku hanya akan menolong ibu wati dan aku akan membawa ibu wati kesini" ucap Lily


"kamu pikir aku bakal tenang di sini?, aku bakal terus khawatirin kamu sayang" bujuk Irfan


"tapi kamu sakit fan, lihat kepala kamu di perban" ucap Lily dengan raut khawatir


"aku udah sembuh. hey kamu dengerin aku, aku gak akan sanggup lihat calon istri aku dalam bahaya, aku gak mau itu terjadi" ucap Irfan.


"sayang kamu taukan ibu Endah itu berbahaya, dia licik. buktinya dia bisa membuat ayahnya ica mendekam di rumah sakit gila sampai belasan tahun" jelas Irfan


"sekarang kita berdua ke sana, kita selamatkan ibu wati dari wanita licik itu oke" ucap Irfan yang memegang pipi Lily


"tapi fan kamu..." ucap Lily yang di sela oleh Irfan


"aku udah gak apa-apa, aku baik-baik saja sekarang" ucap Irfan.


Lily pun memanggil dokter dan dokter pun mengizinkan Irfan untuk pulang. setelah infus Irfan di buka mereka langsung memesan taksi dan langsung pergi ke rumah ibu wati.


"pak ke alamat ini ya" ucap Irfan sambil menunjukan HP nya pada supir taksi.


"baik mas" sahut supir.


di dalam taksi Lily sangat tidak tenang, ia terus memikirkan keadaan ibu wati.


"sayang kamu tenang ya" ucap Irfan

__ADS_1


"gimana aku bisa tenang Fan, kamu taukan kalau bu Endah itu orang jahat" jawab Lily dengan panik.


"ya aku tau, tapi kamu harus tenang" ucap Irfan


"pak boleh lebih cepat gak, soalnya kita harus buru-buru sampai ke alamat itu" ucap Irfan pada supir taksi


"iya mas, ini juga udah ngebut banget" sahut supir taksi tadi.


Supir taksi langsung menancap gas mobil dengan cepat. dan setelah perjalanan yang memakan waktu selama -+ 30 menit, Lily dan Irfan pun sampai ke rumah ibu wati.


"pak saya minta tolong bapak tunggu kami di depan sana ya, kami ingin menyelamatkan seseorang di rumah itu" ucap Irfan pada supir taksi


"baik mas, saya akan tunggu di depan sana"ucap supir taksi itu


Lily dan Irfan terkejut saat melihat banyak orang-orang bertubuh besar yang mengawasi rumah ibu wati.


"by, apa perlu kita minta tolong sama kepala desa di sini?" tanya Lily pada Irfan


"kayaknya kita harus cepat bantu ibu wati deh, kalau kita ke tempat kepala desa yang ada masalah nya akan tambah ribet, apa lagi kita bukan orang sini" jelas Irfan


"ya udah kita dari belakang aja yuk" ucap Irfan yang berjalan pelan-pelan dan di ikuti oleh Lily.


Irfan dan Lily terus mengendap-endap supaya para orang-orang yang menjaga rumah ibu wati tidak melihat mereka.


"by lihat itu, itu ibu wati" ucap Lily


"shutt, kamu jangan berisik nanti kita ketahuan" ucap Irfan pada Lily.


"kayaknya kita harus masuk lewat jendela dapur deh" ucap Irfan


saat mereka ingin melihat jendela dapur, Irfan di kejutkan dengan kedatangan bu Endah, dan dengan cepat ia menarik Lily untuk duduk bersembunyi.


"shut.. bu Endah datang" ucap Irfan pelan sambil menarik Lily untuk duduk.


mereka pun mendengar pembicaraan antara ibu wati dan bu Endah. Lily sampai mengeluarkan air matanya saat mendengar ibu wati yang di paksa minum obat oleh bu Endah.


"lepas penutup mulut dia" ucap bu Endah yang memerintahkan orang suruhannya.


"gimana wati, apakah kamu masih ingin bungkam tentang keberadaan anak sialan itu" ucap bu Endah sambil tersenyum jahat


"aku sudah katakan Endah, aku tidak mengetahui keberadaan Ica. dan jika aku mengetahuinya aku tidak akan memberitahukannya padamu" ucap Ibu wati tegas.

__ADS_1


"kamu berbohong, kamu pasti mengetahui di mana anak itu tinggal, dia sudah mengambil surat rumah ku" bentak bu Endah


"tidak mungkin dia mengambil surat rumah itu. lagi pula Endah meskipun dia mengambilnya, bukankah dia mengambil surat rumahnya sendiri" ucap Ibu wati yang tersenyum sinis


"sialan, pegang dia, paksa dia untuk meminum obat ini" suruh bu Endah


"tidak, aku tidak mau, Endah lepaskan aku" teriak ibu wati yang memberontak dari dua suruhan bu Endah


"aku akan membuat kamu menjadi gila seperti Bram, hahahahha" ucap bu Endah sambil tertawa.


di luar Lily yang mendengarnya sungguh tak tega mendengar teriakan ibu wati, namun Irfan terus menggenggam tangan Lily.


"tutup lagi mulut dia, jangan berikan dia makan ataupun minum" ucap bu Endah pada orang suruhannya.


"lepaskan aku Endah, lepaskan" teriak ibu wati sebelum mulut nya kembali di tutup.


"kalian awasi wanita ini terus jangan sampai ia kabur" ucap bu Endah yang kemudian pergi.


melihat bu Endah dan kedua pengawalnya pergi, Irfan dan Lily pun melanjutkan aksi mereka untuk masuk ke rumah ibu wati.


"sayang kamu tunggu di sini, aku bakal masuk dan bawa ibu wati" ucap Irfan pada Lily dan di anggukin oleh Lily.


"kamu hati-hati ya" ucap Lily


Irfan pun menyelinap masuk ke dalam rumah ibu wati melalui jendela di dapur.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....


...****************...

__ADS_1


...****************...


...****************...


__ADS_2