AODRA & ASTA

AODRA & ASTA
RESMI PACARAN


__ADS_3

Ica pun sudah berada di depan pintu dan di saat dia membuka pintunya


"maaf nona saya cuma mau antar makanan" ucap seorang pria paruh waktu yang ternyata seorang Pengantar makanan GO-FOOD


"siapa yang pesan ya pak?" tanya Ica


"di sini tercatat atas nama Irfan, dan sudah di bayar" jawab bapak tersebut


"oh baik Pak, terimakasih ya pak" ucap Ica


"iya nona sama-sama, saya permisi dulu" ucap bapak pengantar makanan dan berlalu pergi.


Ica pun masuk kembali ke dalam rumah dan membawa makanan tadi


"Irfan kamu pesan makanan ya?" tanya Ica


"iya" jawab Irfan yang sedang memainkan game di ponselnya sambil rebahan di pangkuan Lily. yang pastinya Lily beberapa kali menyingkirkan Irfan dari pangkuannya namun tak berhasil.


Ica meletakkan makanan di tempat mereka berkumpul


"ya udah makan dulu yuk" ajak Ica


"btw makasih ya Fan" sambungnya lagi dan hanya di anggukin oleh Irfan


"wihh ini nih yang buat gue paling senang berteman sama kulkas lima pintu ini" ejek Azmi ke Irfan


"peka orangnya, tau jam-jam kapan buat makan" sambungnya lagi, sambil mengambil makanannya


"kamu mau apa sayang" ucap Lisa


"aku terserah kamu aja" balas rizky sambil tersenyum


"suapin aku Ly" ucap Irfan


"gak ada tangan" ketus Lily yang membuat Azmi tertawa


"males gue makan, gak laper" ucap Irfan ngambek dan pergi dari tempat tersebut. Irfan memang sudah dari tadi menahan keselnya di saat Lily selalu cuekin dia, tapi batas kesabarannya sangat tipis.


"dih dihhh bos mau kemana" tanya Azmi


"Fan makan dulu lah" ucap Harris namu Irfan tak menggubris dia malah pergi menuju balkon. dan Lily yang melihat hal tersebut juga merasa bersalah


"Ly kamu gak boleh gitu kasian Irfan" ucap Ica lembut


"iya Ly, lagian kan kejadian di kantin tadi bukan salah dia" sahut Rani yang membuat Lily lebih merasa bersalah lagi


"jujur gue baru kali ini lihat si bos bucin, dulu boro-boro dekat sama cewek, natap cewek aja pakai tatapan maut" sahut Azmi


"Ly loe gak bisa kasih kesempatan buat Irfan?" tanya Harris lagi


"jangan gara-gara pengacau tadi di kantin loe imbasnya ke Irfan" sambung Alex dan di iyakan oleh yang lainnya.


"Lily sana" ucap Rita yang meminta Lily buat nyusul Irfan


Lily berfikir sejenak sampai ia pun bangkit dari duduknya dan menyusul Irfan. sesampainya di balkon Lily melihat Irfan yang duduk kursi santai panjang sambil memainkan ponsel dengan wajah datarnya. Irfan yang menyadari kedatangan Lily pun mematikan ponselnya dan memejamkan matanya.


"Fan gue..guee minta maaf kalau sikap gue buat loe marah" ucap Lily yang berdiri di samping kursi yang di duduki Irfan


Irfan masih enggan menjawab

__ADS_1


"loe beneran cuekin gue Fan?,gue tau gue keterlaluan gak seharusnya nyalahin loe atas kejadian di kantin tadi, cuma gak tau kenapa gue emosi aja lihat itu...lihat... loe dipeluk sama Riska" jelas Lily dengan gugup


mendengar hal tersebut membuat Irfan tersenyum dalam hatinya, dia sangat senang mendengar ucap Lily yang tidak langsung dia mengakui bahwa dia cemburu. namun Irfan tetap pura-pura tidak mau menjawabnya


"ihhh Irfan jawab dong, kalau engga gue pergi aja deh" ucap Lily yang kembalikan badannya namu tangan nya di tarik Irfan sampai terjatuh ke atas Irfan.


"kamu harusnya bajuk aku terus bukan malah pergi Ly" ucap Irfan pada Lily yang terduduk di atas pangkuannya


Lily ingin berdiri dan pindah tempat duduk namun di tahan oleh Irfan, yang membuat Lily menyerah dan tetap duduk di atas pangkuannya Irfan


"aku mau maafin kamu tapi ada syaratnya" ucap Irfan yang menatap Lily


"kok ada syaratnya sih" jawab Lily


"kalau kamu gak mau nerima syaratnya dari aku ya udah, sana pergi" ucap Irfan


"ya udah apa syaratnya" tanya Lily


"pertama gak ada kata gue loe lagi, yang ada aku dan kamu" ucap Irfan


"kedua hari ini kita resmi pacaran, aku capek cuma pacaran sebelah pihak doang" ucap Irfan lagi


"dan yang ketiga gak ada bantahan kamu harus setuju" ucap Irfan lagi yang tak mau di bantah


"maksa banget sih jadi cowok, lagian kita baru kenal beberapa bulan gimana bisa pacaran" ucap Lily


"Ly gue serius, gue gak main-main. kamu bisa tanya sama anak-anak lain, apakah aku pernah ngejar cewek sampai begini" ucap Irfan tulus


Lily diam sejenak, karena tadi temannya Irfan juga sudah menceritakan semua tentang Irfan, dia juga tidak melihat kebohongan dari mata Irfan, yang ia lihat hanyalah ketulusan yang membuat hari Lily benar-benar tak karuan


"hei gimana?" tanya Irfan lembut sambil merapikan rambut Lily


"apa?, aku gak dengar, ngomong yang jelas dong" ucap Irfan yang menjahili Lily


"aku mau Irfan tukang maksa" ucap Lily ya g membuat Irfan memeluknya dan tertawa


"makasih ya Ly, aku gak bakal bikin kamu kecewa" ucap irfan yang di anggukin oleh Lily sambil tersenyum.


"ya udah ayok makan, aku laper" ajak Lily


"ayok sayang" ucap Irfan sambil mencubit pipi Lily.


akhirnya Irfan dan Lily masuk ke dalam lagi untuk makan, namun saat mereka masuk yang lainnya sudah selesai makan, hanya tinggal makanan milik Lily dan Irfan di sana.


"lama amat sih bos, jadi kita makan duluan" ucap Azmi


"siapa yang nyuruh kalian nungguin kita" ucap Irfan datar sambil duduk dekat Lily


"geser kali dikit, jangan dekat-dekat amat" sindir Alex


"loe gak sadar diri ya" bala Irfan singkat


"suapin aku" ucap Irfan yang manja ke Lily


melihat Irfan yang seperti tadi sontak membuat semuanya bengong terutama teman Irfan, seorang ketua gank motor yang tegas, dingin bisa manja seperti itu.


Lily dan Irfan pun menghabiskan makanan mereka, di karenakan sudah jam 4 sore semuanya pamit pulang ke rumah masing-masing kecuali Lisa yang menemani Ica di markas.


Lily pulang dengan Rita, padahal Irfan mau mengantarkan Lily pulang, cuma Lily memilih pulang dengan Rita. sesampainya di rumah Lily langsung masuk ke kamarnya untuk mandi dan ganti pakaian. tepat pada malam hari di ruang keluarga Lily dan menceritakan tentang rencananya dan teman-temannya untuk menyelidiki tentang kasus bundir siswa.

__ADS_1


"pa, ma, Lily mau sama teman-teman punya rencana pengen menyelidiki kasus bundir siswi di sekolah kita" ucap Lily


"iya om, tan, kami juga berencana membongkar kebusukan Kepala sekolah" sambung Rita


"papa sih setuju setuju aja, asal kalian berhati-hati" ucap papa Irsyad


"iya kalian berdua hati-hati ya, jangan terlalu membahayakan diri" ucap mama Fatya


dan di anggukin oleh Lily dan Rita


"nak Lily harus ekstra hati-hati ya nak, Rita juga jangan terlalu jauh, sampai membuat kalian dalam bahaya" sahut ibu Ani


"iya nak, Rita juga harus berjanji sama bapak dan ibu buat jagain nak Lily" ucap bapak Rido


"iya Pak, buk, Rita bakal jagain Lily kok" jawab Rita sambil tersenyum


"alah, palingan juga aku yang jagain kak Rita" ucap Lily yang membuat keluarganya dan orang tua Rita ketawa.


setelah berbicara banyak hal mereka pun kembali ke kamar masing-masing dan tidur.


keesokan hari ini Lily berangkat ke sekolah seperti biasanya. sesampainya di sekolah dia di sambut oleh kepala sekolah dengan ekspresi wajah sinis.


"kamu benar-benar tidak keluar dari sekolah ini" ucap kepala sekolah di yang berdiri tepat di lorong sekolah menuju ke ke kelas Lily


"kan saya sudah bilang, saya hanya akan keluar dari sekolah ini kalau pemilik sekolah ini langsung yang mengeluarkan saya" ucap Lily santai


"oke kalau itu mau kamu, kamu minta di permalukan di depan banyak murid, saya akan minta pemilik sekolah untuk mengeluarkan kamu hari ini dari sekolah ini" ucap kepala sekolah dan pergi.


Lily hanya tersenyum dan melanjutkan jalan ke kelas. sesampainya di kelas iya berpapasan dengan Riska cs.


"ada pelakor murahan nih" ucap Keisha


'Kira-kira om-om nya tau gak ya, dia ngerebutin pacar orang disini"sambung Amira sedang Riska hanya menatap Lily dengan penuh kebencian


"minggir gue males debat sama loe loe pada" ucap Lily cuek


"loe kasih apa ke Irfan, sehingga baru kenal udah pacaran" ejek Riska


"kasian banget ya, udah lama kenal tapi kalah sama orang yang baru di kenal" sarkas Lily sambil tersenyum


"makanya Intropeksi diri, tanya sama diri loe sendiri apa yang salah dengan loe, terutama kelakuan loe" sambung Lily


mendengar hal tersebut Riska sangat marah dan mendorong Lily sampai terjatuh dan menjambak kuat rambut Lily yang tangannya di pegang oleh Amira dan Auren. melihat Lily yang di jahatin membuat Irfan cs, teman-teman Lily dan anak kelas menoleh kearah keributan


"akkkhhhh lepasin gue" tegas Lily yang kesakitan


"gak bakal, gue bakal hajar loe" teriak Riska


"Riska lepasin pacar gue" teriak Irfan yang melepaskan tangan Riska dari rambut Lily


"loe mau apa sih" ucap Alex


"dia udah rebut Irfan dari gue, gue gak terima" ucap Riska


"diam loe, sekali lagi loe nyakitin pacar gue, awas loe" ancam Irfan dan membawa Lily masuk ke kelas.


di saat yang lainnya sudah membalikkan badan untuk masuk ke kelas, tiba-tiba semuanya terkejut mendengar suara tamparan yang begitu keras


plakk.... suara tamparan yang begitu keras

__ADS_1


__ADS_2