
Ohhh kamu pengen berduaan sama aku ya hari ini" sahut irfan sambil tersenyum jail
"ihhhh engga gitu Fannn" rengek manja Lily
"aku mau mau bantuin Ica buat nemuin keluarga dia lagi" ucap Lily
mendengar hal tersebut membuat Irfan semakin kagum terhadap wanitanya
"aku salut deh sama kamu, kamu orangnya benar-benar tulus, kenapa gak dari dulu aja kamu sekolah bareng Ica" ucap Irfan sambil tersenyum
"jadi kamu punya rencana apa?" tanya Irfan lagi
"jadi gini, kita cari tau dulu sama orang-orang sekitar rumah Ica yang dulu, gimana?ucap Lily
"ya udah aku setuju, kita coba aja dulu. Mudah-mudahan ada hasilnya" ucap Irfan yang mulai menyetir mobilnya
kurang dari 20 menit akhirnya mereka sampai ke daerah rumah Ica yang dulu. dari mobil Lily dan Irfan melihat seorang ibu paruh baya keluar dari rumah lama Ica.
Tiba-tiba keluar ibunya Amira dan berdiri di depan pintu sambil mencaci ibu paruh baya tersebut. melihat ibunya Amira sudah masuk ke dalam dan menutup pintu rumahnya, Lily dan Irfan pun memarkirkan mobilnya agak jauh dan menyusul ibu paruh baya tersebut.
"permisi bu" ucap Lily pada ibu tersebut yang mau masuk ke rumahnya
"iya nak ada apa ya, kalian cari siapa?" tanya ibu tersebut
"engga bu, kami cuma pengen ngobrol bentar sama ibu boleh tidak?" tanya Irfan
"ngobrol sama saya?, ada apa ya?tanya ibu itu lagi
"jadi gini bu, kami ini sahabatnya Ica, kami mau bantuin Ica buat nyariin keberadaan orang tua aslinya"jelas Lily yang membuat ibu tersebut syok dan langsung menarik Lily untuk masuk ke dalam rumahnya
"masuk-masuk nak, silahkan duduk"ucap ibu tersebut
"sebelumnya perkenalkan saya Wati, saya tadi ke rumahnya Ica buat ketemu sama si Endah buat nanyain keberadaan Ica namun mereka malah mengusir saya" ucap ibu Wati dengan sedih
"ibu saya Lily dan ini Irfan teman saya, kami kesini mau cari tau tentang orang tua kandung Ica, makanya saya kesini dulu siapa tau nemuin informasinya" ucap Lily dan di iyakan oleh Irfan
__ADS_1
"tunggu nak tunggu dulu di sini" ucap ibu Wati sambil beranjak pergi dan selang beberapa menit kembali lagi dan membawa foto dan selembar surat
"ini lihat lah, ini foto saya dan Lia dulu" ucap ibu Wati
"ibu Lia ini siapa?terus apa hubungannya dengan hal yang kami cari" tanya Irfan
"ini ada Juliana ibu kandungnya ica" jelas ibu tersebut yang membuat Lily kaget
"dan ini baca surat ini"ucap ibu Wati dan memberikan surat tersebut ke Lily
Lily dan Irfan pun membaca isi surat tersebut
𝘪𝘴𝘪 𝘴𝘶𝘳𝘢𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘣𝘶𝘵....
( 𝘩𝘢𝘭𝘰 𝘞𝘢𝘵𝘪, 𝘐𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘩𝘢𝘣𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘚𝘔𝘈 𝘑𝘶𝘭𝘪𝘢. 𝘞𝘢𝘵 𝘢𝘬𝘶 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘶, 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘭𝘪𝘴 𝘴𝘶𝘳𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘢𝘪𝘳 𝘮𝘢𝘵𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘴𝘢𝘩𝘪 𝘱𝘪𝘱𝘪𝘬𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘥𝘢𝘯𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘯𝘨𝘦𝘮𝘦𝘵𝘢𝘳.
𝘞𝘢𝘵 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘭𝘪𝘯𝘨𝘬𝘶𝘩 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘦𝘮𝘱𝘶𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘪𝘯𝘨𝘬𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘶𝘮𝘶𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘐𝘤𝘢, 𝘣𝘦𝘵𝘢𝘱𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘤𝘶𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨, 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘥𝘳𝘵 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪𝘬𝘶 𝘢𝘵𝘢𝘴 𝘩𝘢𝘴𝘶𝘵𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘪𝘯𝘨𝘬𝘶𝘩𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢.
𝘞𝘢𝘵𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘢𝘶 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘭𝘪𝘯𝘨𝘬𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪𝘬𝘶? 𝘌𝘯𝘥𝘢𝘩, 𝘞𝘢𝘵, 𝘌𝘯𝘥𝘢𝘩 𝘢𝘥𝘦𝘬 𝘭𝘦𝘵𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘳𝘪𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘣𝘶𝘭𝘭𝘺 𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘳𝘪𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘴𝘪𝘬𝘴𝘢 𝘥𝘪 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢. 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘌𝘯𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨, 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱 𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘢𝘥𝘪𝘬 𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘤𝘶𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘬𝘶, 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘌𝘯𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘬𝘶 𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪, 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘣𝘶𝘵 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪𝘬𝘶.
𝘞𝘢𝘵𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘩 𝘢𝘵𝘢𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭 𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘴𝘪𝘯𝘪 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘫𝘢𝘶𝘩 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘬𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘫𝘢𝘨𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘶 𝘐𝘤𝘢
𝘞𝘢𝘵𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘪𝘬𝘶 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘦𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘳𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘶, 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨, 𝘭𝘦𝘣𝘢𝘮 𝘥𝘪 𝘵𝘶𝘣𝘶𝘩𝘬𝘶, 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘪𝘳𝘪𝘴, 𝘪𝘴𝘢𝘬𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘪𝘴 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘢𝘺𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘶𝘬𝘶𝘭 𝘬𝘶, 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘤𝘶𝘳. 𝘞𝘢𝘵𝘪 𝘵𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘪𝘢𝘥𝘢 𝘫𝘢𝘨𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘬𝘶 𝘐𝘤𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘬𝘶.)
^^^(𝘑𝘶𝘭𝘪𝘢𝘯𝘢)^^^
setelah membaca surat tersebut Irfan sangat syok dan Lily mengeluarkan air matanya, dia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan ibunya Ica saat itu.
"saya bisa merasakan perasaan Lia waktu itu, takut dan sakit bahkan bercampur aduk menjadi satu" ucap Ibu Wati dengan tatapan kosong dan air mata turun ke pipinya.
"saat Ica di siksa, di perbudakan oleh Endah saya benar-benar tidak dapat membantunya, saya hanya bisa memeluk Ica saat dia menangis sendiri di belakang rumah" cerita ibu Wati
"bu apa yang terjadi kepada ibu Lia setelah itu, dan di mana beliau sekarang?" tanya Lily
"dia sudah tiada, dia meninggal saat mobilnya mengalami kecelakaan. pada saat saya mendapatkan surat dari Lia, saya langsung datang kesini, dan sesampai di sini saya melihat rumah Lia di penuhi banyak orang yang sedang melayat dan Ica yang menangis, dan dengan jelas saya melihat Endah berpura-pura sedih"cerita ibu Wati
__ADS_1
"bu kenapa Ica tidak mengetahui tentang ibunya?" tanya Irfan
"Ica terus mencari di mana keberadaan ibu dan ayahnya, disaat itu Ica masih sangat kecil , rasa trauma di hidupnya membuat dia lupa akan masa kecilnya"ucap Ibu Wati
mendengar hal tersebut membuat Lily mengeluarkan air matanya lagi, sungguh miris nasib Ica
"ibu boleh saya tau di mana makam ibu Lia, saya pengen ngasih tau ke Ica, kasian Ica yang terus nyari keberadaan ibunya, bahkan dia rela di jadikan pembantu di rumahnya sendiri" ucap Lily yang membuat ibu Wati diam
"bu saya janji saya akan jagain Ica saya akan menjelaskan kepada Ica secara perlahan, saya mohon bu.. izinkan saya memberitahukan ke Ica tentang ibunya" ucap Lily yang memohon ke ibu Wati
mendengar hal tersebut ibu Wati menjadi yakin bahwa Lily merupakan orang yang bisa ia percaya untuk menjaga anak dari sahabatnya.
"baiklah saya izinkan kalian melihat makan Lia" ucap Ibu Wati
"ayok ikut saya, tapi jangan sampai Endah tau kalian bersama saya, saya takut dia curiga, ayok kita pergi lewat belakang saja" ucap Ibu Wati dan di iyakan oleh Irfan dan Lily
Ibu Wati pun membawa Irfan dan Lily ke makamnya ibu Lia, mereka berjalan lewat belakang rumah ibu Wati yang banyak ranting-ranting kering yang membuat Lily terluka di kaki dan pahanya. Irfan yang melihat hal tersebut khawatir terhadap pacarnya.
"ibu apakah tidak ada jalan lain u tuk menuju makamnya" tanya Irfan sambil memegang Lily
"ini jalan yang ibu tempuh selalu untuk menuju ke makam Lia, supaya Endah tidak tau ataupun tidak mengikuti" jawab ibu Wati
"kenapa begitu bu" tanya Lily
"sebenarnya Endah sendiri tidak mengetahui di mana makam Lia, saat Lia di makamkan Endah tidak datang dengan alasan Amira yang sakit" jelas ibu Wati
"pada saat itu yang datang bram suami Lia yang merupakan ayah kandung Ica, saya yang menggendong Ica yang menangis memanggil ibunya dan warga-warga lainnya" jelas ibu Wati lagi
"Endah memberitahukan kepada Ica bahwa dia mengetahui di mana keberadaan ibu dan ayah Ica hanya untuk memperalat Ica. makanya jika saya ingin ke makam Lia saya akan pergi lewat sini" sambung ibu Wati lagi yang benar-benar membuat Lily dan Irfan terdiam
"makanya dengan ini saya mohon jaga Ica, bantu dia dari ibu dan saudara tirinya yang jahat itu, dan saya sangat yakin kecelakaan yang di alami Lia bukanlah kecelakaan biasa melainkan ada orang di balik semua itu" sambung ibu Wati lagi sambil terus berjalan dan di ikuti oleh Lily
"ibu percaya sama kami, kami bakal mencari tau semua kebenarannya dan membalas perbuatan ibu Endah dan Amira" ucap Lily yang mengelus punggung ibu Wati untuk menenangkan beliau
"ini yang membuat saya yakin nak, kalian bisa menjaga Ica, pada saat kejadian Ica hari itu saya ke pasar sampai tidak tau apa yang terjadi, sampai malam saya menunggu Ica yang datang ke rumah saya namun tak kunjung datang, hal tersebut membuat saya khawatir dan mencari tahu keadaan Ica ke rumah nya. karena engga biasanya dia tidak datang ke rumah saya"cerita ibu Wati
__ADS_1
"pada saat saya mau ke rumahnya saya bertemu dengan para tetangga dan mereka menceritakan semuanya kepada saya, dan saya yakin kalian adalah orang yang membantu Ica saat itu. saya sangat khawatir saya mencari Ica di beberapa rumah sakit kecil di daerah sini, sampai saya tau Ica di rawat di rumah yang besar dan saya ke sana, di saat saya ke sana kata orang rumah sakit Ica sudah pulang"sambung ibu Wati
tiba-tiba brukkkk suara jatuh...