
Mereka pun mengambil ponsel mereka masing-masing dan melihat video tersebut.
isi video tersebut terlihat Lily yang sedang berbicara dengan seorang bapak-bapak di dalam salah satu ruang pasien, bapak itu adalah pak Bramantyo, menemuinya untuk meminta maaf atas yang terjadi terhadap Ica.
pov isi vidio
"pak saya minta maaf, gara-gara saya Ica masuk ke rumah sakit.. hiks...hiks.." ucap Lily sambil menangis dan memegang tangan pak Bramantyo yang masih di infus
"Ica di rumah sakit?" tanya pak Bramantyo dan Lily menganggukkan kepalanya
"saya memberitahu kepada Ica tentang bapak dan ibu Lia, kemudian Ica pingsan dan di larikan ke rumah sakit ini" cerita Lily yang air mata masih mengalir di pipinya
mendengar hal tersebut pak Bramantyo pun mengusap air mata Lily dan mengusap rambut Lily
"nak saya sangat beruntung Ica bisa mendapatkan teman seperti kamu, kamu tidak perlu minta maaf kepada saya, kamu melakukan hal yang benar nak, kamu hanya mau membantu saya bertemu dengan Ica dan kamu bermaksud mewujudkan impian Ica ingin bertemu dengan saya dan ibunya, walaupun kenyataannya berbeda seperti yang dia harapkan "jawab pak Bramantyo dengan lembut
" kamu tidak perlu bersedih nak, saya yakin anak saya Ica akan baik-baik saja. namun jika memang dia dalam keadaan yang tidak baik maka saya lah yang bersalah, bukan kamu"ucap pak Bramantyo lagi yang mengeluarkan air matanya
"tidak pak, bapak jangan ngomong begitu, apa yang bapak lakukan di masa lalu merupakan perjuangan besar yang di lakukan oleh seorang ayah terhadap keluarganya" ucap Lily
"bapak sekarang istirahatlah saya akan melihat kondisi Ica, teman-teman juga menunggu Ica di sana, jadi saya akan menyusul mereka"Bohong Lily sambil merapikan selimut yang menutupi tubuh pak Bramantyo
back to Irfan dan lainnya yang sedang melihat rekaman yang di kirim Rita. sedangkan Rita mengikuti Lily lagi karena ia yakin Lily masih sedih dan tak akan kembali ke tempat Ica di rawat.
"kalian lihat, orang yang di video tersebut adalah pak Bramantyo ayah Ica, dia yang di sekap di RSJ oleh bu Endah dan Amira" ucap Irfan
"Lily berjuang untuk menyatukan Ica dengan ayahnya, sedangkan loe berdua malah menyalahkan Lily atas pingsannya Ica" sambung Irfan
"loe Lex, loe benar semenjak gue kenal Lily gue jadi bego, saking begonya gue sampai mau ngedukung dan nemenin Lily buat nyari keluarga kandung cewek yang loe suka, dan ini balasan dari loe, BENTAKAN untuk Lily"ujar Irfan sambil menunjuk ke arah Alex
"dan loe Ran, gue tau loe gak bisa lihat Ica dalam keadaan bahaya, tapi harusnya loe mikir dulu sebelum bertindak, Lily bukan orang yang bakal bawa Ica dalam bahaya, Lily orang yang mengeluarkan Ica dari bahaya maupun masalah, camkan itu. dan mulai detik ini gue gak bakalan izinin Lily buat ngurusin masalah Ica lagi" ucap Irfan yang beralih ke Rani dan kemudian pergi
Rani dan Alex benar-benar merasa bersalah mereka menyesal telah menuduh dan membentak Lily yang jelas-jelas sangat peduli pada Ica.
ingin rasa Rani dan Alex menembus rasa penyesalannya dengan segera minta maaf pada Lily, namun satu sisi mereka masih belum tenang sebelum dokter keluar dari ruangan Ica dan mengatakan bahwa Ica baik-baik saja.
dan kini mereka benar-benar mengakui bahwa penyesalan akan datang belakangan
pov Lily
__ADS_1
Lily sedang duduk melamun dengan air mata jatuh di pipinya, tiba-tiba terdengar suara Rita dari belakang
"maafin aku ya, seharusnya aku gak maksa kamu buat dekat sama Ica dan teman-temannya" ucap Rita sambil duduk di samping Lily
"kak Rit, kakak gak perlu minta maaf kali, aku gak apa-apa kok" ucap Lily sambil menyapu air matanya
"lagian yang dikatakan oleh Rani dan Alex benar kok, aku yang salah dalam kejadian ini" ucap Lily dengan tatapan kosong
"kamu gak salah Ly, kamu cuma kasian sama Ica makanya kamu melakukan hal ini, kamu juga terluka gara-gara mencari tau tentang keluarga dia, kalau aku tau sikap Rani yang gak tau terimakasih, aku gak bakalan biarin kamu dekat sama mereka, bahkan aku gak akan minta kamu buat pindah ke High School Harapan "ucap Rita
"shutt kakak gak boleh ngomong gitu dong, lagian wajar kan Rani marah sama aku, karena dia khawatir sama Ica kak" ucap Lily menenangkan Rita
"kalau gitu wajar juga kan kalau aku marah dan ngelarang kamu buat gak usah membantu mereka lagi, karena aku juga gak mau kamu di salahkan Ly" ucap Rita
"Ly, aku udah berjanji pada diri aku sendiri, pada ibu dan ayah aku, kalau aku bakal jagain kamu, karena keluarga kamu telah banyak membantu keluarga akau, bahkan keluarga kamu menganggap kami seperti bagian dari keluarga kalian" sahut Rita
"jadi aku gak bakal biarkan Rani dan Alex ngebentak kamu kayak tadi lagi" sambung Rita
"udah lah kak, gak boleh gitu. lagian aku ikhlas kok bantuin mereka" ucap Lily
ketika Rita ingin menjawab lagi tiba-tiba Irfan meminta Rita untuk meninggalkan Lily berdua dengan dia
"males gue, mending di sini" ucap Rita
"udah sana ah"usir Irfan
"di sana kan ada Azmi, cepat sana"usir Irfan lagi yang membuat Rita pergi dengan kesal dan Lily ketawa
"gitu dong ketawa, jangan nangis kaya tadi jelek tau" ucap Irfan yang duduk di samping Lily sambil mencubit pipi Lily
"dih kalau jelek ngapain ngejar-ngejar aku" ucap Lily cemberut
"kan waktu aku ngejar kamu, aku gak pernah lihat kamu nangis"ucap Irfan lagi sambil ketawa jail
"jadi maksud kamu kalau aku jelek kamu gak bakal suka sama aku" rengek Lily sambil memukul lengan Irfan dan Irfan pun mengangguk kepalanya sambil tertawa
"ihhhh ya udah sana sama Riska si cewek paling cantik di sekolah, ngapain di sini sama aku cewek jelek" ucap Lily cemberut
"gak ah sama dia lebih jelek lagi" ucap Irfan yang masih ngejailin Lily
__ADS_1
Lily mendengar hal tersebut sangat kesel dan ingin pergi
"tau ah males aku sama kamu" ucap Lily yang beranjak pergi namun di tahan oleh Irfan
"eh..eh.. aku becanda-becanda" ucap Irfan sambil menarik Lily agar tatap duduk
"aku becanda sayang, kamu itu cantik, cantik dari hati, sikap dan semuanya" ucap Irfan sambil membujuk Lily yang cemberut
"jangan cemberut lagi dong, aku becanda sayang" ucap Irfan
tiba-tiba ponsel Irfan berbunyi karena di telpon oleh Azmi
"ya Mi ada apa?" ucap Irfan di ponselnya
"Ica udah sadar, dia nanyain Lily" ucap Azmi di seberang ponsel
"oke" ucap Irfan dan mematikan ponselnya
"siapa yang nelpon" tanya Lily
"Azmi, katanya Ica udah sadar" jawab Irfan
"ya udah ayok kita ke sana"ucap Lily yang bangkit dari duduknya dan menarik tangan Irfan
"gak ah males" ucap Irfan yang menahan Lily
"Irfan.. ayok aku mau jenguk Ica" rengek Lily
"aku gak suka lihat mereka nyalahin kamu apa lagi sampai bentak-bentak kamu" ucap Irfan
"Fan, itu mereka lagi panik aja, ayok lah, lagian aku udah janji sama pak Bramantyo untuk jagain Ica, sampai Ica siap ketemu sama Pak Bramantyo" bujuk Lily sambil menarik-narik tangan Irfan
"ya udah deh ayok, tapi aku gak bakal tinggal diam kalau mereka nyalahin kamu lagi" ucap Irfan males dan memperingati Lily.
dari kejauhan mama Divia yang melihat Lily dan Irfan hanya tersenyum dengan kedua tingkah mereka.
Lily dan Irfan pun sampai ke ruang rawat Ica, saat Irfan membuka pintu ruang rawat Ica semua yang ada di ruang melihat ke arah Irfan dan Lily yang baru datang
"Li...Lily" ucap Ica gaguk yang membuat semua yang ada di dalam ruang menoleh kembali kearah Ica
__ADS_1