
"iya kan sayang, sekarang pikirin deh hukuman apa yang pantas buat cewek yang suka jalan sama musuh cowoknya sendiri?" tanya Max yang membuat semua orang terkejut
"ikut aku sekarang" sambung Max yang menarik tangan Rita dan membuat semua orang semakin terkejut.
"lepasin tangan Rita" bentak Azmi yang melepaskan tangan Max dari tangan Rita
"lo yang lepasin cewek gua" teriak Max
"lo gak mungkin suka sama cewek gua kan Azmi" tanya Max dengan nada mengejek
"Rita jelasin sama kita, maksud dia apa" tanya Rani yang memegang bahu Rita
"a..aku..."sahut Rita dengan gugup yang menundukkan kepalanya
"jawab Rit" bentak Azmi
"lo jangan bentak cewek gue" ucap Max yang menekankan tiap katanya untuk mengejek Azmi
"jadi ini alasan lo nolak gue?" ucap Azmi dengan suara datar
"gue cabut duluan" ucap Azmi yang pergi dari taman
"Azmi tunggu" teriak Rita dan ingin menyusul Azmi namun di tahan oleh Max
"kamu mau kemana saya?, ikut aku sekarang" ucap Max dengan nada licik
Max menarik tangan Rita namun Lily langsung menahannya.
"kak Rita gak boleh pergi" ucap Lily yang menahan tangan Rita
"cantik dia pacar gue, jadi gue berhak atas dia" ucap Max sambil tersenyum licik dan menatap Lily
"gue perduli, dia bagian dari keluarga gue dan dia tadi pergi sama gue, dan pulang pun harus sama gue" ucap Lily dengan datar
"wow, Fan lu dapet cewek yang sempurna, udah cantik, pemberani lagi, gimana kalau kita tukaran aja, lo ambil Rita dan si cantik jadi milik gue" ucap Max yang menatap Irfan
bughhhh
"brengsek, an..jing" bentak Irfan yang menonjok Max
"pergi gak lo" bentak Irfan
"awas lo" ancam Max sambil menunjuk Irfan
"ayok ikut gue" bentak Max pada Rita
"gak boleh, kak Rita gak boleh ikut lo" bentak Lily pada Max
"Rita jangan buat kesabaran gue habis" ucap Max dengan nada mengancam
"Ly lepasin aku" ucap Rita yang membuat Lily terkejut
"kak, dia jahat" ucap Lily
"dia pacar aku Ly, lepasin aku" ucap Rita yang melepaskan tangannya dari pegangan Lily
Max langsung membawa Rita pergi, Lily tetap ingin menahan Rita namun Rani menahannya terlebih dulu.
"stop Ly" ucap Rani yang menghentikan Rita
"awas Ran gue mau ngejar kak Rita" jawab Lily
"dia lebih milih cowok brengsek itu dari pada lo" bentak Rani
"lo gak tau Ly selicik apa Max, dan Rita tau itu tapi dia tetap jadian sama Max" bentak Rani lagi yang membuat Lily terdiam beku
"Har suruh cewek lo buat diam" ujar Irfan dengan tatapan datar
"sayang udah, mending kita pulang" ucap Harris yang memegang bahu Rani
"gak, aku mau Lily tau dengan pacarannya Rita dengan Max, mulai Rita bukan bagian dari ASTA lagi" ucap Rani yang emosi
"Aku setuju, kasian Azmi dia tulus sama Rita, tapi Rita malah milih Max, cowok yang jahat, dan dia juga bos dari orang yang mau lecehin ica dulu di sekolah" ucap Lisa yang membuat Lily makin terdiam
"a..aku juga gak bisa terima Ri...Rita pacaran dengan Ma..Max Ly" ujar Ica gugup dan menundukkan kepalanya
"kalian bisa diam gak, jadiannya Rita dengan Max gak ada urusannya sama cewek gue" bentak Irfan
"iya gue tau Fan, tapi apa yang Rita lakukan udah buat kita kecewa" ucap Rizky pelan
"guys, kita selesai masalah ini kalau kita udah tenang semua, jangan gini Rita juga sabahat kita" ujar Harris dengan bijak
"gak Har Rita bukan lagi bagian dari kita seka..." bentak Rani dan di sela oleh Lily
__ADS_1
"cukup" teriak Lily
"ini yang kalian bilang kita bakal terus selamanya?" tanya Lily dengan emosi
"sayang udah, kita pulang sekarang" ajak Irfan sambil memegang kedua pundak Lily
"kalian tau Max orang jahat, kalian tau Max orang licik, tapi kalian malah biarin Max bawa kak Rita pergi" ucap Lily yang sudah mengeluarkan air matanya
"tapi dia sendiri yang mau Ly" sahur Rani
"kamu gak lihat Ran ekspresi kak Rita tadi, dia seorang orang ketakutan, dia seperti orang yang tertekan, pasti ada sesuatu yang gak kita ketahui yang membuat kak Rita menerima Max jadi pacarnya" ucap Lily tengah tangisannya yang pecah
"aku tau gimana kak Rita, dia gak mungkin mau dengan Max kalau gak ada apa-apa, aku yakin kak Rita pasti terpaksa" sambung Lily lagi
"aku setuju dengan Lily" ujar Alex
"iya benar, tadi gue juga merhatiin Rita hanya nunduk ketakutan, seolah-olah dia takut Max bakal bongkar sesuatu tentang Rita" sahut Harris
"lagian kalian tau Rita kan, dari semenjak Max buat masalah di sekolah Rita gak pernah suka sama Max, Rita juga orang yang pernah menentang Max, dan Rita juga pernah membantu Irfan saat Max mau menjebak Irfan dulu" ujar Rizky
"sekarang kalian dengar, kalian yang tau gimana kak Rita benci sama Max, kalian juga yang dulu lihat kak Rita menentang Max, terus dengan kalian lihat Max pacaran dengan kak Rita kalian percaya ini kemauan kak Rita" ujar Lily yang membuat Rani, Ica dan Lisa terdiam
"kita harus cari tau ada apa sebenarnya, dan kenapa Rita bisa tunduk sama Max " ujar Irfan
"Ly gue minta maaf, tadi gue gak bisa nahan emosi lihat Rita yang lebih milih Max" ujar Rani dengan raut wajah yang menyesal
"aku juga Ly" ujar Lisa dan Ica barengan
"mending kita balik dulu, nanti kita cari solusinya supaya Rita mau cerita sama kita" ucap Harris
"aku juga bakal minta bantuan Anak-anak di geng buat selidiki Max" ucap Irfan
"ya Fan gue setuju, mending lo suruh Anak-anak buat ngawasin Max" ujar Alex
"mending kita balik dulu" ujar Irfan
mereka pun balik ke rumah masing-masing.
pov Rita dan Max
"Max hati-hati" teriak Rita di atas motor Max
"Max ini bahaya" teriak Rita lagi
"turun lo" ucap Max yang menarik Rita dengan kasar
"gue udah peringati lo buat ngejauhin Irfan dan teman-temannya, tapi kenapa masih lo lakuin" ucap Max sambil meremas pipi Rita dengan kasar dan kemudian mendorong Rita sampai terjatuh
"udah Max cukup, aku capek, aku capek tertekan begini, aku gak mau pacaran sama kamu" teriak Rita yang menangis
"hah, apa lo bilang" ucap Max yang menjambak rambut Rita
"lo mau gue sebagai foto syur lo hah"ancam Max dan mendorong Rita lagi
"jangan Max, aku mohon jangan" ucap Rita yang memohon di kaki Max
"kalau lo gak mau foto lo ke sebar, turuti apa kata gue" bentak Max dan menendang Rita kemudian pergi meninggalkan Rita yang menangis dan kesakitan sendiri.
"Tuhan.... kenapa ini terjadi sama aku..." teriak Rita frustasi
"sekarang semua sahabat dan orang saya saya cintai pasti benci dengan saya" ujar Rita lagi sambil menangis
"bahkan saya pun membenci diri saya sendiri" ucap Rita yang menarik rambutnya sendiri.
Rita terus menangis di pinggir jalan.
Lily yang pulang dengan Irfan pun hanay diam di dalam mobil karena khawatir dengan Rita, Irfan terus menenangkan Lily, dia mencoba untuk membuat Lily tidak khawatir namun tidak bisa sama sekali.
saat Lily fokus melihat keluar, Lily kaget melihat seseorang yang menangis di pinggir jalan sepi seperti ini. Lily pun langsung meminta Irfan menghentikan mobilnya.
"by hentikan mobilnya" ucap Lily buru-buru
"kenapa sayang" ucap Irfan yang juga menghentikan mobilnya
Lily langsung berlari kearah perempuan yang ternyata Rita dan Irfan yang bingung oun mengejar Lily ke luar
"kak Rita"panggil Lily yang membuat Rita kaget dan langsung menghapus air matanya
"kakak kenapa?" tanya Lily dengan khawatir karena melihat kondisi Rita
"Ly, aku gak apa-apa kok" ucap Rita pura-pura
"bohong, ada apa dengan kakak?" tanya Lily
__ADS_1
"apa ini ada kaitannya dengan masalah kaka belakangan ini, yang membuat kak Rita sering nangis sendirian" ucap Lily lagi
"Ly aku gak apa-apa kok" bohong Rita lagi
"Rita lo jujur aja sama kita" ucap Irfan
"lo gak usah ikut campur masalah gue, mulai hari ini lo gak udah dekat-dekat sama gue" ucap Rita yang menatap Irfan
"Max nyuruh lo" ucap Irfan Santa dam tersenyum smirk
"ikut aku" ucap Lily yang menarik Rita ke mobil
sesampainya di mobil Lily meminta Irfan untuk ke markas
"by kita ke markas" ucap Lily
"Ly aku gak mau, aku mau pulang" sahut Rita
Lily pun gak peduli dia mengambil ponselnya dan mengirim pesan di grup untuk kumpul di markas.
beberapa menit kemudian Lily,Irfan dan Rita sampai di markas, mereka melihat yang lainnya juga sudah sampai termasuk Azmi yang juga di markas.
semuanya berdiri dari duduknya saat melihat Rita datang, kecuali Azmi yang hanya diam dan tak peduli
"Ly lepasin gue"ucap Rita
"Ca, ayah kamu mana?, kok tadi gak ada di bawah" tanya Lily pada Ica
"ayah kayaknya ke kantor papanya Irfan deh" ucap Ica
mendengar ayah Ica yang tak ada di rumah Lily langsung meminta penjelasan pada rita
"kak, jelasin sama kita apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Lily
"apaan sih Ly, gak ada terjadi, minggir gue mau pulang" ucap Rita
"dengan kondisi kayak gini?, terus kalau ibu kakak tanya, kakak mau jawab apa" ujar Lily dengan nada yang masih biasa
Rita pun terdiam
"Rit lo jujur sama kita, lo kenapa sebenarnya,kenapa lo bisa pacaran sama Max" ujar Rani
"Rani.. Rani.. lo nanya hal yang gak masuk akal tau, lo pacaran sama Harris kenapa?" tanya Rita balik
"tapi kalian beda Rit, lo benci sama Max gak mungkin lo suka sama dia" sahut Lisa
"perasaan bisa berubah, dulu gue emang benci sama Max, tapi sekarang gue cinta sama Max" ucap Rita datar
"dia benar perasaan seseorang bisa berubah, dari benci menjadi cinta, dan dari cinta menjadi benci" sahut Azmi dengan tatapan kosong
"jadi lo minta kita ke sini cuma buat bahas masalah dia sama Max, mending gue pulang aja deh, soalnya buka urusan gue juga dia mau pacaran sama siapa pun" ucap Azmi yang berdiri dari duduk nya.
"Mi lo diam dulu, gue yakin Rita bohongin kita" ujar Alex
"Alex gue gak bohong" teriak Rita
"lo bohong" sahut Lily yang sudah emosi
"gue tau lo bohong, lo bohongin kita semua di sini" ucap Lily dengan nada yang tinggi
"gue gak bohong Ly" bentak Rita
"lo bohong" teriak Lily yang gak mau kalah dan membuat Rita jujur
"iya gue bohong, gue nutupin sesuatu dari kalian, gue terpaksa pacaran sama Max, gue di tekan sama Max" teriak Rita sambil menangis
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
......................
......................
__ADS_1
......................