
Alex dan Ica pun berjalan menuju ke rumah Rani.
Harris dan Rani sudah sampai duluan ke rumah Rani, kemudian Lisa dan Rizky pun sampai. begitu pun dengan Lily dan Irfan, Azmi dan Rita, Alex dan Ica.
Azmi memapah Rita masuk ke dalam rumah Rani, mereka berkumpul di ruang tamu rumah nya Rani.
"sekarang gimana Fan, apa rencana lo?" tanya Harris yang melihat ke arah Irfan
"Chandra" ucap Irfan yang membuat semua orang bingung
"Chandra?, maksudnya?" tanya Alex
"Lex, lo ingat Chandra mantan anggota Black Horse yang sangat membenci Max karena melecehkan adiknya sampai adiknya stres" ucap Irfan serius
"gue ingat" ucap Rizky dan Harris
"jadi hubungannya kasus ini sama dia apa?" tanya Alex sedangkan anak cewek hanya menyimak
"Chandra mantan anggota Black Horse, jadi dia pasti tau banyak hal tentang Black Horse terutama tentang Max, Chandra adalah orang kepercayaan Max dulu, jadi kita bisa minta bantuan Chandra untuk masuk ke markas Max" jelas Irfan
"Fan, Chandra mantan Black Horse mana mungkin dia bisa masuk ke sana lagi" ucap Alex
"Max gak pernah ngeluarin Chandra dari Black Horse, Chandra sendiri yang mengklaim dirinya keluar dari Black Horse" ucap Irfan
"jadi dia masih bisa masuk ke sana, dan Max akan menyambutnya dengan tangan terbuka, karena Chandra orang yang bisa di andalkan" jelas Irfan lagi
"gue tau maksud lo Fan" ucap Harris yang sudah paham dengan rencana Irfan
"dalam kasus Rita, kita juga akan membantu Chandra dalam mendapatkan bukti bahwa Max melecehkan adiknya Chandra" ucap Harris
"dan kita akan melakukannya melalui Chandra" sambung Harris dan di anggukin oleh semua nya.
"gue akan pergi ke rumah Chandra malam ini" ucap Irfan
"tapi Fan ini udah malam, lo bakal sampai ke sana larut, lo tau kan rumah Chandra jauh" ucap Alex
"mending lo jalan besok aja Fan" saran Harris
"gue bakal jalan malam ini, supaya kita cepat ketemu Chandra dan bisa dengan cepat menjalankan rencana kita" ucap Irfan kekeh
"aku ikut" ucap Lily
"jangan sayang, kamu di sini aja" ucap Irfan lembut
"gak, aku gak mau, aku mau kita bareng ke sana" ucap Lily kekeh
"Fan aku gak bisa biarin kamu ngelakuin perjalanan jauh sendirian, dan ini malam pula" ucap Lily dengan wajah khawatir
"aku gak apa-apa, kamu gak perlu khawa.." ucap Irfan yang terpotong
"aku ikut Fan" ucap Lily yang kesel
"oke, oke kamu boleh ikut" sahut Irfan yang tak mau kekasihnya marah
"Fan perlu gue temenin?" tawar Alex
"gak Lex, lo tetap di sini, gue mau kalian jagain Rita dan tenangin Azmi di sini" sahut Irfan
"Rit, gue mohon sama lo, tolong bersikap seperti biasa kalau misalnya Max nelpon lo, dan Azmi gue minta lo tetap tenang supaya rencana gue gak sia-sia" ucap Irfan lagi
"Iya Fan, makasih ya" ucap Azmi parau
"gue cabut dulu, ayok sayang" pamit Irfan dan mengajak Lily
"Ly lo hati-hati ya" ucap Ica yang memeluk Lily
"kabarin kita kalau udah sampe" ucap Lisa
"iya, aku jalan dulu ya, bye" pamit Lily
__ADS_1
Irfan dan Lily berangkat menuju rumah Chandra yang berada di kota yang berbeda dengan mereka, perjalanan yang akan memakan waktu 4 jam lebih.
Irfan terus menyetir dengan telaten, dengan satu tangannya memegang tangan Lily.
"By kalau kamu ngantuk kita tukeran aja nyetir nya" ujar Lily yang melihat ke arah Irfan
"gak kok sayang, aku belum ngantuk" ucap Irfan sambil tersenyum kearah Lily
"dari mata kamu udah kelihatan banget, kalau kamu udah ngantuk banget" bujuk Lily
"engga sayang" ucap Irfan yang mencoba meyakinkan Lily
"berhenti gak, kita tukaran dulu nyetir nya" ucap Lily yang kesel dengan kekerasan kepala Irfan
"sayang, kamu juga ngantuk, aku udah biasa nyetir sampe tengah malam, kamu tenang aja oke" bujuk Irfan sambil mengelus rambut Lily
"tapi kamu beneran gak apa-apa" tanya Lily meyakinkan dan Irfan pun menganggukkan kepalanya.
"sayang kita makan dulu deh, kamu belum makan kan dari siang tadi" ucap Irfan yang menghentikan mobilnya di tepi orang jualan nasi goreng yang masih berada dalam kawan kota mereka.
"iya aku udah laper banget" sahut Lily dengan manja dan memasang puppy eyes nya
"eummmm gemess banget sihh pacar aku" ucap Irfan yang mencubit kedua pipi Lily dengan gemas
"awwww sakit" ucap Lily yang mengelus pipi nya dan Irfan hanya tertawa melihat tingkah Lily
"kita makan di luar aja, atau aku pesan dan makan di mobil" ucap Irfan
"di luar aja boleh" ucap Lily
"boleh, yok keluar" ajak Irfan
mereka pun duduk di pinggir jalan dan memesan makanannya. saat menunggu makanan mereka datang, datang orang yang tak di undang yang membuat Lily dan Irfan kehilangan nafsu makannya.
"eh ada si cantik nih" ucap Max yeng mencolek dagu Lily
"gue gak mau ribut, mending lo pergi" ucap Irfan santai yang menarik Lily dalam pelukannya dan mengusir Max
"sayang kita pergi aja" ucap Irfan yang mencoba untuk tetap tenang dan membawa Lily
"eittss tunggu dulu dong, kok buru-buru amat" ucap Max yang menahan tangan Lily
plaakkkkk
"jangan sentuh gue" ucap Lily yang menampar keras pipi Max
"wah, Fan lo benar-benar keren dapet cewek kayak gini" ucap Max sambil tersenyum bengis
"rasanya jadi manis kalau si cantik yang nampar" ucap Max lagi
"nih, tampar lagi, gue rela kok kalau lo yang nampar gue" ucap Max lagi sambil menyodorkan pipinya kearah Lily
bughhhh suara tonjokan dari Irfan
"karena cewek gue udah, maka giliran gue kan" ucap Irfan tersenyum sinis dan mendapatkan tatapan tajam dari Max yang tersungkur di tanah
Lily dan Irfan naik ke mobil dan menancap gas mobilnya. di mobil Lily tersenyum melihat kearah Irfan
"kenapa kamu senyum-senyum" ucap Irfan yang heran melihat Lily
"engga apa-apa, aku cuma suka aja" ucap Lily yang masih tersenyum ke arah Irfan
"suka aja?, suka apa?, suka di pegang-pegang di colek-colek sama Max?" tanya Irfan yang cemberut dan mendapatkan pukulan dari Lily
"aahh sakit sayang" teriakan Irfan yang mendapat cubitan dari Lily
"ihhh lagian kamu sih, yang engga-engga terus ngomong nya" ucap Lily
"kan aku nanya" sahut Irfan
__ADS_1
"nanya apa nuduh" ujar Lily
"nanya sayang, kan aku nanya kamu suka apanya" ucap Irfan yang gemes dengan Lily
"ya aku suka tau, sama kamu yang santai dalam hadapin masalah" ucap Lily
"oh gitu...keren kan aku" ucap Irfan yang menyombongkan dirinya
"calon suami kamu" ucap Irfan dan mencubit pelan hidup Lily
Lily hanya tertawa dengan kesombongan Irfan.
setelah hampir 1 jam perjalanan, Irfan terus menyetir mobilnya, sedangkan Lily sudah tertidur di samping nya. Irfan sesekali mengelus rambut Lily dan senyum.
Malam sudah semakin larut Lily yang mulia kedinginan pun memeluk lekuk tubuhnya, Irfan yang menyadari Lily kedinginan membukakan jaketnya dan menutupi Lily dan mematikan AC mobilnya.
Irfan terus menyetir mobilnya dengan satu tangannya memegang kepala Lily, jam demi jam pun berlalu, dan sekarang menunjukan jam 4 pagi.
Irfan sudah sampai ke kotanya Chandra, sebelum menuju ke rumahnya Chandra, Irfan memilih mencari tempat makan dulu, karena Irfan tau kalau Lily belum makan dari kemarin siang.
Irfan melihat restoran kecil di pinggir jalan yang sudah buka, ia pun membangunkan Lily untuk memakan di sesuatu di sana.
"sayang, bangun" ucap Irfan lembut yang membangunkan Lily
"euuhhh" suara lenguhan Lily saat membukakan sedikit matanya
"udah sampai ya" tanya Lily dengan suara khas bangun tidur dan mengucek matanya
"kita udah sampai di kotanya Chandra, kita makan dulu baru kita jalan lagi menuju ke rumahnya" ujar Irfan
Lily pun bangun, dan kemudian ia ikut Irfan yang keluar dari mobil, mereka melihat restoran tersebut dengan nuansa Jepang.
"restoran Jepang ya by?" tanya Lily pada Irfan
"kayaknya iya sayang, nuansanya gitu" sahut Irfan yang merangkul pinggang Lily.
mereka pun masuk ke dalam restoran den langsung di sambut ramah oleh pelayan restoran. restoran ini benar-benar kental dengan nuansa Jepang. hal tersebut dapat di lihat oleh Lily dan Irfan dari makanan maupun tempat duduknya yang masih menggunakan gaya Horigotatsu yang mana duduk dengan beralas bantal kecil.
mereka di arahkan oleh pelayan restoran untuk duduk di meja yang ujung, dan merekapun memesan makanan nya
"kalian mau pesan apa?" tanya pelayan tersebut dengan ramah
"kami pesan Tamagoyaki, sup miso, dan onigiri" ucap Irfan yang membacakan menunya
"mau minum apa sayang?" tanya Irfan pada Lily
"lemon tea hangat aja" ucap Lily
"ya udah lemon tea hangatnya dua" ucap Irfan pada pelayan tersebut
"baiklah mohon menunggu sebentar" ucap pelayan tersebut dan pergi
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...