AODRA & ASTA

AODRA & ASTA
ICA DILECEHKAN


__ADS_3

Sesampainya di kelas teman-teman Irfan dan teman-teman Lily sudah berkumpul sambil bercanda


"Ini buat kamu"ucap Riska sambil menyodorkan minuman kaleng untuk Irfan


"sini buat gue aja, gue harus" sambar Azmi yang merebut minuman kaleng tersebut dari tangan Riska.


"apaan sih Azmi, ih minggir-minggir sono"ucap Riska sambil nyelonong buat berdiri di samping Irfan dan memeluk langsung Irfan tanpa memperdulikan Lily yang bersama Irfan.


"oh ya Fan selesai ujian ini kan kita bakal camping, kita bareng ya?"ucap Riska sambil gelendotan pada Irfan


"gak tau diri banget jadi perempuan"ucap Lily sambil berjalan menuju tempat duduknya, yang sudah kesel melihat kelakuan Riska dari tadi.


"lo bilang apa tadi" ucap Riska sambil menarik tangan Lily dengan kasar


"aawww, apaan sih lo?" tanya Lily yang kesel


"lo bilang gue apa tadi?, gak tau diri?, eh harusnya lo sadar yang gak tau diri itu lo karena udah ngerebut Irfan dari gue" ngegas Riska sambil menunjuk-nunjuk ke arah Lily


"Riska berapa kali gue bilang jangan ganggu gue dan Lily lagi" sahut Irfan yang menyingkirkan Riska di depan Lily


"dan gue juga sudah pernah bilang sama lo, kalau gue suka dan cintanya cuma sama Lily bukan sama lo" ucap Irfan lagi


"Fan aku juga udah pernah bilang ya sama kamu, aku sayang, aku cinta sama kamu, dan sampai kapanpun itu akan selalu begitu" ucap Riska yang sedikit teriak


melihat Riska dan Irfan yang berdebat Lily memilih untuk duduk di tempat nya, Lisa tersenyum saat melihat ekspresi cemburunya Lily.


"udah Irfan bakal milih kamu kok Ly" ucap Lisa sambil tertawa dan mendapatkan tatapan sinis dari Lily.


kelas hari ini pun di mulai dengan kelas musik, di mana di ruang musik Rani, Lisa, Rita dan Lily di tes menyanyi oleh ibu Tari. suara mereka benar-benar bagus, bahkan Lily bisa ngedance dengan bagus.


melihat hal tersebut ibu Tari sangat senang, Irfan yang melihat Lily menyanyi dan ngedance sangat senang, sedangkan Riska cs sangat marah karena Lily berani menentangnya.


"Lily kalian udah nentuin siapa yang akan menjadi leader digrup kalian" tanya ibu Tari


"sudah bu" sahut Lisa


"Siapa Lisa?" tanya ibu Tari


"Lily bu, dia yang akan menjadi leadernya" sahut Lisa yang membuat Lily kaget


"engga bu engga, bukan saya, yang jadi leadernya belum kita runding bu" sahut Lily cepat yang membuat Irfan gemas melihat tingkah Lily


"udah bu, bener itu Lily yang jadi leader ASTA" ucap Rani dan di anggukin oleh Rita dan Lisa.


mendengar hal tersebut bu Tari langsung menulis di buku catatannya, dan menetapkan Lily sebagai leader dari grup ASTA.


Riska yang dari tadi melihat grup musuhnya sangat kesel, lalu menghentakkan kaki dan pergi dari ruang musik dan di ikuti oleh teman-temannya.


beberapa hari kemudian Pak Bramantyo sudah di izinkan untuk pulang, seperti yang Irfan katakan bahwa beliau akan tinggal di markas dengan ica juga.


Ica pun sudah masuk sekolah lagi, ia masih sering mendapatkan bullyan dari Riska cs, terutama dari Amira yang sering mengerjainya.


hari ujian pun di mulai, di mana semua siswa tengah fokus dalam menyelesaikan soal ujiannya, kemudian Riska berulah lagi, dia menendang kursi yang di duduki oleh Ica untuk mendapatkan jawaban.


melihat hal tersebut tentunya membuat Lily yang melihatnya tak tinggal diam.


"Ibu saya dan Ica sudah selesai" ucap Lily yang membuat Riska langsung menoleh kearah nya


"kalau sudah selesai boleh kumpulkan ke depan, dan kalian boleh keluar dari ruangan" sahut guru pengawas


"baik bu" ucap Lily sedikit keras yang membuat Riska benar-benar naik pitam

__ADS_1


Lily dan Ica pun keluar dari ruang ujian, dengan jahilnya Lily melambaikan tangannya kearah Riska yang membuat teman-teman Lily harus menahan tawa.


ujian berlaku selama satu minggu full, Ica sama sekali tidak memberikan jawaban untuk Riska cs yang membuat Riska cs sama sekali tidak dapat mengisi jawabannya dengan benar.


sampai di mana hari sekolah ekstrakurikuler dimana siswa sekolah dengan santai kembali, sambil menunggu hasil ujian dan kenaikan kelas.


hari ekstrakurikuler Rita,Rani, Lisa dan Ica tengah duduk di kantin dengan Azmi, Alex, Harris dan Rizky. sedangkan Irfan dan Lily datang terlambat ke sekolah.


Ica berpamitan menuju ke toilet, Rani menawarkan diri untuk menemani Ica, namun Ica menolaknya. akhirnya Ica pun ke toilet sendiri.


sesampai di toilet Ica langsung Ica melihat 3 orang siswa laki-laki di dalam toilet tersebut yang membuat Ica ingin keluar namu di tahan oleh ketiga laki-laki tersebut.


"mau kemana manis" ucap siswa laki-laki pertama yang bernama Aldo


"minggir kalian" ucap Ica yang tegas padahal dia sangat ketakutan


"gak bisa dong kami di suruh oleh princess Riska untuk menikmati tubuh kamu ini" ucap siswa laki-laki kedua yang bernama Satria sambil menahan Ica


"lepasin aku" ucap Ica yang sudah mengeluarkan air matanya dan melawan


srettt baju Ica di bagian lengannya di sobek oleh siswa ketiga yang bernama Niko.


"hahahahhah baik benget ya princess Riska ngasih kita santapan mewah hari ini" ucap Niko sambil meraba punggung Ica yang gemetaran


"lepasin aku, brengsek lepasin" ucap Ica yang ingin berlari dan di peluk oleh oleh Aldo dari belakang. Ica terus melawan namun kekuatannya tak bisa melawan tiga laki-laki bejad ini.


"lepasin saya, tolongggg" teriak Ica sambil menangis


"silahkan teriak yang keras, tidak akan ada yang bisa menolong kamu, karena princess Riska suka mengatur semuanya, agar tidak ada orang yang ke toilet saat ini" ucap Satria yang terus berusaha ingin mencium Ica


"tolong... lepasin.....tolong aku haaaaa" ucap Ica yang sudah menangis rambutnya berantakan bajunya pun sudah robek di lengan.


di luar toilet ada satu siswa yang mendengar hal tersebut langsung lari ke kantin.


"Rita... huh..huh" panggil siswi tadi yang berusaha mengatur nafasnya


"kamu kenapa, kok kayak di kejar gitu" tanya Lisa heran


"itu... Ica, Ica di toilet sedang di lecehkan oleh 3 orang siswa, dia menangis minta tolong" ucap siswi tersebut


mendengar hal itu Alex langsung berlari dan di ikuti oleh yang lain. sesampai di toilet Alex langsung menendang pintu toilet brakkkkkk


saat pintu toiletnya terbuka karena tendagan dari Alex, ia pun melihat Ica yang sudah terpojok di dinding toilet dengan kedua tangannya di pengan oleh Satria dan Niko, sedangkan Aldo lagi membuka celananya bersiap untuk melecehkan Ica lebih lanjut.


Alex yang melihat Ica berantakan dangan bajunya yang sobek langsung naik pitam dan menghajar Niko habis-habisan. bahkan Azmi, Harris dan Rizky pun ikut menghajar ketiga siswa itu.


"sialan lo anj..ng, brengsek, gue habisin lo" ucap Alex murka dan terus menghajar Niko


"bajingan... lo bertiga beraninya sama cewek yang lemah" ucap Harris yang emosi dan terus menghajar Aldo


"sialan" bughhh bughhh bunyi pukulan yang dilakukan oleh Alex, Harris, Azmi dan Rizky.


Ica yang melihat itu hanya bisa menangis karena dia ketakutan dan juga malu di lihat oleh semua murid di sekolahnya.


Rita, Rani dan Lisa terus memeluk dan memenangkan Ica. sedangkan yang cowok menghajar ketiga pelaku yang melecehkan Ica habis-habisan.


Ica yang sudah tak tahan lagi merasa dirinya benar-benar sudah kotor, dirinya yang begitu memalukan, Ica berlari menuju ke atap sekolah ia ingin mengakhiri hidupnya.


Rani dan yang lainnya berusaha mengejar Ica, bahkan semua murid pun juga mengikuti Ica. pada hari ini guru-guru semuanya emang tidak ada.


para guru sedang mengadakan rapat kenaikan kelas siswa. jadi para guru benar-benar tidak tau keributan yang sedang terjadi di sekolah tersebut.

__ADS_1


di atap sekolah Ica sudah berdiri di atas tembok di pinggir atap dan siap untuk melompat ke bawah. di sanalah Ica tangisan Ica pecah dan ia mengeluarkan semua unek-uneknya.


"Ca turun Ca, kamu gak boleh gini" ucap Rani yang berusaha menghampiri Ica.


"berhenti Rani, berhenti. aku sudah capek, aku cepek di bully terus, aku capek harus melewati banyak hal yang menyakitkan, bahkan hari ini mereka, mereka melecehkan ku" teriak Ica sambil menangis


"Ca aku di sini buat kamu, aku sudah bilang bahwa aku akan melindungi kamu. Ca turun sini ya, aku janji aku bakal buat mereka di hukum" bujuk Alex yang sangat khawatir kepada Ica


"enggakkkk, aku gak mau, aku capek Alex aku udah capek, apa yang tidak aku alami, dulu di rumah aku siksa, di sekolah di bully, semuanya telah aku alami, sampai hari aku di lecehkan bagaimana aku bisa hidup lagi" teriak Ica


"kalian semua, kalian juga dulu mem-bully aku, kalian di suruh sama Riska untuk mem-bully aku. kalian nurut-nurut aja dengan kata Riska, tapi sekarang kalian tidak berani lagi kan, iya kan" teriak Ica sambil menunjuk-nunjuk kearah semua siswa


"kalian tidak berani lagi mem-bully saat ada Lily, dia orang pertama yang menantang Riska, sejak saat itu aku sangat senang, tapi hari ini aku tidak bisa tahan lagi... aku benci kalian semua" teriak Ica


"dan hari ini, aku akan buat klian semua menjadi pembunuh, aku akan buat kalian hidup dengan rasa penyesalan selamanya, dengan melihatku mati di depan kalian semua" teriak Ica lagi.


"Ica turun turun lah, maafkan kami, kamu terpaksa melakukan itu karena kami takut akan di keluarkan dari sekolah kalau membantah Riska" ucap salah satu siswa tersebut.


"hhahahhaha itu lah kalian, demi kepentingan kalian sendiri kalian tega menyakiti orang lain, dan hari ini kalian harus melihat bagaimana pecundang ini mati sia-sia karena kalian semua" teriak Ica sambil ketawa dan menangis.


saat Ica membalikkan badannya ingin melompati, tiba-tiba Lily dan Irfan yang sudah di chat oleh Lisa dan Rizky sampai ke atap sekolah


"Ica jangan.." teriak Lily sambil berlari berdiri di samping Rani dan maju perlahan mendekati Ica yang berada di atas tembok atap


"Ca kamu gak boleh ngelakuin ini, kamu gak boleh mengakhiri hidup kamu begini, turun Ca, bukankah kamu inginkan menjadi penyanyi terkenal, kamu ingin mengejar impian kamu, kamu ingin membanggakan ayah kamu kan" bujuk Lily


"haha.. impian, bagaimana seorang yang kotor seperti aku bisa mencapai impian aku Ly, dan ayahku apakah dia akan bangga setelah mengetahui anaknya sudah kotor, anaknya sudah di lecehkan. aku kotor sekarang, aku kotor bahkan aku sendiri jijik melihat diriku sendiri" teriak Ica dengan tertawa dan juga menangis.


"kamu gak kotor Ly, jangan karena orang bejat itu melakukan hal buruk ke kamu, kamu membalasnya ke orang yang mencintai kamu" ucap Lily


"lihat Rani, lihat Lisa liat Rita, Alex dan kita semua yang menyayangimu" ucap Lily berusaha menenangkan Ica


"terus bagaimana dengan ayah kamu, tolong kasih tau aku apa yang harus aku katakan kepada ayah kamu, saat kamu benar-benar mengakhiri hidup kamu" ucap Lily yang mulai membesarkan suaranya


"Ca ayah kamu baru masakan bahagia setelah lama terpisah dari kamu, ayah kamu akan hancur jika melihat kamu begini" ucap Lily yang terus membujuk Ica


Ica diam sejenak melihat teman-temannya, bahkan seorang Alex pun menangis untuknya, Ica juga memikirkan ayahnya. melihat Ica yang terdiam Lily pelan-pelan maju dan menjulurkan tangannya untuk Ica.


"raih tangan aku kalau kamu masih menganggap aku sebagai sahabat kamu Ca" ucap Lily yang mengeluarkan air matanya


"tapi kalau kamu tidak menganggap aku sebagai sahabat kamu, silahkan kamu loncat kebawah dan aku tidak akan pernah mau menganggap kamu lagi sebagai sahabat bahkan sampai kamu matipun" ucap Lily sambil menjulurkan tangan.


sempat berpikir sejenak, akhirnya Ica meraih tangan Lily dan turun dari tembok atap, Lily langsung memeluk Ica dan memenangkan Ica.


melihat hal itu, Rani, Rita dan Lisa langsung menghampiri Ica dan Lily dan juga langsung memeluk mereka berdua.


"hiks....hiks...hiks....aku di lecehkan di toilet Ly, aku kotor, aku sangat menjijikkan sekarang" tangis Ica pecah dalam pelukan Lily


"hey.. kamu gak kotor, kamu jangan pernah mengatakan kamu kotor ataupun kamu menjijikkan, itu engga sama sekali" ucap Lily yang melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Ica


"Ica... kamu jangan gini lagi ya, aku takut kamu gini" ucap Lisa yang sedari tadi menahan tangisnya


"kita semua sayang sama kamu Ca, kita bakal selalu ada untuk kamu" ucap Rani dengan satu tangannya menenangkan Lisa yang menangis juga


"tapi apa kalian tidak malu berteman dengan wanita yang menjijikkan seperti ak...." ucap Ica dan di sela oleh Lily


"shuttt kamu engga menjijikkan. sama sekali engga" ucap Lily


"sekarang kamu ikut aku" ucap Lily menarik Ica dan berjalan melewati semua murid yang berkumpul di atap.


Ica terus melihat Lily yang menarik tangannya yang tak tau ia akan di bawa ke mana oleh Lily, Lily terus menarik tangan Ica tanpa melepaskan nya. semua murid melihat Lily yang tak melepaskan tangan Ica sekalipun.

__ADS_1


bahkan dibelakang Lily dan Ica di ikuti oleh teman-temannya dan juga Irfan cs dengan tatapan yang tajam.


sesampainya di tempat tujuan Lily


__ADS_2