AODRA & ASTA

AODRA & ASTA
OTAK AZMI


__ADS_3

"untuk apa yah?" tanya Ica


"mending jangan dulu deh om" ucap Lily


"ada hal penting yang harus saya ambil dari sana" jawab ayahnya Ica


"apa pak" tanya Irfan


"sebuah hal yang menyimpan banyak kenangan saya dan almarhumah istri saya Lia mamanya Ica" jawab ayahnya Ica dengan menggenggam tangan anak nya.


mendengar hal tersebut Ica jadi murung


"Yah, Kira-kira kapan kita ke makam ibu, Ica pengen ke sana Yah" ujar Ica dengan wajah murung


"Ica, nak kamu sabar dulu ya, ayah akan mencari cara dan waktu yang tepat, supaya Endah tidak tau kita ke sana" ucap ayah Ica sambil mengelus rambut anaknya.


"kayaknya Lily tau deh om, gimana caranya kita bisa ke makam ibu Lia tanpa ketahuan nenek sihir" sahut Lily memberi ide


"gimana Ly" tanya Ica yang melihat ke arah Lily


"kita bisa pergi lewat belakang rumah ibu Wati" ucap Lily


"iya Lily bener om, kami waktu ke makam ibu Lia lewat belakang rumah ibu Wati" sahut Irfan sambil makan


"Yah kalau gitu besok kita ke makam ibu ya" ujar Ica dengan senang


"sepertinya tidak besok sayang, ayah harus ke rumah Endah dulu tapi tanpa sepengetahuan Endah" ucap ayah Ica yang membuat Ica kembali sedih


"nak, ayah mohon mengertilah, ayah sangat merindukan ibu mu, ayah harus ke rumah Endah besok secara diam-diam" ucap ayah Ica dan kemudian di anggukin oleh Ica


"iya Yah, Ica paham kok, tapi bagaimana ayah bisa ke sana?" tanya Ica


"om kalau boleh saya tau om mau ngambil apa, dan biasanya itu tersimpan di mana?tanya Alex


"itu adalah sebuah kotak kayu yang di dalamnya menyimpan album foto saya bersama almarhumah istri saya" jawab ayah Ica


"dan itu tersimpan di kamar saya dan Lia dulu, tepatnya di bawah kasur" ujar ayah Ica lagi


"kalau begitu biar saya yang ambil om" tawar Alex


"bagaimana bisa nak?" tanya ayah Ica


"om serahkan saja pada Alex om, saya yakin dia bisa melakukannya" ucap Harris untuk meyakinkan ayah Ica


"nak kamu bakal masuk diam-diam ke sana, kalau ketahuan pasti Endah akan melaporkan kamu ke polisi" sahut om Bramantyo (ayah Ica


"om tenang saja saya gak akan masuk diam-diam kok, saya akan masuk secara terang-terangan" ujar Alex


"bagaimana bisa" tanya om Bramantyo


"bisa kok om, Alex bisa melakukannya" sahut Rani


"om percaya saja pada Alex" sahut Rizky lagi


"om santai aja, nih bocah di sukai tuh sama anaknya penyihir alias monyet anggora jadi nih bocah bakal manfaatin monyet anggora itu nanti" jelas Azmi pada om Bramantyo sambil mengunyah makanan


"saya percayakan semuanya pada kalian nak, terimakasih sudah banyak menolong saya" ucap om Bramantyo


selesai makan Alex pun menanyakan kepada Ica kapan ibu Endah tidak ada di rumahnya


"oh ya Ca kira-kira kapan ya bu Endah tidak ada di rumah itu, biar aku bisa lebih leluasa buat jalanin rencana aku"tanya Alex


"biasanya ibu pulang malam, dan jam segini pasi dia gak ada di rumah, dan hanya ada Amira, cuma kamu harus pastikan aja dulu" jawab Ica


"memastikan gimana Ca" tanya Alex lagi


"aelah Lex itu aja lu nanya, rugi lo ganteng otak kagak ke pakek" celetuk Azmi


"ni ya tinggal lo telpon tuh si monyet anggora, terus lu tanya dia dimana, ada mamanya gak di rumah" celetuk Azmi


"bilang aja lu lagi frustasi dan pengen ngomong sesuatu sama dia, paling juga langsung senang tuh monyet" celetuk Azmi lagi


"aku setuju, tumben otak dia bermanfaat by" ucap Lily yang menoyor kepala Azmi dan melihat kearah Irfan


"otak dia tuh bermanfaat kalau kita kasih makan yang banyak sayang" ucap Irfan yang merangkul pacarnya

__ADS_1


"nih pasangan satu ye, urusan ngatain orang aja nomor satu" ucap Azmi


"udah Lex mending lo telpon dulu si Amira" ucap Lisa


"gue gak ada nomor dia" ucap Alex


"ya ampun si kamprett bener-bener dah, di grup kelas noh ada" celetuk Azmi lagi


"lo Mi banyak bacot banget" ucap Rizky


"Lex mending lo telpon sekarang" ujar Harris


Alex pun mengambil nomor ponsel Amira dan langsung menelponnya. Amira sangat senang di telpon oleh Alex dan dia pun akan senang hari menunggu kedatangan Alex.


"halo Amira, ini gue Alex" ucap Alex pada ponsel nya


"iya Lex aku tau kok, ada apa nelpon, tumben amat"tanya Amira di sebrang sana


"aku pengen bilang sesuatu sama kamu, boleh gak aku ke rumah kamu?" tanya Alex lagi


"boleh dong, boleh kamu datang aja aku tunggu di rumah. lagian aku juga sendiri di rumah" ucap Amira dengan nada genit


"ya udah aku otw sekarang" sahut Alex dan mematikan panggilannya..tut..


"nah apa gue bilang, belum juga lu tanya ada emaknya atau engga duluan dia aja yang ngasih tau" cerocos Azmi


"Azmi lo bisa diam gak sih"sahut Rita dan di balas cengiran oleh Azmi


"ya udah kalau begitu gue langsung cabut ya" ucap Alex yang mengambil jaketnya namun di hentikan oleh Irfan


"lo jangan sendiri ke sana, mending kita bagi tugas, gue sama cewek gue tentunya bakal temenin Alex ke sana, nanti gue tungguin lo di mobil buat jaga-jaga" ucap Irfan


"dan sisanya di sini buat beresin ruangan yang akan digunakan anak cewek buat latihan dance" sambung Irfan lagi


"gue setuju" ucap Rizky dan di anggukan oleh Harris


"ya udah kalau gitu kalian hati-hati ya" ucap Ica


"Azmi lo ikut kita juga" ucap Alex


"ogah gue, mending di sini" ucap Azmi


"kalau gitu kami pamit dulu ya om" ucap Lily


"iya nak, hati-hati ya" sahut om Bramantyo dan di anggukin oleh Lily dan Irfan.


mereka pun pergi mengunakan mobil Irfan, dimana Azmi yang menyetir, Alex yang duduk di depan sedangkan Irfan dan Lily di belakang.


"kesel gue, ngajak gue buat jadi supir"cerocos Azmi sambil menyetir


"gue gak mau jadi nyamuk sendiri tolol" sindir Alex yang melirik ke belakang.


Azmi fokus menyetir sambil ngobrol dengan Alex, sedangkan Lily dan Irfan sibuk ngebucin di belakang.


"bucin ingat tempat kali bos" sindir Azmi


"fokus nyetir Mi"sahut Irfan datar


Azmi yang melihat ada apotek dan diapun berhenti di apotek untuk membeli sesuatu


"kenapa berhenti di sini"tanya Alex


"bentar gue mau beli sesuatu dulu" ucap Azmi dan keluar dari mobil kemudian berlari ke apotek


"by beliin snack sama minuman dong di situ" ucap Lily sambil menunjuk ke arah minimarket dekat apotek


"ya udah aku beliin" ucap Irfan yang mengambil ponsel nya dan memakai earphone bluetooth nya


"ngapain pakai itu lo?" tanya Alex heran dengan kelakuan temannya


"sayang angkat telponnya jangan di matiin, aku gak mau kamu berduaan sama dia" ucap Irfan posesif dan keluar dari mobil


"posesif amat teman lo" ucap Lily pada Alex


"cowok lu" sahut Alex

__ADS_1


"kan duluan jadi temen lu" sahut Lily lagi


"ya kan sekarang udah jadi cowok lu" balas Alex lagi


"sayang jangan ngomong sama Alex, aku gak suka" ucap Irfan lewat ponsel nya yang membuat Alex menepuk jidatnya


tak lama kemudian Azmi keluar dari apotek dan Irfan pun juga keluar dari minimarket. setelah keduanya naik mobil merek berangkat lagi menuju ke rumah bu Endah.


"kita berhenti di bawah pohon besar itu aja deh" ucap Lily namun Azmi langsung menghentikan mobil di tempat yang di tunjukan oleh Lily


"Lex lo harus hati-hati soalnya lo bakal berhadapan dengan cewek siluman" ucap Irfan


"oke gue cabut dulu" ucap Alex yang ingin keluar dari mobil namu tiba-tiba di tahan oleh Azmi.


bughhhhh tiba-tiba Azmi menonjok Alex


"Mi lo apa-apaan sih" bentak Irfan


"lo gila ya" bentak Alex sambil memegang sudut bibir yang sedikit luka


Azmi pun mengeluarkan sesuatu dari saku dan memberikannya ke Alex


"ini lo bawa, terus lo tarok ke minuman si monyet anggora biar lo leluasa buat ngambil kotaknya plus sekalian lo ambil aja surat rumah itu" ucap Azmi ambil menyerahkan obat tidur ke Alex


"terus maksud lo nonjok gue apa" tanya sewot Alex


"eh tolol, lo kesini itu mau akting lagi frustasi. nanti bilang aja lo habis berantem sama Irfan karena apa gitu" jelas Azmi


"gila nih anak" ucap Irfan yang tak habis pikir dengan isi pikiran Azmi


"wah Azmi keren buangetttt" sahut Lily dan memberikan jempolnya ke Azmi


"iya lah, gue mah emang pinter orang nya" ucap Azmi yang menyombongkan dirinya


Lily pun juga ikut mengacak-acak rambut Alex


"sayang... kamu jangan terlalu dekat sama Alex dong" ucap Irfan yang menarik pacar nya


"sumpah ya Fan udah teman lo nonjok gue, pacar lo bikin gue berantakan" ujar Alex kesel


"udah demi Ica, cepetan turun si monyet udah gatel tuh nungguin lo" ucap Azmi yang mengusir Alex


"jangan lupa ini lo tarok ke minuman dia, terus lo harus hati-hati, dan yang paling penting akting lo harus bagus" ujar Azmi lagi


"iya, bawel lo kayak emak-emak" ucap Alex yang keluar dari mobil dan menuju ke rumah Amira.


setelah Alex masuk ke rumah Amira, Lily,Irfan dan Azmi menunggu di dalam mobil yang di parkir kan tidak jauh dari rumah Amira. Alex di dalam rumah Amira sedang berakting dengan semaksimal mungkin untuk mengelabui Amira.


sedangkan di mobil Lily dan Irfan terus memamerkan kemesraan dan Azmi yang menjadi obat nyamuknya


"lo berdua gue tendang ya dari mobil" ucap Azmi yang melihat ke belakang


"emang lo berani?" tanya Irfan dengan datar


"ya..be...ra..enggak lah" ucap Azmi cengengesan


irfan Irfan terus menatap Azmi


"udah lanjut, lanjut aja pacarannya, anggap aja gue patung atau engga setang deh setan" ucap Azmi dan berbalik badan.


pov di dalam rumah Amira


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....

__ADS_1


...----------------...


......................


__ADS_2