
Hampir setengah jam menunggu, akhirnya pintu ruangan terbuka dan yang keluar beberapa perawat yang keluar tergesa-gesa dan berlari.
"a..ada apa, kenapa" tanya Lily yang panik
"Nay sabar dulu" ucap Rita menenangkan Naya
"sabar gimana, suster tadi keluar dari ruangan Irfan dengan panik" ucap Lily
"Sus, ada apa?, bagaimana dengan keadaan pasien di dalam?" tanya Lily lagi pada suster tadi
"maaf saya harus segara masuk dan menyerahkan darah ini, pasien membutuhkan ini" ucap suster dan kembali masuk
Lily kembali duduk dengan perasaan panik, dan dilanda dengan rasa kekhawatiran.
tidak lama kemudian dokter keluar
"dok gimana, gimana keadaannya?" tanya Lily panik
"keadaan pasien sudah membaik, tadi sempat kehabisan banyak darah dan syukurnya di rumah sakit masih ada stok darah yang di butuhkan" jelas dokter
"pasien akan segera di pindahkan ke ruang rawat, dan paling 10 menit atau lebih baru pasien akan siuman" jelas dokter lagi dan pergi.
para suster pun mendorong brankar Irfan menuju ke ruang inap, dan di ikuti oleh Lily dan yang lainnya.
Irfan pun masuk ke ruang VVIP, di sana Lily terus memegang tangan Irfan.
"by kamu bangun dong, jangan tidur gini terus" ucap Lily sambil menggenggam tangan Irfan
"Ly kamu tenang ya, aku yakin Irfan pasti bakal baik-baik aja" ucap Ica
__ADS_1
"tapi Irfan belum bangun Ca, dia masih gini" sahut Lily yang panik
"Ly, kamu sabar ya, gue yakin Irfan bak siuman kok" ucap Harris yang mencoba menenangkan Lily
"Ly lo tenang ya, oh ya lo udah kabarin ke keluarga lo sama keluarga Irfan" tanya Alex
"udah, aku udah kabarin sama mereka, cuma mereka gak bisa balik soalnya di Korea lagi ada badai salju" sahut Lily
"ya udah Ly, kamu tenang ya"ucap Lisa dan di anggukin oleh Lily yang terus memegang tangan Irfan
dan setelah sekian lama menunggu, akhirnya Irfan pun sadar.
"By" ucap Lily yang melihat Irfan membuka matanya
"eughhh.. ini di mana?" tanya Irfan yang baru sadar
"lo siapa?" tanya Irfan sambil memegang kepalanya dan membuat semuanya termasuk Lily terkejut.
"aw... maaf gue gak kenal lo" ucap Irfan lagi sambil memegang kepalanya
"Fan lo gak kenal Lily" tanya Alex
"emang dia siapa Lex?" tanya Irfan lagi
"bos lo kenal kita semua?" tanya Azmi
"termasuk ni dua bocah?" tanya Azmi lagi sambil menunjuk kearah Chandra dan Johan
"ya kenal lah, masa iya gue gak kenal lo semua" ucap Irfan
__ADS_1
"yang gak gue kenal sama nih cewek, terus mereka, ngapain mereka di sini" ucap Irfan sambil menunjuk kearah Rita,Rani,Lisa dan Ica.
Lily yang melihat keadaan Irfan sangat sedih dan terkejut.
"by,, by kamu lihat ini, ini cincin tunangan kita, aku ini Lily, aku tunangan kamu by, please kamu ingat sama aku" ucap Lily dengan air matanya yang sudah mengalir di pipinya.
"fan please lo ingat sama Lily" ucap rita
"kalau gue gak mau ingat gimana?, lagian ngapain lo pada nyuruh gue buat ingat sama nih cewek, lepasin tangan gue" ucap Irfan yang membuat Lily semakin sedih dan terkejut
"Fan, Fan, aku, aku tunangan kamu.., aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu, please kamu ingat ini aku Fan" ucap Lily yang air matanya semakin mengalir
Irfan hanya terdiam
"Fan.. aku cinta sama kamu,,, hikss..hiksss" ucap Lily sambil menangis dan kepalanya menunduk ke tangan Irfan
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
__ADS_1
...****************...
...****************...