
Di dalam ruangan hanya tinggal Lily dan Irfan, Irfan melihat Lily dan nyengir.
"sayang" ucap Irfan sambil nyengir
"apa sayang-sayang" sahut Lily judes
"dih kok judes banget sih" ucap Irfan
"aku lagi sakit tau" sambung Irfan lagi
"lagian sih, bercandanya gak lucu" ucap Lily yang masih kesel
"hehehe, maap" ucap Irfan tersenyum
"kamu di sini dulu, aku mau beli makanan di luar" ucap Lily
"kamu sendiri?" tanya Irfan
"iyalah, terus mau sama siapa lagi" ucap Lily
"sayang kita suruh orang aja ya" ucap Irfan
"gak usah aku bentar doang kok" ucap Lily dan pergi.
Lily menelusuri sepanjang koridor rumah sakit. ia ingin membelikan makanan untuknya dan untuk Irfan.
saat Lily berjalan dia gak sengaja melihat Max dan Auren yang berada di rumah sakit. Lily juga mendengar percakapan antara mereka berdua.
"Max aku takut" ucap Auren
__ADS_1
"lo gak usah takut" ucap Max santai
"gimana gue gak takut, kalau ada orang yang tau gue hamil anak lo, dan apalagi kita bakal gugurin anak ini, bisa hancur hidup gue" ucap Auren yang membuat Lily terkejut.
"udahlah, gak perlu takut, gue bakal nemenin kemana pun lo mau pergi, asal lo ingat jatah malam buat gue" sahut Max sambil tersenyum licik
"lo mikirnya gitu terus, gak mikir nih, gue hamil gara-gara lo yang kebablasan" ucap Auren kesel
"dan gara-gara ini nih gue gak bisa pergi liburan bareng Riska"ucap Auren sambil menunjuk perutnya.
Lily yang sedari tadi mendengar percakapan antara Max dan Auren sangat terkejut. Lily pun mengurungkan niatnya untuk membeli makanan,ia takut akan berpapasan ataupun bertemu dengan Max dan Auren.
Lily kembali balik ke ruangan Irfan di rawat.
"sumpah ya, jahat banget tuh manusia, mereka udah ngelakuin hal itu, dan sekarang hamil malah mau gugurin" ucap Lily yang ngomong sendiri sambil berjalan cepat.
Saat Lily berjalan kembali menuju ke ruangan Irfan ia kembali di kejutkan dengan keberadaan ibu Amira yaitu ibu Endah di rumah sakit.
"hah itukan obat penenang, buat siapa obat penenang itu?" tanya Lily saat melihat ibu Endah memegang obat penenang dengan dosis yang sangat kuat.
namun Lily sangat terkejut saat mendengar ucapan ibu Endah.
"lihat saja Wati akan ku buat kamu menjadi stres karena obat ini,supaya kau dan bramantyo membusuk di rumah sakit jiwa," ucap Ibu Endah yang membuat Lily sangat terkejut.
"ini karena kamu terlalu ikut campur urusan ku" sambung ibu Endah lagi
saat melihat ibu Endah akan pergi dengan cepat Lily kembali menundukkan badannya supaya ibu Endah tak tau keberadaan Lily.
melihat ibu Endah sudah pergi Lily langsung berlari ke ruangan Irfan di rawat. sesampainya ruangan Irfan, Lily sangat panik dan raut wajahnya begitu khawatir.
__ADS_1
Irfan yang melihat Lily menjadi khawatir dan juga kebingungan.
klekkkkk... klekkk,,suara pintu ruangan rawat Irfan yang di buka oleh Lily dan di tutup kembali dengan cepat.
"sayang kamu kenapa" tanya Irfan sambil mencoba untuk duduk
"sayang kamu kenapa?, kamu gak jadi beli makanan?,tanya Irfan lagi
"fan, aku harus ke rumah ibu Wati sekarang" ucap Lily yang membuat Irfan kaget
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...