AODRA & ASTA

AODRA & ASTA
AMARAH LILY


__ADS_3

Sesampainya di tempat tujuan Lily, ternyata Lily membawa Ica ke ruang ganti untuk mandi dan menganti pakaian Ica.


sampainya di depan ruang ganti...


"kak Rita tolong siapin seragam lain buat Ica!"ujar Lily yang di anggukin oleh Rita,


Rita pun langsung pergi untuk menyiapkan seragam untuk Ica. Beberapa saat kemudian Rita pun kembali ke ruang ganti dan membawakan seragam baru untuk Ica dan menyerahkannya ke Lily.


"ini Ly seragamnya" ucap Rita sambil menyerahkan seragam nya.


"makasih kak" ucap Lily mengambil seragam dari tangan Rita dan tersenyum.


"ini Ca seragamnya, mending kamu mandi terus ganti seragamnya" ujar Lily dan di anggukin oleh Ica


"oh ya Fan mana yang aku suruh beli tadi" tanya Lily pada Irfan


"ni sayang" jawab Irfan sambil menyerahkan perlengkapan mandi dari handuk sampai sabun dan shampoo dan memberikannya pada Lily.


melihat Irfan yang menyerahkan hal tersebut sontak membuat semuanya bengong.


"kapan lo belinya bos" tanya Azmi


"itulah pentingnya menggunakan otak dan otot secara barengan Azmi" ucap Irfan yang menyombongkan dirinya.


"makasih ya semuanya, terutama kamu Ly makasih ya" ucap Ica


"iya.. ya udah ini peralatan mandinya mending kamu masuk, mandi dan ganti pakaiannya sekarang. kita bakal tunggu kamu di luar" ucap Lily sambil tersenyum ramah ke arah Ica


di saat Ica sudah masuk ke dalam ruang ganti, Lily yang awalnya tersenyum ramah tiba-tiba ekspresi wajahnya langsung berubah datar.


"kalian tungguin Ica sampai selesai" ucap Lily yang beranjak pergi dengan raut wajah emosi


"Ly kamu mau kemana?" tanya Lisa


"ngeberesin masalah" jawab Lily singkat


"gue bakal nyusul Lily, kalian di sini nungguin Ica" ujar Irfan yang lari mengejar pacarnya


"kalian cewek-cewek tungguin Ica di sini kita mau nyusul Lily dulu"ucap Harris


"nanti kalau Ica sudah selesai kalian langsung masuk kelas aja" sahut Rizky


"gue titip Ica please" ucap Alex


"tolong jagain Lily jangan sampai dia berbuat yang aneh-aneh" ucap Rita


Lily dari tadi mencari keberadaan Aldo, Satria dan Niko. melihat Aldo, Satria dan Niko yang berada di kantin dengan wajah yang sudah babak belur, Lily langsung menghampiri Aldo, Satria dan Niko.


Lily mengambil nampan milik ibu kantin dan langsung memukul Aldo.


brugghhh


"apa-apa lo" bentak Satria yang melihat Niko jatuh dari kursi


"kasih tau sama gue siapa yang nyuruh lo buat ngelecehin sahabat gue?" bentak Lily pada Aldo, Satria dan Niko


"ngapain gue harus ngasih tau sama lo" ucap Aldo smirk


"oh boleh sih kita ngasih tau sama lo, tapi harus ada bayarannya" ucap Aldo lagi dengan ekspresi nakalnya.


"bener banget kata Aldo,bayaran cukup sama tubuh lo aja" ucap Satria yang mendekati Lily


brugghhh Lily menampar Satria dengan nampan yang masih di tangannya


"cewek sialan" bentak Satria dan ingin menampar Lily, namun di tahan oleh Irfan dan Irfan juga menonjok Satria sampai jatuh tersungkur.


"gue gak suka cewek gue di sentuh sama orang lain" ucap Irfan datar


"lo sentuh cewek gue sekali lagi, gue buat lo menderita seumur hidup" ucap Irfan dan berbalik badan untuk berdiri di samping Lily.

__ADS_1


"mau ngapain lo?" ucap Irfan sinis saat melihat Niko ingin memukulnya


Aldo, Satria dan Niko gelagapan melihat tatapan menyeramkan Irfan, apalagi mereka melihat csnya Irfan juga ada di sini. mereka tau berhadapan dengan Irfan cs gak akan bisa menang.


"awas aja kalau gue tau lo sentuh cewek gue, gue habisin lo semua" ucap Irfan yang merangkul Lily dan menunjukkan tangan kearah Niko,Satria dan Aldo.


"kasih tau sama gue sekarang siapa yang nyuruh lo" bentak Lily


"jawab anj...ing" ucap Alex emosi


"loe bisu atau gimana nyett" tanya Azmi yang menghampiri Niko


"atau mau gue buat kalian semua ngomong secara paksa" ancam Azmi


"gu,, gue di suruh princess Riska, buat ngerjain dan ngelecehin Ica" ucap Satria gelagapan


"hahhahaha princess kata lo?, Riska? princess? hahahaha, ngelawak lo" tawa Azmi pecah saat mendengar Riska di panggil princess. dan kemudian berubah jadi datar lagi.


"mending lu makan tuh cewek cabe biar pedesnya kerasa di hidup lo" ucap Azmi datar


mendengar pengakuan dari Satria, Lily langsung pergi menuju kelas untuk menghampiri Riska dan teman-temannya.


sesampai di kelas Lily melihat Ica dan teman-teman yang ternyata juga sudah masuk ke kelas dan sekarang Ica di ejek oleh Riska cs


"Riska lo bisa diam gak" bentak Alex yang melihat Riska mengejek Ica


"kan gue ngomong jujur Lex, ni cewek kan udah anu-anu di toilet tadi" ujar Riska dan diiringi tawa teman-temannya


"bener banget, gimana Ca enak mainnya?, siapa yang duluan capek? lo atau yang cowok?" tanya Amira yang mengejek Ica juga


Ica yang mendengar dan melihat langsung Riska dan teman-temannya mengejek Ica, dia mulai menangis dan seluruh badannya gemetaran.


"berarti lo udah gak pe..ra..wan.. lagi ya?" ejek Riska yang membuat Rani,Rita Lisa, Alex dan yang lain emosi"


plaakkkk suara tamparan keras yang dilakukan oleh Lily pada Riska membuat seisi kelas terkejut dan melihat kearah keributan tersebut.


"keterlaluan lo, apa yang lo lakuin hari ini sudah melewati batas" bentak Lily sambil menunjuk ke arah Riska yang memegang pipinya.


"fiks harus kita laporin ke Kepala sekolah" ucap Keisha


"lo gila ya, lo nampar anak kepala sekolah di depan umum kayak gini" ucap Auren


"iya gue gila, dan gue bakal bisa lebih gila lagi kalau lo semua masih gangguin sahabat gue" bentak Lily yang sudah sangat emosi.


"lo berani macam-macam sama gue sialan" ucap Riska yang mendorong Lily


"kenapa gue harus takut sama sampah masyarakat kayak lo" balas Lily


"lo lihat gue benar-benar bakal minta nyokap gue buat ngeluarin lo dari sekolah, dan kali ini lo benar-benar bakal di keluarin dari sekolah ini"ancam Riska


"oh ya, silakan, silakan minta bantuan sama nyokap lo buat keluarin gue dari sini, gue gak takut" sahut Lily


"awas aja lo dan liat ya lo semua, gue juga bakal minta bantuan nyokap gue buat ngeluarin kalian semu..." ucap Riska yang menunjuk ke arah Ica dan yang lainnya namun di sela cepat oleh Lily


"dan gue bakal ngeluarin lo dan nyokap lo dari sekolah ini tanpa minta bantuan siapapun, camkan itu" ancam Lily pada Riska yang membuat Riska cs terdiam beku.


"mending kita pulang, dari pada ngurusin setan kayak mereka" ucap Lily yang mengajak temannya pergi


Lily cs dan Irfan cs pun sampai di parkiran semuanya pergi menuju markas. Lily tentunya dengan Irfan, Alex dan Ica, Rani dan Harris, Lisa dan Rizky. sedangkan Azmi mengajak Rita untuk ke markas bareng.


"Rit bareng gue aja yok"ajak Azmi


"eheeeummm" goda Rizky


"mulai nih modusnya" sambung Harris yang membuat semua orang tertawa kecuali Ica yang hanya tersenyum, Rita yang malu dan Lily yang hanya diam.


akhirnya mereka semua berangkat ke markas. di mobil Lily masih enggan untuk berbicara, dia masih terlihat marah atas kejadian yang menimpa Ica tadi.


"hey...sayang udah dong marahnya" ucap Irfan yang memecahkan keheningan

__ADS_1


"hey...kok kamu diamin aku sih?" tanya Irfan yang kebingungan dan satu tangan menyetir, satu tangan lagi mengusap rambut Lily.


"aku masih kesel Fan sama Riska" rengek Lily yang memegang tangan Irfan


"ini tuh udah keterlaluan, sampe nyuruh orang buat ngelecehin Ica" sambung Lily lagi


"tuh cewek emang gitu sayang, makanya dari dulu aku gak pernah suka liat dia sama ganknya" jawab Irfan yang masih menyetir dan satu tangannya masih menggenggam tangan Lily


"bahkan dulu sebelum Ica ada satu siswi yang juga mereka bully, sampai-sampai siswi itu mengakhiri hidupnya" jelas Irfan lagi dengan raut wajah emosi


"oh iya aku dengar juga dari kak Rita, dulu ada siswi bunuh diri gara-gara di bully juga, dia siapa Fan?, kamu kenal?"tanya Lily berkali-kali


"kepo banget sih pacar aku" ucap Irfan sambil mencubit hidung Lily yang gemas karena ekpresi keponya.


"ihhh Irfan sakit" rengek Lily yang memegang hidungnya


"hahahahaha kamu sih gemes banget" ucap Irfan sambil tertawa


"dasar aneh, orang nanyanya serius malah di bilang gemes" ucap Lily yang cemberut


"jangan cemberut gitu dong sayang, nanti aku tambah gemes lagi" ucap Irfan yang membujuk Lily


"makanya kamu jawab aku dulu Fan"rengek Lily


"yaudah janji satu hal dulu" ucap Irfan sambil mengeluarkan jari kelingking nya


"janji mulu" sahut Lily kesel


"oh gak mau ya udah, aku juga males ngasih tau masalah siswi itu lagi" ucap Irfan


"ihhhh ngambekan banget jadi cowok, di luar aja tegas, dingin, cuek, irit ngomong. padahal aslinya tukang gambek" ucap Lily


"kan aku gini cuma sama kamu doang sayang, emang kamu mau aku dingin, cuek, irit ngomongnya sama kamu juga" tanya Irfan sambil tersenyum


"ya enggak lah, emang aku pacaran sama kulkas apa" gerutu Lily


"ya udah apa janjinya" ucap Lily


"janji mulain sekarang gak boleh diamin aku kalau kamu lagi kesel sama orang lain, dan panggil aku jangan pake nama, tapi pake SAYANG selalu, oke" ucap Irfan yang mengeluarkan jari kelingking nya lagi


"gak mau ah, malu tau Fan" ucap Lily


"ya udah"ucap Irfan dingin dan fokus menyetir lagi


"ya udah aku mau" ucap Lily yang melihat perubahan rau wajah Irfan


"janji?" tanya Irfan sambil tersenyum dan kemudian di anggukan oleh Lily.


merekapun mengaitkan kedua kelingking nya untuk berjanji.


"sekarang kamu kasih tau sama aku, siswi itu siapa?, kamu kenal?" tanya Lily dan di anggukin oleh Irfan


"aku kenal, kenal banget malahan"ucap Irfan dengan raut wajah yang berubah menjadi marah


"dia adalah....


...----------------...


...----------------...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupu follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notif saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....

__ADS_1


......................


__ADS_2