AODRA & ASTA

AODRA & ASTA
RUMAH SAKIT


__ADS_3

Mendengar perkataan Irfan tadi Lily benar-benar di buat kaget sekaligus kagum. Akhirnya Ica pun di bawa ke rumah sakit dalam keadaan yang sangat lemah dan lebam lebam di badannya.


di rumah sakit...


Alex langsung menggendong Ica ala bridal style dan di ikuti oleh yang lainnya dari belakang.


"dok...tolong dok" teriak Alex dan yang beberapa yang lain


akhirnya dalam keadaan yang sudah tidak sadarkan diri lagi Ica di bawa masuk ke dalam ruang ICU.


semuanya menunggu Ica di luar ruang, Haris, Rizky dan Azmi berusaha menenangkan Alex yang khawatir dan gelisah. dan Rita berusaha menenangkan Rani dan Lisa, sedangkan Lily dan Irfan berdiri di dekat jendela kecil ruang ICU.


sampai beberapa saat ada dokter yang menghampiri mereka


"Irfan kamu ngapain di sini sayang" ucap dokter tersebut yang ternyata mamanya Irfan


"tante,,, tante tolongin pasien di dalam tante saya mohon, saya mohon" ujar Alex yang langsung berdiri saat melihat mamanya Irfan


"iya mah, tolongin pasien di dalam ya, dia teman kita"ujar Irfan lagi


mendengar hal tersebut mamanya Ica langsung menganggukkan kepalanya dan masuk ke ruangan ICU.


" argghhh brengsek, harusnya gue dari dulu jagain wanita yang gue sayangin"teriak Alex sambil menjambak rambutnya


"Lex lo sabar dulu, lo berdoa supaya Ica baik-baik aja" ucap Harris berusaha menenangkan Alex


"gue yakin Ica kuat, lagian dia udah laluin banyak hal yang menyakitkan, dan gue yakin dia pasti baik-baik aja" ujar Rizky lagi


"tapi lo liat kan, dia terbaring lemah di dalam sana" teriak Alex lagi


"lo bisa tenang gak" ucap Irfan memperingati Alex


mendengar teguran dari Irfan pun Alex langsung diam dan duduk kembali di kursi di depan ICU tersebut.


Lisa,Rani pun juga histeris mereka tak lagi bisa menahan kesedihannya, mereka benar-benar saksi dari penderitaan Ica selama ini


"udah ya kita berdo'a aja semoga Ica baik-baik saja" ucap Lily sambil memeluk Lisa dan Rani


setelah sekian lama dokter pun keluar dari ruang ICU dan mereka melihat Ica memejamkan matanya di atas brankar dengan keadaan memar yang sudah di bersihkan. semuanya mengikuti para perawat yang mendorong brankar Ica untuk masuk ke ruang rawat, sedangkan Irfan menarik tangan Lily untuk menuju ke ruang kerja mamanya untuk menanyakan kondisi Ica.


"lo kenapa sihh, suka banget narik paksa gue" ucap Lily sambil memukul tangan Irfan


"karena gue emang suka" jawab Irfan sambil tersenyum dan membukakan pintu ruang kerja mamanya untuk Lily


sesampainya di dalam ruang kerja mamanya Irfan, Lily dan Irfan duduk di kursi yang sudah tersedia di sana


"jadi gimana dok, keadaan sahabat saya" tanya Lily


"keadaan dia mulai membaik kok, tadi dia pingsan karena tidak kuat menahan rasa sakitnya" jelas mamanya Irfan


"fan kalau boleh mama tau, teman kamu kenapa? kok bisa sampai lebam lebam begitu, kayak habis kena pukul atau mendapatkan kekerasan semacam itu"tanya mamanya Irfan kepada sang anak


"dia emang di siksa mah, sama ibu dan saudara angkatnya" ujar Irfan dan menjelaskan semua kejadiannya

__ADS_1


mendengar hal tersebut mamanya Irfan hanya bisa menggeleng-geleng kepalanya, beliau heran kenapa ada manusia sekejam itu. setelah mamanya Irfan diam beberapa detik akhirnya beliau mengubah topik pembicaraan.


"ngomong-ngomong Fan ini siapa?, kok kamu gak kenalin sama mamah" ujar mamanya Irfan sambil tersenyum ramah


"oh kenalin dok, saya Lily te..."jawab Lily dengan ramah sambung menjulurkan tangan dan pembicaraan Lily dipotong oleh Irfan


" pacar Irfan mah"jawab Irfan santai sambil merangkul Lily, sontak membuat Lily kaget dan mamanya Irfan hanya tersenyum


"kenalin saya Divia mamanya Irfan" ujar mama Divia sambil meraih tangan Lily


"kamu gak usah panggil saya dokter, panggil aja mama, kaya irfan juga, btw saya senang loh liat kamu sama Irfan" ujar mama Divia sambil tersenyum lebar.


"hehehe,iya dok, eh maksudnya tan, eh engga-engga maksudnya ma..ma ya mama"sahut Lily dengan tersenyum kikuk


" kalau gitu kami permisi dulu mah, soalnya mau ke ruangan Ica"sambung Lily lagi sambil berpamitan pada mama Divia


"iya sayang, Fan kapan-kapan ajak Lily ke rumah buat makan malam" ujar mama Divia


"iya mah, tenang aja, lagian pacar aku masih malu-malu gitu mah, iya kan sayang" ujar Irfan yang tersenyum sambil merangkul dan melihat kearah Lily


"hehehehe" tawa paksa Lily


setelah keluar dari ruangan kerja mama Divia Lily langsung menceramahi Irfan, dan Irfan dengan santai mendengar tanpa menjawab sepatah katapun


"lo kenapa bilang gue pacar lo sih, kan gue malu sama nyokap lo, harusnya tadi gue udah benar jawabannya gue itu teman sekelas lo dulu, ihhhh kesel gue" ucap Lily dengan panjang lebar namun hanya mendapatkan senyum yang tak jelas dari Irfan yang lah membuatnya lebih kesal.


"ihhhh Irfannnn.... lo benar-benar bikin gue kesel tau gak" ucap Lily lagi sambil memukul-mukul lengan Irfan


"udahlah sayang mending kita langsung masuk ke ruangan Ica nanti mereka nyariin lagi, kamu kalau mau main-main sama aku ataupun mau romantis-romantisan sama aku diluar rumah sakit aja sayang ya, kalau di sini kasian para pasien yang cemburu sama kita" ujar Irfan santai sambil merangkul Lily


sesampainya di ruang Ica Lily membuka pintu pelan-pelan dan melihat teman-temanya ya g menunggu Ica sadar


"kata nyokap gue tadi Ica gak apa-apa kok, palingan bentar lagi dia juga sadar, ya kan SAYANG" ujar Irfan sambil merangkul Lily


mendengar panggilan sayang yang keluar dari Irfan sontak membuat semua ya g ada di dalam ruangan melihat kearah mereka


"wihhh gercep lo bosss, kapan nih perayaannya" ucap Azmi


"ihh apaan sih" ucap Lily yang sudah benar-benar kesel


Irfan terus tersenyum melihat Lily yang cemberut


"yaudah kalian nunggu Ica aja dulu disini kalau udah laper kalian pesan makan aja pake kartu ini" ucap Irfan yang menyerahkan salah satu kartu credit nya dan di ambil cepat oleh Azmi


"gue sama pacar gue pergi dulu, mau ngurusin sesuatu" ucap Irfan lagi dan langsung menarik Lily keluar ruangan


"ihhh Fan sakit tau tangan gue lo tarik mulu" ucap Lily


yang lain pun tersenyum melihat Lily dan Irfan.


tanpa menjawab keluhan Lily, Irfan terus menarik Lily menuju ke mobil, setelah sampai di mobil Irfan baru menjelaskan semuanya ke Lily.


"gue mau nyiapin tempat buat Ica tinggal" ucap Irfan yang melihat Lily cemberut disampingnya

__ADS_1


mendengar hal tersebut Lily langsung melihat kearah Irfan yang sedang menyetir, dalam hati Lily sangat kagum dengan sikap gentle Irfan, bahkan dia sendiri lupa kalau Ica gak akan mungkin bisa pulang ke rumahnya lagi.


Irfan pun melihat Lily yang bengong langsung menggodanya


"udah, kamu gak perlu kagum sama aku sayang" ujar Irfan santai sambil tersenyum jail


"apaan sih lo gak jelas" ucap Lily


mereka diam sejenak, sampai akhirnya Lily membuka obrolan.


"Fan, aku khawatir deh kalau kita gak bisa nemuin tempat yang dekat dari sekolah buat ditempati oleh Ica" ucap Lily dengan raut wajah sedih


"udah kamu tenang aja, aku udah punya kok tempatnya. makanya aku ngajak kamu buat liat tempat itu" ucap Irfan dengan lembut dan berhasil membuat Lily memeluknya


"Aaaaa Fan, makasih ya kamu udah mau bantuin Ica" ucap Lily gembira yang reflek memeluk Irfan yang sedang menyetir


"sayang,,, aku lagi nyetir nanti aja peluknya, peluk yang puas nanti"ucap Irfan yang tersenyum jail


reflek Lily langsung melepaskan pelukannya


"apaan sih" ucap Lily yang kembali duduk dan merapikan rambutnya


Irfan hanya tersenyum melihat Lily yang salah tingkah. akhirnya mereka saling diam lagi, Irfan fokus menyetir dan sesekali melihat kearah Lily. hening pun terpecahkan saat ponsel Lily berdering


drttt...drtt...


"halo kak Rit, gimana keadaan Ica?" tanya Lily lewat ponselnya


"Ica udah sadar kok dan keadaannya sudah membaik dan ini di suapin bubur sama Alex" ucap Rita lewat ponselnya


"syukurlah...ini aku sama Irfan juga lagi ketempat penginapan baru Ica. kata Irfan udah ada sih tempatnya,makanya dia ngajak aku buat ngeliat tempatnya" jawab Lily ya.g membuat Azmi langsung heboh


"cieeee masa mau liat tempat jalannya berdua, itu nyariin tempat buat Ica atau emang mau berduaan aja" ledek Azmi dan diketawain oleh teman-teman yang lain


"boleh kali bosss party nya" sahut Rizky lagi yang membuat semuanya ketawa termasuk Ica dan Alex yang hanya tersenyum


"apaan sih Azmi gak jelas banget, Rizky lagi gak usah ikut-ikutan deh" sahut Lily lewat ponselnya


"tuh kam gara-gara lo sih, teman lo ngejek gue semua" semprot Lily ke Irfan, yang membuat yang lain ketawa mendengarnya lewat ponsel Rita


"woyyy kalian jangan buat kelinci singa gue ngamuk dong, yang kena gue nih" teriak Irfan


"kok kelinci singa sih?" tanya Lily yang kebingungan


"ya kan kamu lucu kayak kelinci tapi kalau udah ngamuk kayak singa" jawab irfam santai dan membuat teman-temanya yang mendengar hal tersebut tertawa.


"wah udah ada nama panggilan sayang aja nih" sarkas Azmi


"udah ahh males gue, gue tutup dulu ya?" ucap Lily lagi melalui ponselnya


"cieee mau berduaan ya, yaudah lanjutin aja" ucap Azmi lagi dan langsung dimatikan ponselnya oleh Lily


dimobil Lily hanya diam karena keselnya, dan Irfan sesekali tersenyum melihat ekspresi Lily, akhirnya merekapun sampai ketempat tujuan mereka. Irfan memasukan mobilnya ke area rumah tersebut.

__ADS_1


"yuk turun kita udah sampai"ujar Irfan


__ADS_2