AODRA & ASTA

AODRA & ASTA
PERDEBATAN LILY DAN IRFAN


__ADS_3

Lily terus berjalan menuju ke parkiran untuk menghampiri Irfan. sesampainya Lily di parkiran dia terkejut melihat Irfan yang di peluk oleh Riska.


melihat hal itu Lily langsung pergi, namun saat Lily pergi Irfan melihatnya dan langsung melepaskan pelukan Riska dengan paksa


"sialan lo" ucap Irfan marah kepada Riska dan berlari mengejar Lily. sedangkan Riska tersenyum licik.


"liat aja gue bakal rebut Irfan dengan cara apapun" desis Riska yang melihat Irfan mengejar Lily


Lily terus berlari menuju kantin, hatinya benar-benar kacau saat melihat Irfan dan Riska di parkiran. sesampainya di kantin teman-teman bingung melihat Lily buru-buru dan di belakang ada Irfan yang mengejar nya.


"aku pulang duluan" ucap Lily yang mengambil ponselnya dan ingin pergi namun di tahan oleh Irfan yang sudah sampai di kantin


"sayang kamu dengerin aku dulu" ucap Irfan sambil memegang tangan kedua tangan Lily


"lepasin" ucap Lily yang melepas tangannya paksa dari pegangan Irfan


teman-teman yang melihatnya bingung, mereka benar-benar gak tau apa yang terjadi sehingga membuat Lily marah sambil menahan tangisnya


"sayang dengerin penjelasan aku dulu, semua yang kamu lihat bukan kejadian yang sebenarnya" jelas Irfan yang memegang pundak Lily


"lepasin aku, aku lebih percaya apa yang aku lihat daripada penjelasan bulshit dari kamu"ucap Lily dengan


"tapi sayang, itu semua salah, aku gak mung..." ucap Irfan yang berusaha menjelaskan semuanya namun di potong oleh Lily


"berhenti memanggil aku dengan sebutan sayang mulai hari jangan pernah temuin gue lagi, gue benci sama lo" ucap Lily dengan keras dan air matanya mulai keluar.


hal tersebut sontak membuat semua teman-temannya berdiri dan seluruh murid di kantin melihat ke arah Irfan dan Lily.


"sayang kamu jangan gini" ucap Irfan namun diabaikan oleh Lily yang pergi. Irfan ingin menyusul namun di tahan oleh Harris


"Ris lo apa-apaan sih, lepasin gue" bentak Irfan


"biarin Lily tenang dulu, mending lo cerita sama kita apa yang sebenarnya terjadi" ucap Harris


mendengar hal tersebut Irfan jadi melunak, ia setuju dengan pendapat Harris, tapi ia tak tega melihat Lily menangis seperti tadi.


Lily berjalan ke arah kelas mengambil tasnya dengan buru-buru dan pulang. Riska yang melihat hal itu sangat senang dan teman-teman Riska yang sudah tau pun juga ikut senang.


di kantin Irfan menceritakan kejadian di parkiran ke teman-temannya termasuk teman-teman Lily.


"Fan sebenarnya apa yang terjadi, jujur baru kali ini gue lihat Lily marah dan sampe nangis kayak gitu?" tanya Rita


"tadi di parkiran" ucap Irfan


back to parkiran...


Irfan membuka mobilnya dan mengambil ponselnya, tiba-tiba Riska datang.


"Fan aku mau ngomong sama kamu" ucap Riska


"gue gak bisa, cewek gue nungguin di kantin" ucap Irfan cuek


"Fan kenapa sih kamu gak bisa nerima aku, aku sayang sama kamu, aku cinta" teriak Riska


"Riska minggir, gue gak mau berurusan sama lo, gue gak mau cewek gue lihat dan jadi salah paham" ucap Irfan yang masih cuek


"apa sih hebatnya cewek sialan itu, aku banyak berkorban demi kamu Fan, aku nolak Max cuma karena aku suka sama kamu, tapi kamu malah pacaran sama cewek sialan itu" ucap Riska


"yang cewek sialan lo, bukan cewek gue. dan ingat satu hal gue gak pernah nyuruh lo buat nolak Max, gue juga gak pernah minta sama lo buat nyuruh nyokap lo ngeluarin Max dari sekolah ini" sahut Irfan yang sudah mulai emosi.


Irfan yang Ingin pergi namun di tahan oleh Riska.


"Riska please berhenti ganggu gue, lo cewek dan lo bisa cari cowok lain" bentak Irfan


"gue cuma mau sama lo fan" ucap Riska yang memeluk Irfan


"lepasin gue" bentak Irfan yang berusaha melepaskan Riska yang memeluknya.


"kamu terima aja Fan pelukan dari aku, karena setelah pelukan ini cewek sialan itu akan pergi dari kamu" ucap Riska yang melihat Lily datang ke parkiran.


Riska tersenyum licik ke arah Lily, dan saat Lily pergi Irfan baru menyadari bahwa Lily menyusulnya ke parkiran.


kembali ke kantin, Irfan terus menceritakan semuanya dengan wajah yang menahan emosi karena Riska


"brengsek banget ya tuh setan, pengen gue jambak tau gak sih" ucap Azmi kesel


"kasian Lily dia pasti sedih banget" ucap Ica


"gue harus jelasin semuanya ke Lily" ucap Irfan


"Riska benar-benar keterlaluan, dia benar-benar manusia iblis" ucap Rani yang kesel.


"gue setuju sama lo, pengen banget gue dorong ke jurang tuh anak" ucap Azmi


Rita yang emosi pun pergi dari kantin


"Rita lo mau kemana" tanya Lisa namun tak ada jawaban dari Rita.

__ADS_1


Irfan dan yang lainnya pun juga menyusul Rita.


di kelas Rita langsung menghampiri Riska dan teman-temannya yang sedang bercerita sambil tertawa.


plakkkkkkk bunyi tamparan


"lo itu benar-benar gak bisa lihat orang senang ya" ucap Rita


"lo apa-apaan sih" tanya Riska emosi


"gue udah kasih tau sama lo, berhenti ganggu kita" bentak Rita


"eh lo apa-apaan datang main nampar orang aja" ucap Amira sambil mendorong Rita


"lo tuh anak pembantu gak pantas nampar Riska yang anak kepada sekolah" ucap Auren


"mending gue anak pembantu tapi bener, dari pada lo anak kepala sekolah tapi gak bener" ucap Rita


"lo.." ucap Riska yang ingin menampar Rita namun di tahan oleh Irfan


"cewek murah" ucap Irfan dan menghempaskan tangan Riska


"yok pulang" ucap Irfan namu terhenti saat Amira menyapa Alex


"eh Lex kemaren kamu pulang kok gak pamit sama aku" tanya Amira yang menghampiri Alex


"maksudnya" ucap Alex pura-pura gak tau


"kan kemaren kamu ke rumah aku dalam keadaan yang berantakan, terus kamu mau bilang sesuatu sama aku tapi aku malah ketiduran, maafin aku ya" ucap Amira sambil tersenyum dan membuat Ica dan teman-temannya melihat ke arah Amira dan Alex.


"lo mimpi ya, ngapain gue ke rumah lo" ucap Alex bohong


"kemaren ia loh kamu ke rumah aku, aku juga bersihin memar kamu itu" ucap Amira


"hahahahaha, Alex ke rumah lo?, ngapain mau nonton sirkuit monyet anggora" ucap Azmi tertawa, namun Ica dan yang lain hanya tersenyum


"eh anak pungut ngapain kamu tersenyum"bentak Amira yang menunjuk ke Ica


"diam lo, sekali lagi lo bentak Ica awas aja" ucap Alex dan mengajak Ica untuk pulang


"ih Lex kamu kok gitu sih" ucap Amira yang di abaikan


"ayok kita pulang aja" ucap Azmi yang merangkul Rita, dan dengan buru-buru Rita melepaskan rangkulan tersebut yang membuat Azmi bingung.


skip malam jan 19.00, di grup Boys and Girls, grup yang terdiri dari Irfan cs dan Lily cs.


grup Boys and Girls


Harris: gue sih oke-oke aja


Rani: boleh, ayok


Rizky : gue oke kalau ayank gue oke😘


Lisa: aku oke ayank😘


Azmi:dih jijik gue🤮


Alex: Fan lo gimana


Ica: Ly, Rit kalian ikut gak


Rita: sorry gue gak bisa


Lisa: loh kepada Rit?, lo sakit?


Rita: engga,gue lagi males keluar


Azmi: kamu serius gak apa-apa Rita?, gak biasanya kamu gini


Rita:👌


Lisa:Lily gak ikut juga


Lily: gak


Irfan: Ly balas chat aku, angkat panggilan dari aku


Rani: Lily lo kenapa gak ikut? lo masih sedih ya? lo cuma salah paham, Irfan udah cerita semuanya ke kita


Ica: iya Ly, kamu dengar penjelasan Irfan dulu


Azmi : gue setuju ama Rani


Alex : bener kata Rani Ly


Rizky : setuju

__ADS_1


Harris : setuju


Irfan : Sayang angkat panggilan dari aku


Lily : berhenti spam chat ataupun spam panggilan ke gue, atau nomor lo gue block


Azmi,Rizky, Harris: 🙊


semua yang di grup terdiam dan memilih untuk memberikan waktu kepada Lily.


skip di kamar Lily


tok. tok.. bunyi ketukan pintu


"masuk" teriak Lily dari dalam


"Ly kamu gak apa-apa" tanya Rita yang menghampiri Lily ke kamarnya dan melihat mata Lily yang merah karena menangis.


"aku cuma masih kecewa aja kak, dulu aku gak mau ngasih hati aku buat Irfan, namun di saat aku udah kasih dia malah nyakitin aku kayak gini" jelas Lily yang air matanya jauh


"hei kamu jangan nangis dong, nanti kalau kak Leon lihat pasti kamu di ejek" ucap Rita sambil menyapu air mata


"tadi Irfan udah cerita sama kita semua, dan Riska emang sengaja meluk Irfan saat kamu datang ke sana, biar kamu melihat dan marah sama Irfan" jelas Rita


"masa kamu percaya sama Riska, nih ya logikanya kalau emang Irfan dan Riska punya hubungan atau apalah yang kamu pikirkan, kenapa dia ngasih tau ke kita kalau dia bakal ke parkiran, kenapa dia gak bilang aja kalau dia ke toilet atau kemana lah, ngapain dia malah ngomong ke tempat dia akan bertemu dengan Riska "jelas Rita panjang lebar


Lily terdiam sejenak,jujur apa yang di bilang oleh Rita ada benarnya. namun Lily mengalihkan obrolannya


"kak Rita sendiri kenapa?tanya Lily tiba-tiba yang membuat Rita kikuk


" hah maksud kamu apa Ly"tanya Rita balik


"mama dan kak Leon pernah liat kakak nangis sendiri di halaman rumah sama di dapur" ucap Lily yang membuat Rita terkejut


"a..aku gak apa-apa kok Ly" ucap tita sambil pura-pura tersenyum


"aku balik ke kamar dulu ya" ucap Rita lagi dengan buru-buru


"kak, kalau ada masalah cerita ya, aku udah anggap kak Rita sebagai kakak aku juga, jangan sembunyikan apapun dari aku, ingat satu hal kak, pundak aku siap menerima senderan kakak" ucap Lily yang menahan Rita


"aku.. aku ke kamar dulu ya" ucap Rita lesu dan buru-buru


"iya kak, kakak juga gak perlu cerita sekarang tapi kalau kakak udah butuh pengen cerita aku selalu ada buat kak Rita" ucap Lily dan Rita oun keluar dari kamarnya


tiba-tiba ponsel Lily berbunyi lagi dan itu dari Irfan lagi, Lily pun mengangkat panggilan tersebut.


"apa sih, berhenti gangguin aku" bentak Lily di ponselnya


"sayang besok temui aku di taman please" ucap Irfan di sebrang ponsel


"aku gak bisa"jawab Lily cuek


" please, aku bakal jelasin semuanya sama kamu"paksa Irfan


Lily diam sejenak,dia teringat dengan perkataan Rita tadi


"oke" ucap Lily singkat


"besok aku jemput kamu"ucap Irfan lagi


" gak usah"balas Lily cuek


"pokoknya aku jemput besok jam 9 pagi, kita gak usah ke sekolah lagi pun lagi gak ada sekolah cuma lagi nunggu hasil ujian aja" ucap Irfan panjang lebar


"gak usah jemput, atau aku gak mau ketemu kamu" ucap Lily


"oke-oke aku tunggu kamu di taman ya" jawab Irfan lembut


"aku mau tidur bye" jawab Lily cuek dan mematikan ponselnya.


pagi pun tiba, Lily bangun dan turun ke bawah untuk menemui keluarga nya. sesampainya di bawah....


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....

__ADS_1


...----------------...


......................


__ADS_2