AODRA & ASTA

AODRA & ASTA
PERTEMUAN ICA DAN AYAHNYA


__ADS_3

Li...Lily" ucap Ica gaguk yang membuat semua yang ada di dalam ruang menoleh kembali kearah Ica


"Ica, aku minta maaf ya gara-gara aku kamu jadi gini" ucap Lily yang sudah berdiri di samping Brankar Ica


"a..aku gak apa-apa kok Ly" ucap Ica sambil memegang tangan Lily


"Lily a..aku boleh gak ketemu sama ayah aku sekarang?" ucap Ica yang melihat ke arah Lily, sedangkan Lily melihat ke sekelilingnya.


Lily tidak menjawab apapun, jujur ia sangat senang jika Ica mau bertemu dengan ayahnya, tapi ia takut salah ambil langkah lagi yang akan membuat dia di salahkan.


"Ly, kamu kenapa diam?" tanya Ica yang tidak mendapat respon dari Lily


"e..e..Ica mending kamu istirahat aja dulu, nanti kalau kamu sudah sembuh dan siap buat ketemu ayah kamu, baru aku akan bawa kamu ke ayah kamu" ucap Lily ragu


"tapi aku udah siap Ly, tadi aku cuma syok aja sehingga buat aku pingsan. tapi sekarang aku gak apa-apa, aku udah siap" ucap Ica yang mulai nangis


"aku..." ucap Lily yang kemudian di sela oleh Rani


"Ly kalau misalnya Ica udah siap, kamu boleh kok bawa dia ke ayahnya" ucap Rani yang memegang bahu Lily


"aku minta maaf tadi udah bentak dan nuduh kamu atas pingsannya Ica, aku benar-benar minta maaf" ucap Rani yang menundukkan kepalanya


"aku gak apa-apa kok, aku paham kamu ngelakuin itu karena kamu panik dan khawatir dengan keadaan Ica" ucap Lily sambil tersenyum dan mengusap bahu Rani


"gue juga minta maaf Ly, atas sikap gue tadi. gak seharusnya gue bentak lo kayak tadi" sahut Alex yang juga menghampiri Lily dan berdiri di samping Lily


"aku udah maafin kalian kok, aku juga minta maaf karena aku ngelakuin sesuatu tanpa kasih tau kalian dulu" ucap Lily


"lo gak perlu minta maaf Ly, karena yang lo lakuin itu benar, lo cuma mau lihat Ica bahagia" ucap Alex yang memegang tangan Lily


"lo kayaknya juga harus minta maaf sama gue deh" ucap Irfan sambil melepaskan tangan Alex yang memegang tangan Lily.


"ya ampun cemburu ingat tempat kali bos" timpal Azmi


"sensi amat tangan ceweknya di pegang orang lain"sambungnya lagi


" gue gak cemburu kok, gue cuma mengingatkan kepada Alex kalau dia perlu minta maaf juga sama gue"ucap Irfan ngeles


"iya kan Lex" ucap Irfan tersenyum sinis


"iya gue minta maaf Fan, gue tadi emosi" ucap Alex sambil tersenyum


di saat itu semua pada baikan dan saling memaafkan, kemudian Ica meminta lagi pada Lily untuk membawanya ke ayahnya


"Ly kamu mau kan bawa aku untuk ketemu sama ayah aku" ucap Ica lagi

__ADS_1


"aku mau kok. perlu kamu tau Ca, ayah kamu benar-benar sayang sama kamu, beliau selalu merindukan kamu di setiap saat" ucap Lily yang membuat Ica menangis


"aku mohon apapun yang terjadi di masa lalu, yang berkaitan tentang keburukan ayah kamu di ingatan kamu, kamu dapat melupakannya dan memaafkan ayah kamu Ca" ucap Lily sambil menghapus air mata Ica


Ica pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Lisa pun menarik Rita, Rani untuk berpelukan dengan Ica dan Lily.


"pokoknya ini awal dari grup kita ASTA, jangan ada pertengkaran, dan berjanjilah bahwa kita akan selalu bersama" ucap Lisa yang berpelukan dengan teman-temannya


"woahh aku terharu"timpal Azmi yang bersandar di pundak Irfan


"minggir lo" jawab Irfan datar dan menurunkan pundaknya hingga Azmi hampir jatuh


"ya udah ayok kita ke tempat ayah kamu Ca, beliau juga di rawat disini"ajak Lily dan di anggukin oleh semuanya


Harris pun mengambil kursi roda dan Alex membantu Ica untuk duduk di kursi roda dan mendorongnya.


sesampainya di depan ruang rawat ayah Ica,Lily lah yang pertama masuk


klekk suara pintu terbuka, terlihat pak Bramantyo sedang duduk di atas brankar dam melamun


"permisi pak" ucap Lily menghampiri pak Bramantyo dan memecahkan lamunan pak Bramantyo


"eh, nak Lily. ada apa nak, apa Ica baik-baik saja?" tanya pak Bramantyo bertubi-tubi dengan raut wajahnya yang khawatir


"pak..lihat siapa yang datang kesini ucap Lily sambil menunjuk kearah Ica yang terduduk di atas kursi roda


sontak hak tersebut membuat pak Bramantyo turun dari brankar nya dan lari kearah Ica dengan infus yang terlepas dari tangannya.


"anak ku,, Ica,, Ica kecilku sudah dewasa sekarang" tangis pak Bramantyo pecah yang memeluk Ica


"maafkan ayah nak, maafkan ayah telah membuat ibumu tiada, maafkan ayah yang telah membuat masa kecil mu menderita" tangis pak Bramantyo yang masih memeluk Ica


susana di dalam ruang rawat pak Bramantyo benar-benar mengharukan, Lily dan teman-temannya pun tak kuasa menyaksikan pertemuan antara anak dan ayah yang saling merindukan.


"ayah..." ucap Ica dan langsung di sela oleh ayahnya


"kamu memanggilku apa nak? ayah? kamu masih mau memanggilku dengan sebutan ayah?" ucap pak Bramantyo sambil memegang kedua pipi anaknya


"ayah, ayah jangan begini, tangan ayah berdarah" ucap Ica sambil mengelus tangan ayahnya yang berdarah karena terlepas infusnya


"darah yang keluar ini tah sebanyak luka yang telah ayah berikan pada kamu nak, maafkan ayah" ucap pak Bramantyo sambil menangis


"ayah Ica sudah memaafkan ayah, Ica kangen sama ayah, Ica pengen bersama ayah terus" ucap Ica pada ayahnya


mendengar ucap Ica pak Bramantyo memeluk anaknya lagi dan Ica pun membalas pelukan tersebut, susana ruangan penuh dengan haru, Irfan yang melihat Lily sedih oun langsung merangkul Lily dan menyemangati Lily.

__ADS_1


hal tersebut juga di lakukan oleh Rizky terhadap Lisa, Harris terhadap Rani, Harris memberikan sapu tangannya ke Rani, sedangkan Azmi memerhatikan Rita yang mulai sedih namun masih belum berani mendekati Rita.


"nak Lily terimakasih, terimakasih telah membawa Ica kepada saya" ucap pak Bramantyo yang bersujud si depan Lily


melihat hal tersebut Lily langsung duduk di depan pak Bramantyo dan memegang kedua tangan pak Bramantyo yang memohon


"pak, bapak gak perlu melakukan hal ini, bapak gak perlu berterimakasih kepada saya, saya sangat senang melihat bapak dan Ica bisa bersama lagi" ucap Lily sambil memegang tangan Pak Bramantyo


"pak istirahat dengan total, ketika bapak sudah benar-benar sembuh, bapak boleh tinggal di markas kami bersama Ica" ucap Irfan sambil membantu pak Bramantyo berdiri .


"terimakasih untuk kalian semua tim yang telah menjaga Ica anak saya" ucap pak Bramantyo pada semua teman-teman Ica


"bapak gak perlu berterimakasih, kami senang kok pak, bisa berteman apalagi membantu Ica" ucap Lisa


"Ica sudah saya anggap sebagai keluarga saya pak, jadi merupakan kewajiban bagi saya untuk menjaga Ica" sambung Rani


"kami akan selamanya bersama Ica kok pak" sambung Rita lagi


pak Bramantyo sangat senang mendengar penuturan semua teman-teman Ica.


"nak apa saja yang dilakukan Endah kepadamu"ujar Pak Bramantyo sambil mengelus pipi anaknya


"banyak pak, mulai dari menjadikan Ica pembantu, menyiksa dan sampai kemaren Ica masuk ke rumah sakit karena di pukul oleh mak Lampir itu" lemes Azmi panjang lebar


"shutt berisik banget sih Mi" ucap Harris


"keterlaluan Endah, saya akan membalas perbuatannya" ucap pak Bramantyo dengan raut wajahnya yang marah


"yah kita gak usah ngurus masalah ibu Endah lagi, yang penting sekarang kita udah sama-sama lagi" ucap Ica


"tidak nak, Endah harus mendapatkan hukuman yang setimpal" balas pak Bramantyo


"setuju pak, wanita jahat kayak mereka harus di hukum biar jera" ucap Azmi serius


"tumben lo serius" ucap Harris yang tersenyum


"biasanya juga ngelawak" timpal Rizky dan membuat seisi ruangan tertawa.


setelah banyak berbincang dengan ayah Ica mereka semua izin untuk pulang kecuali Ica yang masih di rawat dan ingin pindah satu kamar dengan ayahnya.


semuanya pada pulang ke rumah masing-masing. sampai rumah Lily menceritakan semuanya pada keluarga nya dan Irfan juga sebaliknya.


sampai keesokan harinya mereka kembali ke sekolah kecuali Ica yang masih ingin bersama ayahnya.


jam 7.15 di sekolah Lily berangkat bareng dengan Lily, bahkan sikap romantis Irfan kepada Lily membuat semua siswi yang melihat nya iri...

__ADS_1


sesampainya di kelas teman-teman Irfan dan teman-teman Lily sudah berkumpul sambil bercanda


"Ini buat kamu"....


__ADS_2