Ayahku CEO Keren

Ayahku CEO Keren
Bab 21


__ADS_3

Beberapa menit kemudian ...


Vandro dan anaknya berada di markas Axel.


Mereka dengan diam-diam melakukan penyerangan, sambil terus memeriksa sekitar markas yang sangat keta penjagaannya


"Dad, apakah kita yakin akan masuk ke dalam, sedangkan banyak sekali orang yang berjaga?" ucap Willy merasa bahwa keputusan sang daddy tidak terlalu benar.


"Iya aku yakin karena di sana banyak orang yang tidak bisa kita tebak. Makanya lebih baik, rasakan saja aroma permusuhan ini. Kita hancurkan Axel dan gengnya. Ini pasti sangat mudah, nak."


Sang daddy mengatakan bahwa lebih baik segera masuk ke dalam markas tanpa berpikir lagi, Axel tidak akan membiarkan penyusup untuk hidup dalam lebih lama.


Semua orang paham mengenai hal ini jadi tidak perlu berdebat untuk waktu yang lebih lama.


Waktu yang dibutuhkan sangat banyak, Axel akan datang dengan banyak pasukan, sedangkan dia dan sang putra sama sekali gak bisa menjelaskan bagaimana akhir dari pertaruhan nyawa ini.


"Kau lewat kanan, aku lewat tengah, jangan berikan akses pada musuh untuk melihat kita berdua. Kau harus bermain halus," jelas sang daddy.


Willy mengetahui apa yang dikatakan oleh Daddy Vandro, dua orang itu sangat pandai dalam tak tik.


Pada akhirnya, dua orang penyusup bisa masuk ke dalam lingkungan Axel dan geng.


.


.


.

__ADS_1


Selama satu jam, Axel memantau, tak ada pergerakan sama sekali, hingga satu hal yang penting adalah pertemuan dengan Axel.


"Pria itu sudah membuat Friska dalam bahaya, apakah aku akan segera melakukannya? aku habisi dia!"


Sang pria lalu melakukan hal yang sekiranya mampu membuat Axel akan segera takluk.


Saat menatap mata Axel, di sudut ruangan, ia langsung menyusup ke tempat yang lain.


.


.


.


Ruangan Axel ...


Sang pria sedang berada dalam keadaan yang tidak maksimal, karena rasanya sangat pusing, Friska kabur dari pandangan matanya.


Bruak!


Sang pria memukul meja yang ada didepannya, setelahnya membuat panggilan telepon pada anggotanya.


"Kau segera cari Friska! bawa dia kemari!"


Tatapan mata Axel, sangat tajam. Dia pasti akan membuat segalanya hancur demi Friska. Lebih dari itu, dia telah menemukan cinta yang sesungguhnya.


Friska, dia tak hanya akan memperalat, tapi juga mencintai wanita yang sudah menjadi istri dan melahirkan anaknya. Anak yang sudah membuat keluarga Vandro amburadul.

__ADS_1


Sampai masa depan Riana dan Willy menjadi taruhannya.


Saat otaknya sedang dalam masa peralihan, nyatanya tidak bisa berpikir dengan jelas.


Axel berada dalam keadaan penuh rasa penasaran, bagaimana caranya membuat Friska mau bersamanya tanpa memaksa.


Hanya saja, tidak ada yang bisa ia lakukan, sebab seorang Friska tidak mudah diberitahu.


Kemudian Axel tahu apa yang harus dia lakukan.


"Aku akan melakukan hal yang tidak bisa orang lain duga Jekey adalah darah dagingku, kita akan bekerja sama sayang."


Tatapan matanya sangat menyebalkan. Jiwa liciknya tidak ada yang bisa menyainginya.


Dibalik itu semua, Willy dan sang daddy sedang mencari bagaimana caranya menghancurkan Axel dengan perang terbuka.


.


.


.


Di sudut markas Vandro mendapatkan banyak tantangan, karena dua orang anak buah Axel telah mengetahui aksi penyusupan ini.


"Apa yang kau lakukan di sini? terlalu mudah bagiku untuk membuat hidupmu hancur!"


"Lakukan saja, aku ingin melihat bagaimana kalian ingin memberikan akhir seperti apa bagiku!"

__ADS_1


"Oh, ingin tiada dengan cepat? baiklah!"


*****


__ADS_2