Ayahku CEO Keren

Ayahku CEO Keren
Bab 27 (Apakah ini waktunya bahagia)


__ADS_3

Tidak beberapa lama kemudian, ada yang menemukan tubuh Axel. Orang itu merupakan anak buahnya sendiri.


"Kenapa bos bisa ada di sini? Ini sangat mengejutkan," ucap sang anak buah langsung membawa tubuh Axel menjauh dari rumah sakit itu.


Dia mencoba untuk melakukan segala cara agar sang bos selamat dan kembali menjadikan kekalahan ini sebagai tujuan utama untuk balas dendam.


Namun, luka dari seorang Axel sangatlah membekas dan banyak, sang anak buah harus segera membawa bos besarnya ke tempat yang lebih baik.


.


.


.


Markas Vandro ...


Di saat sang bos dan putranya berada di dalam rumah sakit, salah satu anak buah Vandro yang sangat dipercaya untuk menjaga markas, sedang berdiskusi dengan beberapa anak buah lain di sebuah ruangan.

__ADS_1


"Apakah kita akan mengambil tindakan tanpa persetujuan dari bos?" tanya Dama.


"Iya Dam, sebagai wakil dari bos Vandro. Kau harus membuat keputusan dengan dasar perintah tuan Vandro, namun karena saat ini bos tidak ada di sini, lebih baik kau yang melakukannya memang," sahut yang lain dengan semangat karena selama ini, Dama berdiam diri sebagai bentuk penghormatan untuk sang ketua.


Jadi, setelah bos sedang ada halangan, seharusnya dia yang melakukannya.


Dama nampak ragu, dia berusaha untuk mengatakan apa yang harus dikatakan.


"Baiklah, aku akan melakukannya. Semua hal yang akan menjadikan geng kita lebih baik."


Hingga diskusi semakin canggung, hingga Riza mencoba memberikan kritik membangun.


"Aku tidak keberatan jika Dama menjadi pemimpin, tapi aku merasa jika semua ini terlalu canggung. Tolong santai saja."


Dama merasa semua yang dikatakan oleh Riza benar adanya, sehingga dia menghela nafas agar lebih tenang.


"Oke, aku sebelumnya meminta maaf karena telah menjadikanku beban kalian. Soalnya sebagai ketua nomor dua, aku tidak bisa melakukan apapun," jelas Dama selalu saja merendah, padahal dia sangat keren.

__ADS_1


"Kau adalah yang terbaik dari yang terbaik, jangan merasa hidup ini adalah beban, aku tahu kau adalah pemimpin. Katakan dengan jelas, kami akan menjadi anggota yang patuh."


Dama kembali memulai dengan lebih percaya diri karena telah mendapatkan dukungan dari para anggota.


"Oke, rekan-rekan. Setelah sekian lama, aku akan mengatakan jika rencana terbaik adalah tetap selalu waspada pada semua kesempatan. Musuh tidak akan membuat kita semakin mudah, tetapi justru semakin sulit, jadi berikan jeda untuk otak kita jangan hanya berperang di saat bos tidak ada. Kita lebih baik fokus dengan perlindungan terhadap bos dan bos besar. Perusahaan sudah ada yang menanganinya.Untuk keluarga tuan Vandro yang akan menjaga sampai akhir. Jangan merasa takut, aku akan mati jika mereka sampai tidak selamat. Intinya mereka adalah hidupku!"


Dama mengatakan semua ini dengan sangat lantang tanpa ragu, sebab cintanya tidak pernah main-main untuk keluarga sang bos.


Anggota geng itu sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh Dama, mereka bersulang dengan minuman bersoda agar tidak mabuk, sebab banyak pekerjaan selain bersenang-senang.


Kesepakatan telah dilakukan kini, mereka melakukannya dengan baik.


Dama menatap ke arah masa depan geng yang sedang amburadul. Di sana juga ada seorang Jekey. Keturunan Willy, penerus geng yang tidak boleh dilupakan kehadirannya.


"Aku akan menjaga kalian semua, termasuk anak itu," batinnya penuh keyakinan.


*****

__ADS_1


__ADS_2