Ayahku CEO Keren

Ayahku CEO Keren
Bab 24


__ADS_3

"Kalian adalah anggota keluarga yang sangat kuat karena pertarungan ini tidak biasa, banyak hal yang mereka lakukan untuk memenangkan semuanya. Apakah ada konflik selain harta? aku merasa luka yang ada di tubuh mereka tidak terlalu dalam hanya saja begitu banyak. Kami akan membuat semuanya menjadi baik-baik saja dan berdoalah dengan baik kepada Tuhan, semoga semuanya semuanya sesuai harapan kita."


Dokter itu, hanya mengatakan demikian, bukan hal yang mudah untuk mendengarkan pernyataan dari dokter, tapi jika tidak memberikan jawaban, pasti akan timbul banyak kecemasan. Apalagi anak buah Vandro mengatakan jika Jekey ingin ikut ke rumah sakit untuk memberikan dukungan kepada dua daddynya lewat panggilan telepon.


"Ya dok, semoga selalu dalam kesehatan untuk suamiku, aku berharap dia tidak sakit lagi, karena semua ini sangat menyakitinya. Aku tidak mau membuatnya dalam masalah hanya karena satu hal."


Sang istri mencoba untuk menahan diri dan menjaga perasaannya yang telah rapuh oleh luka mendalam ini.


Dia akan selalu berdoa agar orang-orang yang ia cintai, tidak mendapatkan keburukan di kemudian hari.


"Ya, aku berharap hal yang sama denganmu juga. Semoga suami dan ayahmu, tidak parah seperti perkiraanku. Waktu operasi akan segera datang. Kau harus mempersiapkan mentalmu agar kuat. Kehidupan seorang pria sukses memang selalu saja banyak ganjalan, tidak hanya satu dua tetapi puluhan bahkan ratusan."


Riana tetap harus tegar, karena ada Jekey dan Friska yang membutuhkan Willy.


Hingga sang dokter pergi, dia tetapa akan terlihat tegar seperti biasanya.


.


.

__ADS_1


.


Dua hari berlalu ...


Setelah 2 x 24 berlalu, akhirnya dua orang itu bisa bernafas lega karena Willy dan sang ayah baik-baik saja.


Dua orang itu, so pasti Riana dan Friska yang kini menerima apapun yang akan terjadi di dalam kehidupannya.


Jika bukan dia sendiri, lalu siapa lagi?


Perasaan yang terasa sangat gelap, tidak ia rasakan lagi. Kini hanya kebahagiaan yang selalu menjadi harapan untuk hidup di masa depan.


"Jekey tidak mau ikut, katanya ingin bermain dengan nenek," jelas Riana.


"Iya, kau sudah mengatakannya tadi," jawab Friska yang agak canggung setelah benar-benar menerima Riana sebagai temannya.


Dia belum memberikan keputusan yang sebenarnya karena pada intinya adalah cinta sebagai wanita yang kini sudah memiliki anak laki-laki.


Friska seorang ibu, dia sadar ini. Alhasil tidak mau terlalu memiliki siapapun. Apalagi Jekey bukan anak kandung dari keluarga Willy.

__ADS_1


"Aku juga ingin mengatakan ini kepada keluarga ayahnya Jekey. Kadang aku tidak tahu apa yang akan aku katakan padanya. Namun, sejatinya sebagai orang yang selama ini memiliki perasaan terhadap Willy, tidak seharusnya aku bersama dengan Axel," batinnya dengan penuh penghayatan.


Ibunya Jekey menjadi lebih peka saat membicarakan mengenai siapa Jekey sebenarnya.


"Apa yang kau ingin katakan? aku sangat paham kau begitu sedih," ujar Riana.


"Tidak ada, kau memang suka mengarang," jawab Friska.


"Kau tidak bisa berbohong di depanku. Kau harus jujur kepada dirimu sendiri. Ini adalah yang terbaik."


Riana terus saja mendesak Friska agar memiliki keberanian untuk mengatakan kejujuran kepada siapapun.


Terutama pada diri sendiri.


Sampai dimana ia menangis sambil memeluk Riana.


"Jekey adalah anakku dan Axel. Hiks ... maafkan aku karena tidak jujur dari awal."


*****

__ADS_1


__ADS_2