Ayahku CEO Keren

Ayahku CEO Keren
Bab 32 (LIma tahun kemudian)


__ADS_3

Rumah mewah CEO kaya raya ...


Di sebuah pertemuan, terlihat jelas Willy yang sudah sehat setelah lima tahun lalu mendapatkan banyak masalah. KIni dia berusaha keras untuk menjadi orang tua yang baik bagi anak pertama dan calon bayi di dalam rahim Riana.


"Selamat tuan Willy, kau akan menjadi ayah bagi anak keduamu," ucap salah satu tamu yang datang. Dia adalah Romi, teman satu sekolah Willy saat masih berada di luar negeri.


"Cih, maksudmu ingin menghinaku? Kau sudah memiliki lima anak selama enam tahun terakhir dan aku baru on the way dua?" jelas Willy dengan wajahnya yan selalu datar.


Riana berada di samping Willy, lalu berkata," Kau adalah pria yang bermasalah. Jangan menyamakan dengan seorang Romi. Dia pria idaman, orang yang tertib dan tidak ada masalah dengan anggota kepolisian. Ingat itu."


Seketika Romi merasa sangat bangga dengan dirinya sendiri, sungguh Riana membuat Willy kena mental dengan perkataannya.


"Kau dengarkan, Wil? jangan begitu denganku. Kau pasti akan mendapatkan balasan yang sebenarnya," ucap Romi.


Kini dia sangat senang dan percaya diri, tidak ada yang mampu melawan Riana, Willy saja langsung diam.


"Suamiku, kau kan tidak suka banyak anak, tapi karena melihatku selalu berhasrat jadi anak kita banyak."

__ADS_1


Baru juga mendapatkan kemenangan, langsung dihancurkan oleh kata-kata istri sendiri, Romi mati kutu.


"Haha ... Ya, kau benar Berlin. Dia memang seperti itu. Haha."


Willy baru saja mendapatkan strike, jadi tidak akan merasa susah payah untuk membalas perkataan dari Willy yang tak kalah pedas.


Saat percakapan sangat kocak, tiba-tiba saja ada keponakan dari Romi yang sangat cantik. Namanya Ralia, dia seorang pengusaha muda berbakat. Baru saja memulai pekerjaan secara profesional selama satu tahun bersama dengan perusahaan keluarga Willy.


"Paman, apakah ada yang kau lupakan? Ini ponselmu, ketinggalan di rumah. Aku sengaja kemari karena kau begitu sedih saat ponselmu jatuh kemarin," ucap Ralia sambil memandang wajah Willy yang sangat tampan dan mapan.


"Tidak apa-apa paman, oke deh. Aku pulang dulu ya?"


"Tidak, kau tetap di sini, jaga anak-anakku. Mereka sedang ada di sana bersama suster."


"Ya paman."


Ralia yang merupakan anak penurut, langsung mendengarkan perkataan dari pamannya. Hari ini, Ralia juga tidak banyak kegiatan jadi dia mau saja.

__ADS_1


"Wah, keponakanmu yang dulu sangat misterius itu? Dia sudah besar ya?" celetuk Willy dengan matanya yang sangat fokus.


Rania langsung menghentikan pandangan Willy.


"Kau jangan genit."


"Aku tidak genit."


Romi dan sang istri merasa lucu dengan dua orang itu, masih sangat manis dan romantis. Namun, sangat bisa di pahami jika Rania cemas.


Saat ini, orang yang paling menderita adalah Rania. Dia baru bisa bersama beberapa tahun terakhir. Bahkan dia harus merawat suaminya selama dua tahun, lalu setelahnya baru bisa bersama dalam rumah tangga yang utuh. Bagi seorang wanita, hal seperti ini sangat tidak masuk akal.


Namun Rania bukan wanita yang mudah menyerah, jadinya akan tetap bersama suami sampai akhir, kecuali Willy tidak bersikap buruk terhadapnya seperti dulu.


"Aku tidak akan memberikan kesempatan, tapi memang sangat luar biasa untukmu sampai memberikan kesan buruk lagi pada hubungan kita."


*****

__ADS_1


__ADS_2