Ayahku CEO Keren

Ayahku CEO Keren
Bab 38 (Perasaan bahagia)


__ADS_3

Sarapan hari ini, tidak enak rasanya karena begitu berbeda, rasa pedas saja hampa. Sungguh perkataan Jekey sangat melukai hati kedua orang tuanya. Bukan mereka benci dengan keluh kesah Jekey, tapi Willy dan Riana merasa gagal sebagai orang tua yang seharusnya membuat sang putra sangat bahagia tinggal bersamanya, justru hari ini, Jekey merasa tidak baik-baik saja.


Anggota keluarga saling berpelukan dengan mata berkaca-kaca. Selama satu tahun terakhir memang sudah terjadi banyak hal. Semuanya berpusat pada Axel yang mengatakan jika Jekey anak kandungnya.


Jekey merasa tidak mendapatkan perhatian yang penuh karena Axel ingin menjadikan sang putra jaminan mendapatkan apa yang diinginkan dan membalas dendam terhadap Willy.


Air mata yang jatuh, sungguh menjadi pemandangan yang menyedihkan. Seorang Willy juga merasa tidak bisa melakukan apapun untuk anak tercinta.


“Maafkan daddy sayang. Daddy tidak akan menjadikanmu yang kedua meskipun anak daddy lahir. Kalian adalah anak daddy. Sungguh,” ucap Willya begitu menyesal tidak menjadikan kehidupannya bermanfaat, namunjustru penuh kepalsuan.


Dia dan Friska memang hanya berhubungan sesuai dengan suka sama suka, untuk selanjutnya tidak menginginkan hal lebih.


Namun, semuanya begitu saja terjadi. Friska yang seharusnya tidak menyukai Willy, justru terjebak dalam cinta yang tak bertepi.


“Iya. Mommy juga adalah orang yang tidak akan membiarkan kau jadi yang kedua. Tetaplah menjadi jagoan kami.“


Jekey merasa sangat senang, semua kasih sayang ini, lebih dari cukup. Sebagai seorang anak yang tidak seperti anak-anak lain karena memiliki dua daddy dan dua mommy, membuatnya bermental baja.

__ADS_1


Jekey tidak pernah mendapatkan bullying dari temannya karena bisa menyikapi dengan baik tanpa perlu memasukkan semua kata ke daam hati. Sampai segitunya kontrol hati anak usia 10 tahun.


Nyonya Vandro mengatakan jika semua kesedihan sudah berakhir, ini selanjutnya adalah mengantar Jekey berangkat sekolah. Riana dan Willy akan melakukannya.


Mereka bertiga langsung berkemas dengan barang masing-masing lalu naik mobil.


Willy bagian menyetir. Para anggota keluarga mengantar sampai depan rumah.


Si daddy ganteng, gas pol menuju ke sekolahan Jekey.


.


.


.


Sepanjang perjalanan menuju sekolahan, Jekey menjelaskan bagaimana dia lebih suka sekolah di tempat daddy Willy. Dia sudah bilang akan tetap tinggal di sini sampai kapanpun.

__ADS_1


“Daddy, aku merasa kau adalah orang yang sangat baik. Jangan membiarkan orang lain memanfaatkan kebaikanmu.“


Sang ayah mengatakan dengan sangat jelas. Jekey juga mendengarnya. Sungguh dua orang yang tidak memiliki hubungan darah sungguh akur dan idaman.


Riana sangat senang dengan semua pemandangan indah ini.


“Mommy, jangan diam saja. Mommy juga harus memberikan aku semangat.“


Tatapan mata dari seorang anak yang sangat ingin kedua orang tuanya terus bersama sampai kapanpun. Kadang Jekey teringat kepada kisah Friska yang sakit hati karena Axel. Jekey akan terus berdoa kepada Tuhan mengenai rumah tangga kedua orang tuanya agar senantiasa awet dan rukun.“


“Mommy merasakan sakit di bagian pinggang, rasanya tidak tertahan lagi. jadi mommy hanya bisa diam saja.“


Sang anak memahami apa yang katakan oleh mommy tercinta. Dia yang duduk di samping Riana, lalu berbicara kepada adik bayi.


“Adik, jangan membuat masalah karena kau adalah orang kedua setelah kakakmu Jekey. Kau paham kan?“


Riana menahan tawanya karena terlihat jelas jika Jekey sedang cemburu.

__ADS_1


*****


__ADS_2