Ayahku CEO Keren

Ayahku CEO Keren
Bab 37 (Perasaan Jekey)


__ADS_3

Riana sama sekali tidak ingin memikirkan hal yang buruk mengenai suaminya, sebab seorang Willy tidak akan membuat hal buruk terjadi kembali.


Namun, suara gadis yang tadi malam melakukan panggilan telepon, sungguh menganggu kehidupannya.


"Mommy? Kau melamun?" ucap Jekey merasa ada yang aneh dengan mommy. Mata indah mommy keduanya, sangat tidak baik-baik saja. Perasaan ini seperti kesedihan yang tidak berujung.


"Aku? Aku kenapa? tidak ada yang salah denganku, nak."


Riana mencoba dengan keras untuk tetap menjadi diri sendiri karena pada dasarnya, sang putra akan lebih memahami apa deritanya.


Riana mengembangkan senyumnya. Rasanya tidak ingin terus menerus membuat hidupnya selalu baik-baik saja, tetapi sulit.


"Mommy seperti ingin menangis," ujar sang putra dengan kecurigaan penuh rasa cemas.


Dia merasa sang mommy harus kuat dalam menghadapi persoalan apapun mengenai hidup. Jika masih lemah, bagaimana bisa bertahan untuk adik bayi nanti?


Apa yang ada dipikiran seorang Jekey memang sudah benar adanya. Semuanya harus benar-benar murni, bukan hal yang tidak ada resikonya.


Menjadi seorang ibu juga resiko yang sangat besar sebab segala sesuatunya harus di pertanggungjawabkan.

__ADS_1


Saat hatinya begitu gundah, rasanya ingin membantu untuk menyembuhkan.


Hingga pada akhirnya, pria yang selalu menjadi andalan untuk di salahkan, hadir dengan wajah yang sesuai dengan perkiraan.


Dalam arti bahwa dia tidak bisa memberikan sepenuhnya rasa cinta kepada Riana.


"Sayang? kau sedang sibuk dengan ponselmu? tolong letakkan dulu gadget milikmu. Kita makan dengan tenang tanpa ponsel. Setuju semua?"


Orang disana bengong karena tidak mengetahui arah pembicaraan dari seorang Riana.


Jekey langsung membuat alasan jika apa yang disampaikan mommy Riana adalah satu hal yang benar.


Jekey memang pandai berbicara, dia bukan anak 5 tahun lagi jadi membaca situasi pasti sudah lihai.


Riana mencoba menahan perkataannya, dia tidak mau sang putra mendapatkan masalah hanya karenanya. Beberapa orang berpikir jika Jekey merasa tidak nyaman atas hubungan Friska-Willy, atau Riana-Willy.


Padahal bagi seorang Jekey, tidak ada hal seperti itu.


Dia tetap merasa nyaman tanpa perlu memikirkan hal yang terlalu jauh. Riana langsung mengajak sang suami duduk dan minum bersamanya.

__ADS_1


“Jangan memikirkan hal yang tidak-tidak, anakmu tidak serius dengan yang dikatakan. Kau harus lebih slow dalam menanggapinya,” pinta sang istri.


Willy tersenyum, dia memahami apa yang dikatakan oleh Jekey, jadi tidak terlalu serius menanggapinya.


Ia hanya duduk dan minum segelas teh buatan sang istri


“Oke, maaf sayang, daddy sedang ada telepon dari orang penting,” jawab Willy dengan jawaban yang normal.


“Aku paham daddy. Jekey sudah 10 tahun. Maaf jika Je terlalu kepo.“


Jekey mencoba untuk terus mendapatkan perhatian dari sang daddy agar tidak dilupakan suatu saat nanti. Je paham, seorang bayi akan lahir. Dia pasti akan mendapatkan kasih sayang kedua. Sang bayi akan menjadi perhatian khusus.


“Iya, terima kasih Je. Kau memang sudah tumbuh besar. Daddy akan terus bersamamu. Jangan merasa sendirian. “


Sang daddy ternyata memahami apa yang dirasakan oleh Je. Ini adalah hal yang sangat diimpikan Je selama menjadi anak dari Axelo.


“Daddy, aku maunya jadi anaknya daddy Willy saja. Aku tidak mau bersama yang lain.“


Sang anak terlihat pilu. Sungguh hari ini amat menyedihkan.

__ADS_1


*****


__ADS_2