Ayahku CEO Keren

Ayahku CEO Keren
• Bab 40 (Perasaan anak-anak)


__ADS_3

Jekey masih canggung, bertemu anak perempuan dengan paras cantik dan penuh dengan senyum manis yang berbinar.


Sungguh hal yang sangat menyenangkan untuknya, tapi dia malu.


Sampai dimana Javon tidak sabar, dia mendekati Elya dan menarik lengannya. Javon membawa Elya bersamanya.


“Kalian duduk, sudah lama tidak bertemu harusnya saling sapa. Kita masih bocah, jangan sok seperti drama Korea.“


“Dih, bahasamu. Drama Jungle baru paham.“


“Haha.“


Javon dan Gerun memang sangat senang untuk menggoda dua orang ini, mereka memang sahabat, tanpa adanya persahabatan ini juga tidak akan ada Javon dan Gerun.


Jadi, Elya memang menjadi anak perempuan yang mempersatukan Jekey cs.


Jekey duduk dan di sampingnya ada Elya. Keduanya hanya diam sambil menggigit kuku. Elya menyadari jika sang mommy tidak suka dia melakukannya, Elya melirik ke arah Jekey yang juga sedang gigit kuku.


“Jangan lakukan itu, nanti kuku milikmu jadi rusak. Ini yang mommyku katakan.“


“Oh iya kah? baik. Aku akan melepaskan kuku dari gigiku.“


Jekey memang sangat canggung, dia sama sekali tidak tahu apa-apa tentang pertemanan dengan anak perempuan.

__ADS_1


Dia sangat kuper meski terlihat pandai.


“Nah, ini baru bagus. Hm, apa kabar tante Riana? katanya kau mau punya adik ya?“ tanya Elya dengan sangat serius.


Jekey langsung menimpalinya karena menurut Jekey, pembahasan mengenai adik bayi lebih realistis.


“Iya, mommyku akan melahirkan. Sepertinya kurang beberapa minggu lagi. Kau sedang bayi?“


“Maksudnya?“


“Aku suka bayi, maaf salah dalam pengucapannya.“


“Oh oke. Tidak masalah. Hm, aku suka. Kita dulu juga sudah pernah menjadi bayi, ini sungguh menyenangkan.“


Percakapan baru saja di mulai, tapi waktu pelajaran pertama sudah di mulai. Keduanya berpisah karena beda bangku.


Jam pertama pelajaran …


Guru Bena adalah guru matematika yang sangat cerdas, dia tidak pernah berkata apapun selain pelajaran.


Hari pertama Jekey masuk, guru Bena semangat karena ada Jekey di sana.


“Wah, tuan muda ada di sini, daddy tidak antar?“ tanya Bu Bena dengan senangnya.

__ADS_1


Wajah tuan muda memang lebih bening dari murid kebanyakan. Sejak usia lima tahun, bu Bena memberikan perhatian lebih kepada Jekey karena daddy dari bocah itu sangat tampan. Bahkan Riana ikut terseret dalam gombalan maut Bu Bena.


“Iya Bu.“


“Wah, kau masih saja. Irit sekali bicara. Nanti kalau kau merasa tidak bisa mengerjakan tugas, katakan saja padaku. Aku akan membantumu.“


Murid lain protes karena bu Bena lebih memilih memperhatikan seroang Jekey daripada yang lainnya. Kini bu Bena segera memberikan tugas kepada anak-anak agar tidak dikira pilih kasih.


Gerun duduk di sebelah Elya, dia sangat senang menggoda sang anak perempuan.


“Elya, aku tahu kan jika Jekey sudah besar? dia 10 tahun sekarang. Kau pasti sudah menyukainya.“


Sang teman menyebalkan, langsung mendapatkan omelan halus dari seorang Elya.


“Kita masih usia muda. Belum juga genap 10 tahun,” jawab Elya dengan perasaan yang sangat tenang. Hanya saja dia merasa tidak baik-baik saja.


Elya sangat ingin membuat sebuah perasaan nyaman untuk dirinya sendiri. Dia memang lebih dewasa dari usianya.


“Hehe … bener juga.“


Gerun kena mental, dia lebih baik diam daripada banyak bicara tapi nol besar.


Elya terlihat melirik ke arah anak laki-laki bernama Jekey, dia tersenyum. Namun, saat Jekey melihat ke arahnya, Elya jadi salting.

__ADS_1


****


__ADS_2