
Terjadi pertengkaran yang cukup sengit karena baku hantam ini antara tuan Vandro dan anak buah Axel. Lalu pria lain datang, dia adalah Willy.
"Daddy!" Willy segera melakukan hal yang seharusnya, yaitu memberikan perlindungan kepada Vandro agar bisa menghancurkan satu persatu musuh.
Hampir saja Vandro terlihat bodoh karena terkena serangan bertubi-tubi namun, sang anak, bisa menghalaunya dengan baik.
Sampai dimana orang-orang yang menjadi anak buah Axel, tumbang.
"Woy! apa maksud kalian datang kemari? ingin membuat keributan atau menyerahkan nyawa?"
Axel terlihat begitu marah ketika melihat dua orang yang sangat ia benci ada di hadapannya.
"Cih, apapun yang kau katakan aku tidak ingin mendengarkannya. Kami kemari ingin menghancurkan dirimu dan markas milikmu," ucap Vandro dengan sangat jelas.
Hingga Willy menambahkan kata-kata yang membuat Axel kesal.
"Kau adalah orang yang sangat bodoh, apa kau merasa menjadi orang baik selamanya dengan memilih istri Friska? dia sebenarnya mencintaimu," ucap Willy dengan tegas. Namun, apa yang didapatkan Willy dengan kejujuran Friska, Axel justru memukulnya dengan sangat keras.
Sampai dimana Willy terasa sakit, dar*h mengalir dengan deras. Akan tetapi tidak ada efek apapun.
Willy masih baik-baik saja.
__ADS_1
"Apakah kau kesal padaku?"
"Iya, kenapa? kau mau mati? kalau iya, aku akan membantumu!"
Vandro langsung menghalangi langkah Axel melakukan semua itu, sebab seorang Axel bukan orang yang mudah memaafkan seseorang.
Tatapan mata Vandro begitu menganggunya, jadi Vandro langsung memberikan peringatan.
"Jangan melawanku, kau paham aku orang seperti apa, hentikan semua perlawanan mu, daripada akan menyulitkan kehidupanmu."
Axel, memilih untuk tetap menentang apapun yang dikatakan oleh Vandro, kemudian dengan lantang berkata," Kau adalah penyebab segala penderitaanku! bagaimana bisa orang sepertimu tetap menghirup udara segar setelah menghancurkan orang lain?"
Vandro mengernyitkan matanya karena tidak memahami apapun yang dikatakan oleh Axel
Vandro berani berkata demikian karena tidak paham yang dibicarakan oleh Axel.
Hingga Willy teringat akan sesuatu.
"Daddy, kau pernah membuat sebuah keluarga hancur karena perusahaan mereka hampir membuat masalah dengan kita. Waktu itu aku masih 10 tahun. Daddy bilang jika kedua orang tua harus lenyap, anaknya dibuang ke panti asuhan."
Deg!
__ADS_1
Vandro teringat akan semua itu sebuah perasaan yang lama tidak terasa, kini kembali hadir.
Sang pria yang menganggap keluarga Willy bersalah, langsung melayangkan satu pukulan dengan senjata tajam di tangan kanannya.
"Xel! hentikan! kau salah paham!"
Willy menghentikan senjata yang hampir mengenai lengan Daddy Vandro.
"Tidak ada yang bisa menghalangiku. Kau paham kan bagaimana rasa sakit ini berasal? kau hanya berpura-pura memahami perasaanku, jadi pergilah! dendamku hanya pada pria tua bodoh ini!"
Vandro yang tidak akan menghindar, diam saja dan mendapatkan serangan itu.
Willy tidak terima, dia segera membalasnya.
"Kau telah membuat daddyku terluka, kau juga akan habis di tanganku! si*lan!"
Keduanya baku hantam, Vandro mulai membiarkan pernyataan yang sangat penting.
"Axel, maafkan aku. Aku bersalah telah membuat kedua orang tuamu hancur, jadi bunuh saja aku. Selama ini aku hidup di atas penderitaanmu, silakan habisi aku, Xel!" jelas Vandro yang masih bisa berbicara dikala luka itu makin terasa perih.
"Kau dengar sendiri kan? minggir kau, Willy! jika dia mati, dendamku pasti akan terbalas!"
__ADS_1
*****