
Riana terkejut dengan keadaan yang ada. Namun, mau bagaimana lagi? pada saatnya semua rahasia ini akan terungkap juga.
“Aku sedang berada di fase yang tidak baik, mendengar kenyataan seperti ini, rasanya semakin sakit.“
Riana menahan semua air matanya, rasanya sangat tersiksa, semua perjuangannya untuk sang suami menjadi tidak ada harganya.
Riana memeluk tubuh Friska dengan luka hati yang sangat dalam, jika tidak menerima, harusnya mau bagaimana lagi? perasaan yang ada, tidak terlalu jelas saat ini.
Dia selalu berada di dalam rasa bersalah karena sang suami harus berada di dalam penjara untuk waktu yang sangat lama, kemudian kembali ke dalam pelukannya dengan jiwa yang lain dan mencoba menerima dengan baik.
Namun kenyataannya, tidak demikian, perasaan Riana seakan hancur tidak terperih. Rasa yang ada, sudah terhapus oleh semua hal buruk tentang Friska yang datang dengan anak Willy, tapi kini ada apa lagi?
Justru kenyataan lain, tidak kalah mengerikan datang dengan luar biasa.
“Riana, maafkan aku karena telah melakukan banyak kesalahan kepadamu. Tolong berikan semua pengampunan atas salahku,” ucap Friska terus saja memohon karena dia sudah tidak memiliki daya lagi untuk menyampaikan perasaan ini. Semuanya telah hilang tak berbekas.
Sikap Axel yang sangat kasar, juga membuatnya trauma. Kebaikan dari Willy, membuatnya merasa menjadi wanita paling baik di dunia, setidaknya mampu menjadikan hidup lebih bermakna dengan tetap bersama orang yang sangat ia sayangi selama ini.
__ADS_1
“Aku tidak memendam semuanya dengan baik, aku juga seorang wanita dengan perasan terluka, tapi aku berharap kau tidak salah paham dengan semua perkataanku tentang Axel. Dia tidak pantas menjadi orang tua Jekey, biarkan rahasia ini tetap menjadi rahasia. Aku adalah orang pertama yang akan menjadikan kau adikku.“
Air mata keduanya saling beradu, suara isak tak tertahan lagi. Kali ini mereka berdua berjanji untuk merawat pria kecil itu bersama.
Sampai dimana seorang dokter menghampiri dua ibu Jekei.
“Maaf jika saya menganggu waktu kalian, saya hanya ingin mengatakan jika ada anak kecil mencari ayahnya, tuan Willy, jadi saya mengantarkannya kepada anda yang sejak dua hari lalu menunggu pasien bernama tuan Willy.
Friska dan Riana terlihat melepas semua kesedihan dan rasa haru itu, lalu menatap wajah Jekey dengan bucket bunga di tangannya.
"Mommy baik hati dan mommyku, aku datang dari rumah. Kata nenek, kakek Vandro dan daddy sedang sakit. Aku harus memberikan doa," ucap Jekey dengan penuh kegembiraan.
"Ya, kau adalah anak kami berdua, benarkan Riana?" jawab Friska merasa bangga.
"Iya, benar."
Di tengah kebahagian ini, kedua orang dewasa itu merasa sangat senang dengan kabar dari dokter. Dokter yang meminta suster agar segera pergi dari sana, sebab harus menemui anggota keluarga dari pasien.
__ADS_1
"Kau bisa meninggalkan kami untuk beberapa waktu sus?" tanya sang dokter dengan lembut. Dia tidak akan mempersulit siapapun, sebab di dalam kehidupannya hanya untuk menolong orang.
"Baik, dokter," jawab suster sambil berlalu.
Dokter sangat senang karena kembali melihat senyum di bibir dua wanita yang seharusnya tersenyum dan tidak bersedih.
"Aku sangat menyukai senyum kalian berdua. Aku tidak memahami apa perasaan yang ada di dalam hati kalian, tapi aku berharap jika doa dan kasih sayang yang kalian berikan kepada tuan Willy, akan membuat hidup semakin lebih baik dari sebelumnya.Tuan Willy dan tuan Vandro pasti akan lebih bersemangat dalam menjalani kehidupan karena kalian berdua, juga anak lucu ini."
Sang dokter menatap wajah Jekey yang amat manis, bahkan mau mengendong tubuh itu dengan leluasa.
"Wah, tubuhmu sangat berat meski terlihat tidak gemuk," canda sang dokter sambil tersenyum manis.
"Apa dokter kira, aku ini tidak diberikan makanan oleh mommy dan daddy? Aku makan banyak lho, jangan membuat asumsi berlebihan hanya karena berat badanku."
Dokter itu merasa tertekan dengan jawaban Jekey karena anak sekecil itu sudah mau mengatakan pendapat seperti pada orang dewasa. Sungguh menakjubkan bagi dokter.
"Kau sangat pandai nak, kelak kedua orang tuamu pasti akan bangga memiliki anak sepertimu."'
__ADS_1
Dokter cukup baik memberikan informasi, tapi dengan malas, Jekey berkata," Aku benci daddy Axel."
*****