Ayahku CEO Keren

Ayahku CEO Keren
Bab 7 - Anakku, sayang!


__ADS_3

"Paman, kenapa masih lama?" ucap Jekey merasa lelah.


Menurutnya, perjalanan begitu jauh.


"Kau harus sabar ya, kita harus sampai dalam waktu beberapa menit lagi."


"Paman, kita sudah berada di sini selama beberapa jam, hanya duduk dan bermain."


Jekey selalu memberikan opini yang tepat dan dia mengatakan hal yang sebenarnya.


"Aku sengaja melakukan semua ini agar kau tidak bosan dan selalu bermain dengan mainanmu tetapi kau justru tidak nyaman, maafkan paman ya."


"Iya, selama paman baik pada mommy dan aku. Aku makam jadi penurut dan tidak akan melakukan perlawanan lagi."


Jekey merasa sudah lelah, dia masih kecil dan perlu sekali suasana yang baru selain bermain dan bermain saja.


Jekey adalah seorang anak dari kalangan orang-orang besar karena benih itu berasal dari Willy.


Kehidupannya, begitu diinginkan oleh siapapun untuk memancing Vandro untuk muncul ke permukaan.


"Paman, makan dulu."


"Ya, nanti aku akan memberikanmu maka setelah sampai di sana."


"Oke!"


.


.


.


Sampai di taman hiburan ...


Mobil anak buah Axel, sudah terparkir rapi di depan taman hiburan, rasanya sangat senang ketika mendapati semuanya baik-baik saja sampai di sana.


Namun, Vandro belum datang sama sekali.


Ketiga orang itu turun dan langsung menuju ke restoran.


Di sana, sanak buah memberikan makan Jekey, soalnya sudah lapar sejak tadi di dalam mobil.


"Paman, aku sangat senang makan di sini karena rasanya sangat enak!"


Jekey menjadi bahagia dengan semua makanan yang tersedia, dia tidak tahu jika menjadi pancingan saja.


"Sayang, paman ingin menelpon kakekmu dulu ya!"


"Oke."


Sang paman, membuat panggilan telepon kepada Vandro.


"Pebisnis legendaris, cucumu sudah berada di tanganku dan kau harus datang kemari! datanglah sesuai dengan alamat yang aku kirimkan."


Sang anak buah, kini sudah berada di atas angin karena mendapatkan satu hal yang sangat membahagiakan.


"Kau tidak perlu banyak bicarakan aku sudah berada di depan Taman hiburan, sekarang kau ada di mana!"


Sang anak buah, memberikan petunjuk dimana restoran berada dan sang mafia akan segera datang dengan imbalan yang sesuai.

__ADS_1


"Ya aku sudah mengirimkannya kepadamu, sebuah pesan untuk menandai kami berada di mana!"


Beberapa menit kemudian pakailah telepon itu mati.


Sang anak buah yakin, Jekey akan datang dan menyelamatkan cucunya.


.


.


.


Di tempat lain ...


Vandro meminta Willy untuk berhati-hati sebab musuh ini sangat berbahaya.


"Kau yang harus menyelamatkan anakmu, jika ada kesulitan baru aku membantumu!"


"Kenapa Daddy begitu kejam terhadapku! aku sama sekali belum ingin tiada tetapi diberikan kesempatan untuk mengakhiri hidup!"


Willy, merasa apapun yang dilakukannya suatu hal yang sia-sia jadi tidak mau masuk terlalu dalam untuk menyelamatkan anaknya.


Vandro kesal, dia memaki anaknya habis-habisan.


"Dulu, aku menyerahkan seluruh hidupku untuk anak dan istriku tetapi kau sama sekali tidak berbakti kepada Daddy! sungguh keterlaluan kau!"


Daddy, mencoba untuk memberikan pelajaran kepada putranya, hanya saja beberapa anak buah meminta Vandro untuk segera melakukan rencana dan menyelamatkan Jekey.


"Sudah lah bos, kau jangan terlalu marah-marah kepada anakmu dan lakukan hal yang terbaik untuk menyelamatkan cucumu. Aku yakin, dia sedang merasa ketakutan karena berada dalam tekanan selama bertahun-tahun!"


"Ya, aku hanya tahu dia adalah anak kecil dan belum pernah melihatnya sama sekali!"


Dia tak bisa melihat anak kecil menderita.


"Apa yang kau lihat?" tanya Vandro.


"Daddy, aku masih ragu untuk menyelamatkan anak itu! aku masih takut!"


Vandro, berubah menjadi sangat cemen dan tidak sok-sokan seperti sebelumnya.


"Aku pengen kau menjadi orang yang pemberani bukan seperti ini, cepatlah masuk dan selamatkan anakmu!"


Sang Daddy terus aja memberikan tekanan sehingga membuat putranya terpaksa mengikuti apapun yang dikatakan oleh Vandro.


Semua anak buah yang ada di belakang Vandro tertawa terbahak-bahak.


"Hahahaha, bos, aku bahkan tidak tahu jika orang seperti itu bisa takut. Dia selalu mengatakan bahwa dia paling hebat dan tidak terkalahkan tetapi nyatanya sama sekali tidak punya nyali! dia akan jadi penerus terbaik? pasti itu akan jadi mimpi semata!"


Anak buah Vandro memang sangat kocak dan terkenal suka bercanda, Vandro justru menambahkan kata ejekan kepada anaknya.


"Dia memang seperti itu dan harus mendapatkan suatu hal yang lebih berharga daripada cinta dan uang! segera dampingi anakku karena anak buah Axel pasti lebih hebat dari kita!"


"Siap bos!"


Vandro dan anak buahnya, perlahan mendekat ke arah restoran, mereka begitu berhati-hati agar tidak mendapatkan kesalahan.


.


.

__ADS_1


.


Restoran ...


Willy sudah berada di belakang anak buah Axel, dia meminta untuk berbicara sebentar.


Jekey langsung peka dengan kedatangan Willy, sang bocah, beranjak dari kursinya dan langsung memeluk ayahnya.


"Daddy! aku sangat menyayangi dan memintamu untuk datang tetapi teman ini mengatakan bahwa kakek yang datang!"


Willy terlihat iba dengan apa yang dikatakan oleh anaknya, dia luluh begitu saja dan meminta anak buah Axel untuk melepaskan anak kecil itu.


Namun, apapun yang dia katakan tidak didengarkan oleh mereka, pada intinya para anak buahnya ingin kedatangan bos mafia legendaris dan memintanya datang ke markas.


"Ya, nanti daddy akan datang."


"Mana?"


Anak buah itu, sama sekali tidak mengetahui jika Vandro memiliki rencana yang sangat jitu yaitu mengepung orang-orang agar tidak bisa berkutik.


Semua anak buah Vandro, melakukan hal yang paling benar.


Menyandera mereka.


"Apa Axel itu terlalu naif? kalian datang kemari dan mudah ditebak!"


Vandro merasa senang dengan semua hal yang terjadi.


Pada akhirnya, dua anak buah Axel tertangkap.


Jekey meminta gendong pada Daddy.


"Daddy, namamu siapa?" tanya Jekey.


"Namaku Willy. Panggil saja Daddy Willy."


Dia melihat kesucian di mata Jekey.


Dia berjanji tidak akan menyakiti putranya itu.


"Kau akan aman bersamaku, tenang saja ya nak?" ucap Willy dengan kelembutan.


Vandro merasa bahagia karena anaknya bisa menjadi Daddy di masa depan.


Di dalam mobil ...


Jekey ikut dengan Vandro masuk ke dalam mobil.


"Daddy, Tolong bawa aku dan mommy!"


Sang bocah sama sekali tidak ingin meninggalkan mommy, dia mengatakan kepada Vandro bahwa Friska dalam bahaya.


"Aku akan bertanggung jawab dengan apapun yang sudah aku lakukan selama ini, tidak perlu merasa cemas untuk apapun ya. Aku akan memastikan semuanya baik-baik saja tanpa perlu mengeluh sedikitpun."


Jekey sangat senang dengan apa yang dikatakan oleh Willy, anak kecil itu memeluk dengan sangat erat seakan tidak ingin lepas lagi untuk selama-lamanya.


Willy benar-benar merasa terharu dan teringat akan dirinya yang masih kecil.


*****

__ADS_1


__ADS_2