
Riana memutuskan untuk pulang lebih awal karena tidak nyaman dengan situasi yang ada di pertemuan ini. Meskipun disana banyak orang terkenal dan sangat berpengaruh, Riana masa bodoh. Dia akan menjadi cerdas.
"Sayang, kita akan pulang," pinta Riana sambil menarik lengan sang suami dengan lembut.
Willy yang memahami perasaan Riana, tanpa banyak bicara langsung meraih kepercayaan itu dan pergi bersama istri tercinta.
Di tempat parkir ...
"Terima kasih karena kau lebih memilihku daripada gadis aneh itu," ucap Riana yang kini sudah bersama suami di dalam mobil.
"Aku tidak akan membuat kesalahan untuk kedua kalinya. Kau sudah menderita terlalu banyak karena aku yang tidak tahu diri."
Sang suami mengakui semua kesalahan yang selama ini dia lakukan, jika tidak melihat Jekey, dia mau berpikir apa lagi?
Willy juga sudah berumur, dia tidak seharusnya banyak tingkah.
__ADS_1
"Ya, aku sangat percaya kepada sebelum dan sesudah berbohong. Kau hanya perlu menjaga hati saja, jangan sampai salah sasaran. Kau adalah ayah dua anak. Selama kita menjalin hubungan, tidak ada yang mudah. Bahkan Friska merasa tidak perlu menikah denganmu karena tidak mau membebani aku. Dia dan Axel memiliki masalah yang cukup kompleks. Axel yang pergi melarikan diri, sangat jauh dengan harapan Friska yang ingin suaminya tetap berada di sisinya sampai kapanpun."
Riana mengingatkan semua ini karena menyadari setiap manusia tidak akan lupa dengan semua perasaan yang menimbulkan hasrat atau sakit hati.
"Kau istri berjiwa besar, aku sangat menyadari semuanya. Kau adalah istri terbaik."
Di sela percakapan yang hangat ini, ada seorang gadis cantik berada di ujung sana mengamati.
"Aku penasaran dengan pria yang memiliki istri sempurna seperti dia. Dulu adalah masa lalu, kami bersama dalam satu lingkup keluarga yang hangat. Hanya saja keluarga paman WIlly terlalu banyak masalah, dia dan bisnisnya, sangat membingungkan," batin sang gadis cantik yang tidak lain adalah si Ralia, keponakan dari Romi.
Ini adalah motto dari seorang Ralia.
"Heh? Apa yang kau lihat? katanya mau membantuku menjaga bayi? kenapa sekarang seperti orang tidak waras? jangan merusak rumah tangga Willy dan Rania. Sudah cukup, rumah lain yang kau hancurkan."
"Astaga, kenapa kau tiba-tiba saja ada di sini? Ini begitu aneh. Aissh."
__ADS_1
"Haha, masuklah. Kau harus membuat hal paling baik agar anakku mau denganmu. Kau bibi aneh soalnya."
"Ehm, aku sepertinya harus menjadi wanita suci dulu karena di matamu, semua orang tidak memiiki kriteria seperti itu."
"Ada dong, hanya saja aku merasa tidak perlu kau tahu lebih jauh. Cukup diam dan jadilah orang yang nasib paling beruntung."
Romi dan Ralia terus saja banyak bicara, sampai dimana Rania berulah.
Ralia membuka ponsel, setelahnya mengirimkan pesan singkat kepada Willy.
"Aku memang anak kecil, tapi berharap bisa selalu bersamamu tanpa terkecuali. Hingga pria sepertinya melajang."
Romi langsung pergi setelah tahu, Ralia suka dengan Willy.
Satu hal yang pasti, candaan ini akan terus seperti ini dan tidak akan berubah.
__ADS_1
*****