Ayahku CEO Keren

Ayahku CEO Keren
Bab 9 - Pinangan Samuel!


__ADS_3

Markas Samuel ...


Sam sebagai anak kedua Vandro, sangat senang mendapati Axel akan mendapatkan kesulitan dengan apa yang ia lakukan.


Dia tersenyum, berkat kelicikan yang ia lakukan, Sam mampu melewati semua percobaan dengan sempurna.


"Jika ingin mengenal aku, harusnya meminta dengan sopan," pinta sang penelepon.


"Hah, apa yang kau katakan, mungkin saja kau hanya sampah tidak berguna, makanya aku lebih suka kau diam saja!"


Axel tetap keras kepala dengan semua ini, tapi berbeda untuk Sam. Dia juga memiliki satu hal yang lebih dari bermanfaat, selain balas dendam.


"Sam, siap untuk datang dan memberikan salam terbaiknya. Datanglah ke tempatku, kita berteman saja daripada banyak musuh. Semuanya sangat sulit untuk aku terima. Kau paham kan?"


"Iya aku sangat paham. Kau adalah Sam, putra Vandro itu."


"Berikan Friska padaku, aku akan memberikan bayaran yang sangat banyak."


"Apakah semudah itu? aku tidak naif sepertimu. Berikan hal yang terbaik darimu. Aku pasti membalasnya dengan sebaik-baiknya."


Sam dan Axel, terlihat sangat marah dan memiliki cara masing-masing untuk memberikan ancaman.


Panggilan telepon langsung ditutup oleh Sam, dia segera menghubungi Vandro.


"Daddy, apakah kau sudah tahu mengenai Axel?" tanya Sam.


Dia begitu percaya diri dalam melakukan semua hal tetapi harus mengikuti aturan dari Daddy.


“Aku juga berurusan dengannya, aku mengira kau sangat polos, ternyata tidak seperti itu,” jawab Alex.


“Aku kesal dengan semua hal yang dilakukan olehnya, apalagi sampai melukai seorang gadis."


Sam, seperti ingin membahas Friska.


"Kau tahu tentang gadis itu, apa dia adalah temanmu?" tanya Vandro.


"Bukan, kami sama sekali tidak saling mengenal. Willy pernah cerita kepadaku jika ada gadis yang sebelumnya menjadi kekasihnya, justru pergi tanpa pesan."


"Oh, jadi dia masih memikirkan mantannya?"


"Tidak sama sekali, hanya saja dalam permasalahan ini, begitu sulit untuk menjelaskannya."


"Astaga, kenapa kau selalu menutupi kelakuan kakakmu?"


"Paling penting dari semua itu adalah kebaikan dari Friska. Dia sangat ingin memiliki Willy, hanya saja tidak pantas. Axel terlalu mengekangnya. Cinta yang ada untuk Friska, hanya omong kosong belaka," jelas Sam.


Sam memberikan informasi yang banyak untuk daddynya, dia akan tetap berada dalam jalan lurus membela sang kakak.


Sang kakak sudah berada di dalam penjara selama beberapa tahun terakhir.


Hingga sampai saat ini, semuanya begitu terbuka.


Sam, baru menceritakan semuanya dengan sangat gamblang ketika semuanya telah terjadi.

__ADS_1


"Kau memang yang terbaik. Kenapa sampai saat ini belum memiliki kekasih?"


Vandro mencoba meminta penjelasan dari Sam, semua perasaan yang ada di dalam hatinya sangatlah banyak.


Banyak hal yang harus segera di laksanakan.


Percakapan antara Sam dan sang daddy, usai sudah. Kini Sam harus mengurus semua bisnis dan kasusnya.


Ia segera meminta beberapa anak buah untuk terbang ke negera sang daddy, dia ingin membantu menyelesaikan semua kasus dengan baik.


"Kau datang ke kota daddy, berikan satu hal terbaik untuknya karena selama ini aku terlalu sibuk dengan urusan perjudian yang tak pernah henti," pinta sang bos.


"Baik tuan bos, kami akan segera melakukan apapun sesuai dengan keinginanmu."


Sam merasa tenang, hanya saja teringat akan gadis bernama Sonia.


Gadis itu tidak pernah lepas dari ingatan selama dua tahun ini.


"Dimana kau Sonia? bukankah akan kembali?" batin sang mafia dengan semua harapannya.


Dua tahun yang lalu, di negara X ...


Flash back : on


Sam dan Sonia sedang berjalan di atas pantai pasir putih.


Suka cita menyelimuti keduanya. Rasa rindu yang menyatu, membuat keduanya berada dalam kidung asmara yang tidak pernah usai.


Sam sudah mengatakan cintanya, hanya saja balasan itu tidak secepat yang ia harapkan.


Tatapan matanya begitu luar biasa bagi Sam.


"Sam, aku hanya menganggap kau sebagai temanku. Ya hanya sebagai seorang teman, kau jangan berharap terlalu banyak," jawab Sonia.


"Kau menolakku Sonia?"


Sam sudah pasrah, hanya saja merasa bahwa semuanya bisa diperjuangkan dengan mudah.


"Kau tahu jika aku dan kau berbeda. Kami keluarga Vandro, tidak bisa sembarang orang menerima keluarga biasa. Kau hanya dari keluarga biasa, aku tidak bisa bersamamu," jawab Sonia.


Sam tidak akan mengatakan jika dia anak mantan pebisnis yang sangat berpengaruh di masanya.


Dia akan berdiri sendiri dengan semua kepercayaan diri yang ia miliki.


"Aku akan menjadi penerus terbaik ayah, kau tunggu saja!"


"Ya, aku tahu, semua itu hanya mimpi semata. Cinta itu akan datang seiring berjalannya waktu, hanya saja ayahku seorang penjahat. Dida tidak mau bersama dengan seorang menantu biasa saja," jelas Sonia.


Sam mengenggam erat pundak Sonia.


Cinta yang sangat dalam darinya, tidak terlihat nyata di mata sang sahabat,


Sam masih berada di dalam situasi yang sangat galau, cintanya begitu bersemangat, hanya saja tidak berbanding terbalik dengan semua hal yang sudah ia berikan sebelumnya. Cinta kasih seorang kekasih, bukan teman atau sahabat.

__ADS_1


Sonia mendapatkan panggilan telepon dari ayahnya, hari ini merupakan hari terakhirnya berada di negera X.


Keluarga Sonia akan pindah kota karena kawasannya sangat luas, sang ayah merupakan bos mafia terkenal.


Semua orang bahkan menyanjungnya, namun Sonia justru berteman dengan mahasiswa kelas rendahan seperti Sam.


"Sonia, tidak bisakah kita berada dalam satu negera?" ucap Sam dengan air mata yang berderai.


Dia tidak kuasa menjalani kehidupannya dengan baik-baik saja, semuanya sudah ada aturan masing-masing.


"Aku ingin sekali berada di dalam kehidupanmu. Namun, ayahku, dia tidak akan setuju," jawab Sonia dengan linangan air mata tak kalah banyak.


Keduanya saling berpelukan.


"Sonia, aku berjanji kepadamu, aku akan memberikan satu hal yang lebih baik dari segalanya."


"Ya, aku percaya, maaf Sam."


Keduanya berpisah di pantai pasir putih itu, semuanya sangat singkat.


Flash back : off


.


.


.


Sam masih berada di ruang kerjanya, dia tak habis pikir dengan syarat yang diajukan oleh orang tua Sonia.


Dia sudah menjadi seorang bos mafia, tetapi justru tidak semudah itu mendapatkan cinta dari Sonia.


Entah sampai kapan dia akan mendapatkan cinta sejati itu.


"Syarat yang sulit, dua puluh kota harus aku kuasai, bukankah ini terlalu berlebihan?"


Sam memutar otaknya dengan sekuat tenaga.


Hingga harus berani meminta bantuan David.


"Aku harus menghubungi paman David."


Sang pria sangat ingin berkuasa, paling tidak bisa memenangkan hati ayah dari Sonia.


Tuan Zack memang sangat mudah memberikan syarat, dan semuanya begitu sulit.


Banyak pria yang tidak bisa mengikuti syarat itu langsung menyerah.


Kini gilirannya, semua kandidat terbaik, sejauh ini hanya dia yang paling berpotensi.


Dia yakin akan mendapatkan cinta sang sahabat.


Cinta yang begitu besar untuk Sonia, tidak akan pudar oleh waktu.

__ADS_1


*****


__ADS_2