Ayahku CEO Keren

Ayahku CEO Keren
Bab 36


__ADS_3

Di dalam prakteknya memang Josh lebih unggul dalam memberikan cinta kepada gadis bernama Ralia itu.


Ralia yang semakin licik ketika bertemu dengan Josh, akan terus memanfaatkan apa yang ada dihadapannya.


Josh menjadi pusat perhatiannya untuk beberapa waktu ke depan karena hanya dia yang bisa membuat hidup seorang Ralia berubah.


Satu jam berlalu ...


Panggilan telepon usai, Ralia menutup rapat telinganya dengan membiarkan dirinya merasa senang. Sudah sekian lama tidak ada hal penting yang ia rasakan.


Kini pertemuan dengan Willy, akan merubah hidupnya.


Di dalam rumahnya, Ralia hanya tinggal sendirian. Dia tidak memiliki teman selain Romi dan sang istri.


Hingga pada akhirnya, Ralia memilih untuk mandiri yang menandakan jika dia sudah dewasa.


"Aku akan menghubungi paman Willy, dia pasti belum tidur. Biasanya dia selalu begadang. Apalagi istrinya sedang hamil, aku yakin jika dia akan memberikan yang terbaik untuk anaknya itu."


Ralia dengan jiwa tidak tahu malunya, terus melakukan hal yang akan menjadikan harga dirinya hancur.


Namun, dia masa bodoh.


Ralia melakukan panggilan telepon terhadap Willy, lalu yang menjawab adalah istrinya.

__ADS_1


Ralia dengan percaya diri mencari sosok Willy, tapi tidak diberikan izin oleh Rania.


"Maaf nona, sebenarnya waktu yang tepat untuk menelpon adalah sampai jam 08.00 malam. Kini waktu sudah pukul 00.00, tolong kau biasakan untuk bersikap sopan."


"Ya, aku juga sudah sopan. Jangan lupa katakan kepada suamimu untuk meneleponku besok pagi. Katakan aku adalah koleganya."


"Ya."


Ralia sangat dongkol, seharusnya ia bisa mendapatkan pembicaraan yang lebih berkualitas. Namun, kenyataannya tidak demikian.


Sang gadis tidak beruntung kali ini.


Namun, dia akan terus berusaha dengan keras. Bukan berarti dia tak akan bisa memberikan semua cintanya, tapi harus ada trik sebelum cinta itu terlihat jelas.


Pagi harinya ...


Di meja makan, sangat sibuk sebab ayah dan ibu ada di rumah. Sedangkan Jekey akan masuk sekolah untuk pertama kalinya. Dia baru pindah dan memutuskan untuk menetap di rumah kakeknya bersama Willy dan Rania.


"Mommy! aku ingin sarapan. Lama sekali kau biarkan aku nasi goreng!" teriak Jekey yang kini sedang memeluk tubuh Rania.


Sedangkan mommy satunya sedang sibuk memasak.


"Kau ini tidak tahu terima kasih! mana bisa seperti ini? kau akan memberikan cinta pada mommy Rania, sedangkan aku? hiks jahat sekali. Kau bisa lihat dia seperti apa ibu?" ucap Friska merasa diabaikan karena selama ini tidak mendapatkan kasih sayang yang diberikan oleh Jekey kepada Rania.

__ADS_1


Sungguh perasaannya sangat sakit.


Nyonya Vandro, meminta Friska untuk duduk, karena dia tahu Friska merasa sedih akibat cinta Jekey yang terbagi.


Dua menit berlalu, semuanya telah lengkap. Mereka semua menunggu nasi goreng spesial ala-ala dari mertua dan nenek tercinta.


"Ini adalah masakan nenek, bukan makanan mommy."


Tatapan mata nyonya Vandro langsung memicing ke arah si bocah tukang protes, Jekey.


"Iya, aku paham."


Jawaban Jekey membuat orang-orang disana merasa lucu dan gemoy.


Meski ingin marah, nyatanya Jekey selalu membuat kehidupan keluarga itu bahagia.


Di waktu yang sangat bagus ini, Riana melihat suaminya belum juga keluar dari kamar.


"Dimana Daddy?"


"Ada di kamar, dia sedang ada urusan katanya."


"Oh oke, aku berharap Daddy bisa ikut makan dengan kita."

__ADS_1


Riana hanya terdiam, sambil terus tersenyum palsu.


*****


__ADS_2