
Kembali kepada Jekey yang sedang menunggu daddy menjemput. Daddy Willy nyatanya agak telat. Sudah dua puluh menit di depan gerbang, tetapi belum juga datang.
Sampai seorang satpam menunggunya sampai sang bocah lelah.
“Pak satpam akan mengantarmu,” pinta pak satpam bernama Hairy itu.
Tatapan mata si bapak sangat mengena di hati Jekey, dia malas sebenernya membuat orang lain merasa terbebani dengannya.
Namun, sang daddy belum juga datang, ini sangat menyebalkan.
Suara klakson mobil, membuat Jekey terkejut. Dia langsung beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri sumber suara klakson.
Saat seorang wanita turun dari mobil, Jekey langsung paham jika itu bukan mommy atau Friska.
“Siapa dia?“ batin Jekey dengan penasaran.
Wanita yang mendekat ke arahnya sangat cantik dan elegan, Jekey merasa aneh karena tidak mengenal wanita itu sama sekali. Akan tetapi si wanita terus saja mendekatinya.
Semakin dekat dengan Jekey, wanita itu langsung berjongkok dan memberikan tangan kanannya kepada Jekey.
“Pulang denganku, nak. Aku teman daddymu,” pinta si wanita dengan tangan yang masih memberikan reaksi bahwa dia harus membawa Jekey pergi bersamanya.
__ADS_1
Jekey yang tidak bisa diperlakukan seenaknya, langsung meminta wanita itu pergi.
“Maaf bibi, aku tidak mengenalmu.“
Jekey menentukan sikap, dia tidak mau pulang dengan wanita tadi.
Pak satpam juga memiliki insting yang kuat dengan apa yang dia yakini, karena pada akhirnya seorang penjaga keamanan sekolah harus memberikan perlindungan tanpa henti pada murid-muridnya.
Pak satpam maju paling depan untuk melindungi Jekey dari si wanita yang sangat ingin membawa Jekey pergi itu.
“Nona, tolong jangan memaksanya.“
Pak satpam menarik egan Jekey dan membawanya berlindung dibalik tubuhnya.
Setelah beberapa langkah melangkah untuk memberikan penawaran lain, mobil lain datang. Mobil langsung turun di samping mobil sang wanita aneh.
Ternyata pemilik mobil itu adalah daddy Willy.
“Sayang, maaf ya? daddy telat.“
Daddy Willy langsung lari ke arah daddynya, dia mengabaikan sang wanita. Menoleh saja malas sepertinya.
__ADS_1
“Willy? paman?“ panggil sang wanita yang langsung memberikan ke intinya, jika dia mengenal Willy.
Willy baru saja masuk ke dalam mobil, dia mendengar panggilan itu, hanya saja malas untuk menghampiri si pemilik suara.
“Siapa daddy?“ tanya Willy.
Sang putra terlihat sangat kepo. Namun, Willy tidak mengatakan apapun, dia malas berurusan dengan para wanita lagi. Jekey yang selalu membela sang mommy pasti akan memberikan perlindungan kepada mommy Riana.
Willy tidak peduli, dia langsung tancap gas menuju rumah.
Wanita itu melihat dengan jelas apa yang terjadi di depannya, rasanya seperti di remehkan.
“Paman Willy, kau tidak akan mendapatkan banyak kesempatan setelah ini, aku adalah orang yang akan terus berusaha keras membuatmu menjadi milikku.“
Katanya dengan lantang di dalam batinnya, satpam yang ada di sana, begitu sigap mendekati si wanita.
"Kau siapa?"
"Tidak penting juga aku menjawabnya."
Sang wanita lalu pergi dari sekolah Jekey, perasaannya sangat kecewa, dia tidak akan datang lagi ke sana untuk beberapa waktu. Misi untuk mendapatkan banyak hal dari Jekey, musnah sudah.
__ADS_1
Rasanya begitu aneh, tapi dia harus segera melakukan hal yang lain.
*****