Ayahku CEO Keren

Ayahku CEO Keren
Bab 34


__ADS_3

Sesampainya di rumah …


Willy memarkirkan mobilnya di garasi, lalu dia turun dari mobil itu, setelahnya berputar mendekati pintu sebelah kanan untuk membukakan pintu lain.


“Silakah turun, nyonya Willy.“


“Terima kasih, suaminya Rania.“


“Kau manis sekali.“


Keduanya tersenyum bersama sambil mengusap perut Rania yang mulai membesar. Rasanya tidak bisa di uraikan dengan kata-kata, sebagai orang tua untuk si anak di dalam rahim.


Begitu bahagianya menjadi seorang ayah setelah apa yang terjadi.


"Kau akan menjadi anak yang paling berbahagia karena satu hal, mereka adalah orang yang akan selalu bersama dalam cinta kasih ayah dan ibunya."


Sang ibu sangat berharap anak di dalam kandungan menjadi nasib baik. Hampir semua penderitaan berawal dari seorang anak.


Rania merasa sangat takut ketika tahu jika dirinya hamil. Jekey yang sangat ia cinta merupakan anak dari musuh Willy, jika suatu saat Axel kembali dari tempat persembunyiannya, akan menjadikan hidupnya penuh kedukaan.


Dia pasti tidak bisa hidup lagi oleh karena Jekey yang hilang dari pandangan matanya. Sungguh hal bodoh jika terulang.


.

__ADS_1


.


.


Ruang tamu ...


Baru juga masuk rumah, Riana dikejutkan dengan kehadiran seorang Jekey dan Friska.


"Mommy!"


Jekey berteriak lalu berlari ke arah mommy Riana dengan sangat bersemangat. Hari ini adalah jadwal dengan Riana.


"Wah, anak mommy sudah pulang saja. Apakah kau senang bisa berlibur dengan mommy Friska?"


Jekey menegur Willy yang terlalu fokus dengan pekerjaannya. Kali ini Willy akan mengalah dan memberikan waktunya untuk Jekey.


Friska memberikan kode kepada Riana untuk berbicara empat mata, kini Jekey bersama Willy lalu Riana dan Friska menuju taman belakang rumah.


Taman belakang rumah ...


"Ada apa Fris?" tanya Riana dengan wajah cemas. Biasanya Friska selalu memberikan kabar yang mengejutkan. Ini begitu membuat Riana takut.


"Bukan sesuatu yang penting, tetapi aku berharap kau mau mendengarkan aku."

__ADS_1


"Ada apa Friska?"


"Axel menghubungiku, dia mau tobat dan tidak akan menganggu kita lagi. Namun, dia hanya berpesan untuk menjaga Jekey. Axel pergi keluar negeri. Aku tidak sepenuhnya mempercayai mantan suamiku."


Friska merasa sangat galau dengan si Axel yang tiba-tiba saja berubah. Rasanya ingin meminta kepastian sikap, tapi nyatanya Axel tidak bisa dihubungi. Ini menjadi masalah baru bagi mereka berdua."


"Apakah dia sudah menyesal dengan semua kesalahannya atau hanya berbohong? aku tidak menyangka jika Axel menyerah semudah itu mengingat perjuangan dengan cara liciknya."


Friska dan Riana memiliki pemikiran yang sama. Jika bukan karena satu hal, tidak ada yang bisa membuatnya merasa baik-baik saja.


Jekey adalah anak yang sangat baik dan luar biasa, dengan adanya Axel, pasti membuat tumbuh kembangnya terganggu.


Namun, Axel juga orang aneh, dia sangat senang dengan anak kecil dan selalu mengirimkan banyak mainan. Di sana terselip kata-kata yang sangat indah dari seorang daddy untuk anak tercinta.


Friska merasa pusing jika mengingat semua kebaikan Axel.


"Aku tidak tahu, yang pasti Dama harus menyelidiki semua ini.Hm, aku dan Dama juga sudah jadian ... Hehe. Maaf ya aku baru bilang kepadamu."


"Apa? Kau dan Dama?"


"Iya, dia sangat senang saat aku menerima cintanya dan melupakan Willy. Aku juga senang bisa lepas dari masa lalu dan memberikan kesempatan pria lain berjuang."


*****

__ADS_1


__ADS_2