Ayahku CEO Keren

Ayahku CEO Keren
Bab 31 (Ingin bertemu dengan daddy)


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju markas, ada saja yang ia pikirkan, dasar anak cerdas, dia ingin ini dan itu sebagai balasan untuknya mendapatkan banyak hadiah karena dia tidak diperbolehkan pergi dari markas dan menemui seorang Axel.


Sudah lima toko di masuki oleh Dama, sampai mobil penuh mainan dan makanan snack kesukaan dari Jekey.


"Kau sudah puas tuan muda? apakah ada yang belum kau beli? Sebentar lagi kita sampai di markas dan tidak boleh keluar lagi dari sana. Daddy WIlly berpesan agar kau tidak kemana-kemana. Tuan muda harus mendengarkan apa yang paman katakan, oke Jekey tampan?" ungkap seorang Willy yang selalu sabar atas semua kenakalan dari Jekey yang masih dalam tahap baik-baik saja, ini semua tidak mempengaruhi apapun. Jekey hanya menyukai setiap kemarahan sang paman. Dama terlalu imut untuk marah, sampai dimana Jekey sering mengerjainya.


"Paman, apakah kau pikir aku anak cerdas? Aku hanya Jekey, anak usia lima tahun. Kau lupa?" sahut Jekey dengan sangat bersemangat. Dia tidak akan banyak bicara hanya karena satu alasan, yaitu tetap bersama dengan Dama meski dilarang oleh Axel dan sebaliknya.


Jekey berada di dalam dua kubu yang sangat sulit untuk ia pilih, tujuan utamanya ingin bertemu dengan Willy sudah Tuhan kabulkan, kini giliran Jekey mau dua daddy bisa akur.


"Paman, apakah daddy Willy dan daddy Axel bisa akur seperti paman dan dua mommyku? Aku ingin melihat mereka bertemu dan berjabat tangan."

__ADS_1


Permintaan Jekey sangat sulit untuk direalisasikan sebab sebagai orang yang selama ini berada dalam permasalahan dan perang, dua kubu selalu berperang, semuanya sangat tidak baik-baik saja. JIka ada satu hal yang merasa kalah, pasti satu lainnya akan terus menyerang, mendapatkan banyak kesempatan saling menguasai sampai akhir.


CInta yang sangat banyak, tidak bisa di berikan jika ada pertentangan di dalamnya, Dama terlalu pesimis untuk semua ini. Dia berusaha keras untuk menolak dengan cara halus.


"Tuan muda mau makan apa lagi? sepertinya chinese food sangat enak. Kau mau mencobanya?" pinta Dama berusaha keras untuk membujuk.


Hanya saja, ada beberapa point yang dilupakan oleh Dama karena anak kecil bisa saja menangis, lalu mengadu kepada orang lain.


Tangisan dan teriakan mulai terdengar jelas, Dama harus ekstra sabar dalam menghadapi seorang anak yang tidak tahu baik dan benar. Rasanya sangat aneh, tapi dia harus memberikan informasi yang jelas agar Jekey tidak salah paham dengannya.


"Tuan muda, kau boleh bertemu dengannya, tapi harus izin dengan mommy dan nenek. Jika mereka memperbolehkan, pasti paman akan mengantar jika tidak, paman akan tetap menjagamu di markas."

__ADS_1


Jekey semakin keras menangisnya, Dama makin pusing, tapi dia tidak kehilangan akal.


"Kita ke taman hiburan ya? kau suka kan?"


Meski otak Jekey sangat cerdas, tapi dia adalah seorang anak kecil juga, jadi Jekey pasti memiliki sebuah kekurangan.


Jekey suka taman hiburan, seketika tangisnya terhenti. Lalu segera saja mobil itu putar balik untuk menuju tempat yang dimaksud.


"Huft, untung saja tuan muda mau menderngarkan aku, kalau tidak kan berabe," ucapnya dalam hati.


Dama merasa lega, dia tersenyum karena mampu menakhlukan seorang Jekey yang keras kepala.

__ADS_1


*****


__ADS_2