Balas Dendam? Tentu Saja!

Balas Dendam? Tentu Saja!
Episode 21: Makan


__ADS_3

Disisi lain. Clara pun sampai di ruang kepala sekolah, dan ia langsung masuk ke dalam. "Salam pak." Menundukkan badannya, dan kembali berdiri tegap.


"Ada apa ya pak memanggil saya?" tanya Clara sambil tersenyum.


"Kau akan saya hukum, atas tindakan yang viral di sosial media itu. Kau akan diliburkan dan tingkatmu sebagai siswa yang terkenal, akan dipindahkan kepada Felisa." Jawab pak kepala sekolah secara jelas.


Sontak Clara kaget, "itu semua salah paham pak. Bukan saya yang melakukan itu semua. Ada yang memfitnah saya pak." Sedikit tegas Clara kepada kepala sekolah.


"Kamu jangan membentak saya. Tidak akan komentar, karena kau membawa buruk nama sekolah ini. Masih mending saya membuatmu libur beberapa minggu. Daripada saya keluarkan kau dari sekolah ini. Bagaimana." Tegas pak kepala sekolah juga.


"Baik pak, baik. Maafkan saya pak, karena saya sudah lancang kepada anda. Saya minta maaf." Takut Clara, langsung menundukkan badannya beberapa kali, dan kembali berdiri tegap.


"Kalau begitu, kau bisa kembali ke kelas mu," perintah kepala sekolah, dan Clara langsung keluar dari ruangan tersebut.


Sesampai kelasnya, semua murid kembali menatap wajah Clara dengan penuh dendam. Dan Alina menyadari, kalau semua murid menatap ke ayah Clara.


Alina pun memanggil Clara, "Clara," panggil sambil tersenyum misterius.


Clara pun langsung duduk disampingnya, dan tersenyum. "Ada apa denganmu. Kelihatannya lagi ada masalah?" tanya Alina, sambil memegang bulpennya.


"Tidak apa apa kok. Hanya masalah kecil saja, dan aku meminta izin kepada pak kepala sekolah, kalau aku dan keluarga akan pergi ke suatu tempat. Ayahku akan melakukan rapat di Turki. Jadi aku harus ikut dengan mereka berdua." Jawab Clara berbohong.


"Aku bisa lihat dari matamu, kalau kau sedang berbohong. Dasar pembohong." Ucap batin Alina.


"Kalau begitu, kau tidak bisa datang ke acara pergelaran sekolah deh." Ucap Alina.


"Benar itu. Maafkan aku ya, dan aku sudah izin kepada kepala sekolah. Dan akan diganti oleh orang lain. Terima kasih banyak, karena kau masih mau berteman denganku. Terima Alina." Bahagia Clara.


Sore pun tiba. Dimana Alina sudah keluar dari sekolah, dan menunggu taxi. Tiba tiba saja ada yang menghampirinya, dan ia adalah Kevin.


"Halo Felisa," sapa Kevin, dan berdiri disampingnya.


Sontak Alina menatapnya, "halo juga. Kau mau menunggu taxi juga?" tanya Alina, sambil melipat kedua tangannya.

__ADS_1


"Tidak. Bagaimana kalau kita pulang bareng. Kau akan ku bonceng dengan motorku. Mau kah." Menawarkannya.


"Aku harus membuat Kevin jatuh cinta kepadaku. Dan setelah itu, aku tinggalkan deh. Karena dulu, dia menghinaku habis habisan. Aku tidak akan tinggal diam." Ucap batin Alina.


"Baiklah. Dan dimana motormu?" tanya Alina kembali.


"Okey, ini mau aku ambil dulu motornya. Kau tunggulah di sini dulu. Aku akan datang secepatnya." Jawabnya langsung mengambil motornya yang ada di parkiran.


Saat Kevin sedang mengambil motornya. Tiba tiba ada yang datang menghampiri Alina lagi, dan ia adalah Niko.


"Halo Felisa," sapanya sambil tersenyum.


Sontak Alina menatapnya, "iya. Apa kau mau menunggu taxi juga?" tanya Alina dengan pertanyaan yang sama.


"Tidak. Aku mau mengajak mu pulang bersama, dengan mobilku. Apa kau mau." Jawab Niko, sambil menawarkannya.


"Aku sudah bersama Kevin. Dia duluan yang menawarkan pulang bareng. Jadi aku mau deh." Jawab Alina.


Kevin pun datang, sambil mengendarai motornya. Ia pun berhenti di depan Alina. "Mari Felisa." Ujar Kevin.


Kevin tersenyum miring kepada Niko, "pegang erat erat." Ucap Kevin kepada Alina.


Alina pun merangkul pinggang Kevin, dan mereka langsung pergi meninggalkan Niko. Setelah mereka berdua pergi. Niko pun kesal, dan mengerutkan keningnya.


"Kali ini kau menang Kevin. Tapi aku tidak akan membiarkanmu menang lagi." Ucap Niko langsung masuk ke dalam mobilnya.


Disisi lain. Di perjalanan Kevin dan Alina, "apa kau mau ke restoran dulu. Bagaimana kalau kita minum dan makan dulu." Ajak Kevin kembali.


"Kebetulan aku lagi haus, dan lapar. Yuklah." Jawab Alina yang menerimanya.


Merekapun menuju restoran terdekat. Dan sesampainya, mereka langsung berhenti, dan Alina turun dari motor Kevin.


Alina kesusahan membuka helm yang ia kenakan. Dan Kevin membantu membukakan helm yang dikenakan oleh Alina.

__ADS_1


Sontak Alina dan Kevin saling bertatapan. Tapi Alina tidak ada ekspresi salting sama sekali. Sedangkan pipi Kevin sedikit memerah.


Disisi lain. Ada Niko yang mengawasi mereka berdua dari kejauhan. "Kenapa mereka jadi begitu dekat. Sial," marahnya, sambil mengerutkan keningnya kembali.


Kevin dan Alina pun masuk ke dalam restoran bersama. Dan di dalam restoran, mereka berdua duduk di kursi dekat kaca.


"Pelayan," panggil Kevin, dan pelayan pun datang.


"Ada yang mau dipesan kak?" tanya pelayan tersebut, dan memberikan menu yang ada di restoran tersebut.


Alina dan Kevin pun mengambilnya, lalu melihat menu yang ia lihat. "Saya mau ramen daging iga sapi. Dan minumannya kopi cappucino dingin." Pesan Alina.


"Kalau saya samakan saja dengannya. Itu saja mbak." Pesan Kevin, dengan menu yang sama dengan Alina.


"Baik kak," menundukkan kepalanya, dan kembali ke dapur.


"Sejak kapan kau memiliki selera yang sama denganku?" tanya Alina sambil menyilangkan kakinya.


"Baru ini, dan sekarang ini. Aku ingin memiliki selera yang sama denganmu." Jawab Kevin sambil tersenyum.


"Dasar mulut buaya. Jijik gila gue." Ucap batin Alina jijik, dan hanya mengangguk saja.


"Omong omong, bagaimana hubunganmu dengan Clara. Katanya kan kau sudah putus dari Clara kan?" tanya Alina memulai topik.


"Kami memang sudah putus. Gara Gara yang viral itu, reputasiku jadi terkena juga. Maka sebab itu aku langsung putuskan saja. Yakali aku mempertahankan wanita seperti dia itu. Murahan." Jawab Kevin menghinanya.


"Tapi kasihan juga dia tahu. Dia jadi bahan bully an di sekolah." Memainkan perannya.


"Kenapa kau terlalu baik dengannya. Kami saja muak dengannya, dan ingin cepat cepat dia pergi deh dari sekolah ini. Aku muak melihatnya. Hanya kau lah teman yang masih mau berteman dengannya. Apa kau tidak malu mempunyai teman seperti dia?" tanya Kevin, sambil merasa jijik menceritakan Clara.


"Mau bagaimana lagi. Dia kan juga manusia, dan tidak sepantasnya kalian seperti itu kepadanya. Bisa saja dia memang difitnah. karena ada orang yang tidak menyukainya. Mungkin saja begitu." Menaikkan kedua bahunya.


"Terserah deh. Aku tidak ingin membicarakannya. Lebih baik kita nikmati masa masa kita berdua ini." Ucap Kevin kembali tersenyum.

__ADS_1


Pesanan mereka berdua pun datang, "ini pesanannya kak." Meletakannya diatas meja, dan kembali ke dapur.


Alina pun langsung meminum kopinya, "oh ya, setelah lulus nanti. Kau akan lanjut ke mana?" tanya Alina, kembali melipat kedua tangannya.


__ADS_2