Balas Dendam? Tentu Saja!

Balas Dendam? Tentu Saja!
Episode 46: Meriset Data Pribadi


__ADS_3

"Mungkin saja dia benar-benar di culik. Tapi kita tidak boleh menuduh sembarangan. Bisa saja ada hal lain, kan katanya Clara habis pergi dari luar negeri." Jawab Agnes.


"Sudahlah. Ngapain pikirkan dia, dia kan jahat. Ngapain urusin dia. Gak penting banget." Ujar Celine sambil memiringkan bibirnya.


"Hahahah, benar itu Celine. Malas banget bicarain dia. Sudah bermalam dengan pria, malah masih berani ke sekolah. Jijik gila gue. Hahahah." Tertawa Gista juga.


Tiba-tiba saja bunyi pemberitahuan sekolah, "untuk semua murid di harapkan berkumpul di lapangan. Ada hal yang mau di sampaikan. Secepatnya datang, untuk semua kelas." Pemberitahuan dari sekolah.


"Eh, tumben banget ada pemberitahuan seperti ini. Kita di suruh ke lapangan. Yuk barengan." Ucap Agnes.


"Kalian duluan dulu deh. Aku mau ke toilet dulu. Nanti aku menyusul kalian, aman itu." Ujar Alina sambil tersenyum.


"Oke deh Felisa. Yuk gays." Jawab Celine, dan gengnya langsung keluar dari kelas, bersama anak-anak lainnya, termasuk Niko yang tersenyum kepadanya.


Setelah semua murid di kelas sudah keluar dari kelasnya. Alina pun tersenyum, dan menutup pintu kelas.


"Hm, aku akan mengambil semua ponsel mereka di tas mereka. Aku akan meretas ponsel mereka, agar aku bisa mengetahui apa hal pribadi yang mereka lakukan. Hahahah, benar-benar ide yang hebat Alina." Ucap batin Alina kembali tersenyum, dan mengambil ponsel dari tas gengnya terutama, dan ponsel anak-anak lainnya.


Alina sudah belajar untuk meretas ponsel, dengan bantuan bos Gray.


10 Hari yang lalu, "oh ya bos Gray. Apa bos Gray bisa membantuku untuk meretas ponsel. Ada rencana yang akan aku buat untuk balas dendam." Ucap Alina yang duduk di samping bos Gray.


"Boleh saja. Saya pandai mengatur semua hal. Kalau begitu, mari aku ajarin." Jawab bos Gray, dan langsung mengajarkan Alina untuk meretas ponsel.


Kembali ke sekarang, "aku akan mengambil semua data mereka, dan memasang saluran cctv dari ponselnya ke ponsel ku. Dengan begitu, aku akan mengetahui apa yang sedang di lihat oleh mereka. Menyenangkan." Kembali tersenyum Alina, dan mulai meretas ponsel anak-anak dengan cepat.

__ADS_1


Setelah beberapa jam. Alina pun berhasil meretas semua data murid yang ada di kelasnya. Dan Alina mengembalikan ponsel semua murid yang ia ambil dari tas. Setelah itu, Alina pun kembali duduk, dan pura-pura tidur.


Semua murid langsung masuk, karena pemberitahuan sudah selesai. Gengnya pun menghampiri Alina, karena melihat Alina yang tertidur, di atas meja, dengan kepalanya di letakkan di atas meja tersebut.


"Kenapa dia tidak datang tadi. Apa dia lupa?" tanya Gista berbisik kepada Celine dan Agnes.


"Entahlah. Atau mungkin saja Felisa sakit. Mari kita bangunkan pelan-pelan." Jawab Celine langsung menggoyangkan badan Alina.


"Felisa, Felisa. Bangunlah, hei Felisa. Kau kenapa." Tanya Celine sambil menggoyangkan badan Alina kembali.


Alina pun berpura-pura seperti habis tertidur. Dan Alina membuka matanya pelan-pelan, lalu mengusapnya, layaknya orang yang tertidur.


"Ada apa sih. Kenapa kalian menggangguku?" tanya Alina langsung menatap wajah gengnya.


"Maaf banget ya. Tiba-tiba saja kepalaku pusing banget. Entah kenapa, tiba-tiba muncul sakit kepala ini. Aku jadi tidur saja, biar pusingnya hilang." Jawab Alina tanpa ekspresi.


"Kasihan banget kesayanganku. Apa kamu masih sakit kepala lagi?" tanya Agnes kembali, sambil memegang bahu Alina.


"Gapapa deh. Aku mulai membaik, dan apa yang di katakan di lapangan tadi. Apa ada hal penting?" jawab Alina sekaligus bertanya.


"Hanya memberitahukan soal Clara yang hilang. Katanya kami di suruh mencari bersama-sama, atas hilangnya Clara. Dan kami juga di beri brosur untuk mencari Clara yang hilang. Menyusahkan saja si Clara itu. Ngapain coba dia pakai hilang begitu. Menyebalkan" Jawab Celine, dan langsung menunjukkan brosur tersebut kepada Alina.


Alina pun mengambilnya, lalu melihatnya. "Hm, pasti ayah dan ibunya yang membuatnya ini. Mereka benar-benar sudah khawatir banget kepada Clara. Kasihan banget sih." Ucap batin Clara sambil tersenyum tipis.


"Kenapa kau senyum-senyum begitu. Apa kau masih pusing. Makanya kau jadi sedikit stress." Tanya Gista sambil menaikkan alisnya.

__ADS_1


"Eh, gapapa. Hanya bahagia saja, karena kita akan mencari Clara bersama-sama, dan mungkin saja aku akan mencari Clara bersama Kevin. Jadi kami bisa berduaan. Hahahah, kasihan kalian yang jomblo." Jawab Alina sambil mengejek gengnya.


"Ih, si paling pacaran. Lihat saja, nanti kami juga bakal laku kok." Kesel Gista, sambil melipat kedua tangannya.


"Hahahah, iya deh. Kalau begitu, nanti kita cari Clara bersama-sama ya. Bagaimana menurut kalian." Tanya Alina sambil tersenyum.


"Terserah mu saja. Kan kau ketua geng ini. Kami akan mengikuti kemauan mu saja. Kalau kau mau, kami juga akan mau." Jawab Celine sambil menaikkan alisnya sebelah.


"Tentunya kita akan mencari Clara bersama-sama. Sore nanti kita bertemu di taman belakang sekolah. Kalian mengerti kan." Ucap Alina.


"Oghey bestie".


Sore pun tiba. Di mana Alina berada di rumah bos Gray, dan sedang melihat ponselnya. "Apa yang sedang kau lakukan. Dari tadi main ponsel mulu?" tanya bos Gray sambil memanah.


"Aku sedang melihat data murid yang ada di kelasku. Tadi pagi aku meretas ponsel mereka. Ini semua berkat bantuan bos Gray, makanya aku bisa meretas ponsel. Dengan begini, aku akan semakin mudah untuk menghancurkan mereka semua." Jawab Alina sambil tersenyum miring.


"Wah, kau benar-benar wanita yang hebat. Bisa di segala bidang, termasuk meretas ponsel seseorang. Kalau begitu, siapa dulu yang kau lihat data pribadinya?" tanya bos Gray kembali.


"Data pribadi orang yang sangat menghinaku dulu. Akan akan membalas mereka satu persatu. Aku tidak akan tenang, kalau mereka masih bersenang-senang di luaran sana." Jawab Alina dengan raut wajah kebencian.


"Kalau begitu, fokuslah melihat data mereka. Saya akan terus mendukungmu." Ucap bos Gray kembali fokus memanah, dan langsung menunggangi kuda.


Alina melihat foto-foto data pribadi orang pertama, dan ia adalah Gista. "Wah, ternyata Gista sering foto dengan pakaian seksi seperti ini. Aku akan melihat Instagramnya. Mana tahu ada beberapa pria yang menyewanya. Hahaha." Ujar Alina tertawa, dan melihat instagram Gista.


Dan saat Alina membuka pesan yang ada di Instagram tersebut. Alina menemukan ada banyak pria yang menyatakan cintanya kepada Gista. Dan Gista memasukkan sebuah story' ia mengenakan pakaian seksi. "Dia benar-benar seksi. Aku baru tahu kalau dia suka mengenakan pakaian seperti ini. Biasanya kan dia di sekolah dia tidak mau di ajak foto begituan."

__ADS_1


__ADS_2