
Disisi lain. Niko sedikit kecewa kepada Alina, "kenapa dia langsung mematikan teleponnya. Apa dia tidak senang, kalau aku menghubunginya." Ucap Niko, kembali kesal, dan mengepalkan kedua tangannya, karena kesal.
Kembali ke Alina, "hahahah, maaf banget ya Niko. Aku tidak mau menerima keromantisanmu itu. Aku tahu, kalau kau ingin berduaan denganku. Tapi aku tidak ingin bersamamu. Karena aku membencimu." Dalam hati Alina, sambil tersenyum miring.
Tiba tiba saja ponselnya kembali berdering, dan Alina langsung mengambilnya, "Max. Tumben menghubungiku malam malam begini." Mengangkatnya.
"Halo Max. Ada apa menghubungiku malam malam begini?" tanya Alina.
"Kau ada di mana?" tanya balik Max.
"Aku lagi ada di rumah. Ada apa memangnya?" jawab Alina sekaligus bertanya.
"Tidak ada sih. Aku hanya mau mengajakmu makan malam saja. Mau gak, nanti aku traktir deh. Sekalian, ada hal yang mau aku katakan padamu." Jawab Max dengan jelas.
"Yaudah deh. Nanti aku otw ke sana. Lokasinya kirim aja. Bay," langsung mematikan ponselnya.
"Fyuh. Gini kalau jadi orang cantik deh, jadi rebutan. Hahahah." Tertawa tipis, dan bersiap siap untuk pergi.
Setelah Alina bersiap siap. Alina pun langsung pergi dengan mobil bos Gray, dan menuju restoran yang ditujukan oleh Max.
Sesampainya. Alina langsung turun dari mobil, dan masuk ke dalam restoran. Di dalam restoran, Alina mencari Max, dan Max melambaikan tangannya di ujung.
Alina yang melihatnya, langsung menghampiri Max, dan duduk dihadapannya. "Kau sudah dari tadi di sini?" tanya Alina, sambil menaikkan alisnya.
"Barusan kok. Kalau begitu, pesanlah makanan dan minuman yang kau inginkan." Jawab Max, sambil memberikan buku menu kepada Alina.
Alina mengambilnya, dan langsung melihatnya, "pelayan. Saya mau pesan daging iga bakar nya satu porsi, dan kopi americano nya 1." Pesan Alina kepada pelayan tersebut.
"Baik kak. Dan kakaknya mau pesan apa?" tanya pelayan tersebut kepada Max.
"Saya ramen nya 1, dan kopi cappucino nya 1," pesan Max.
"Baik kak, ditunggu pesanannya," kembali menundukkan kepalanya, dan menuju dapur.
"Ada apa kau mengajakku makan malam begini. Pasti ada hal yang mau kau katakan, dan hal apa yang ingin kau katakan Max?" tanya Alina.
"Sabarlah. Kita nikmati dulu makanan dan minuman kita. Oh ya, bagaimana dengan bos Gray. Apa dia sudah menyuruh kita untuk merencanakan misi tersebut?" jawab Max sekaligus bertanya.
__ADS_1
"Ya begitulah. Katanya dua hari lagi kita akan melakukan misi tersebut, dan kita harus berjaga jaga." Ucap Alina.
Tiba tiba saja Alina melihat Niko yang sedang sendirian, sambil meminum bir. "Eh, itukan Niko. Kenapa dia sendirian. Ouh ya, kan sebenarnya dia mau mengajakku. Tapi aku menolaknya. Jadi dia pergi sendiri mungkin. Kasihan banget." Ucap batin Alina.
"Hei Alina, kau kenapa?" tanya Max menyadarkannya.
"Eh, gapapa. Itu, ada Niko sendirian di sana. Mana minum banyak lagi." Jawab Alina, sambil menunjuknya.
"Ouh ya Max. Kalau kita lagi di luar, jangan panggil aku dengan nama asliku. Panggil dengan nama Felisa. Kau paham kan." Bisik di telinga Max.
"Iya. Maaf, keceplosan tadi," ucap Max sambil tersenyum kembali.
Pesanan merekapun datang, "ini pesanannya kak," langsung meletakannya di atas meja.
"Terima kasih banyak kak," tersenyum Alina.
"Terima kasih kak," ucap Max juga.
"Sama sama kak. Saya permisi," kembali menundukkan kepalanya, dan kembali ke dapur.
Alina dan Max langsung makan bersamaan, dan disisi lain. "Katakan, hal apa yang mau kau katakan?" tanya Alina, sambil mengunyah makanannya.
"Boleh saja kok. Asalkan ada bayarannya. Hahahah, bercanda." Jawab Alina sambil tertawa tipis dan tiba tiba saja ia tersedak.
"Uhuk, huk," tersedak Alina.
"Eh, kau tidak apa apa. Minumlah ini," langsung menyuapi kopi milik Alina.
Alina pun meminumnya, dan menatap wajah Max, "terima kasih banyak bro," kembali tersenyum, dan meletakkan kopi tersebut di atas meja kembali.
"Sama sama. Habisnya, lagi makan malah tertawa. Tersedak kan jadinya." Ucap Max ikut tertawa tipis.
Dua hari pun berlalu. Dimana sudah tiba pentas seni, dan Alina sedang dirias oleh orang khusus.
"Kau sangat cantik Felisa. Aku sampai kagum melihatmu. Kau seperti Cinderella beneran. Cantiknya." Puji Celine, dan gengnya.
"Terima kasih banyak. Aku kan memang cantik. Hahahah." Tertawa tipis Alina.
__ADS_1
Tiba tiba ada yang datang ke ruang rias, dan ia adalah Niko yang sudah rapi dan mengenakan pakaian pangeran.
Sontak semua teman Alina menatap wajah Niko yang tampan, "wah, kau tampan banget Niko. Kalian jadi serasi banget tahu." Puji Gista kepada Niko dan Alina.
Alina membalikkan badannya, dan melihat wajah Niko. "Biasa saja," ucap batin Alina.
Niko menatap wajah Alina yang sudah selesai mengenakan riasan yang begitu cantik. "Kamu cantik banget Felisa. Sangat cantik."Puji Niko, dan matanya berbinar binar.
Alina berdiri, dan berdiri dihadapan Niko, "kau juga tampan. Persis seperti pangeran." Puji Alina balik, sambil tersenyum.
"Kalian cocok banget. Sudah seperti pasangan suami istri. Kami jadi iri," puji Agnes dan yang lainnya iri dengan keromantisan Alina dan Niko.
"Malas banget kalau dikatakan seperti ini. Lebih baik kalau aku sama Max aja. Ogah gue sama Niko jahat begini." Ucap batin Alina menahan kejijikannya.
Acara pentas seni pun berlangsung, dan acara sudah di mulai. "Mari kita sambut, dongeng Cinderella dan pangeran," panggil mc, dan keluarlah Cinderella bersama pangeran, yaitu Niko dan Alina.
Alina pun memulai aktingnya dengan bagus. Semua murid terus tersenyum melihat akting Alina yang benar benar bagus.
"Mereka romantis banget ya. Cocok kalau pacaran." Puji semua murid wanita.
"Benar itu. Cocok banget mereka berdua," puji yang lainnya.
"Cinderella, dimana kamu. Aku mencarimu kemana mana. Tapi tak kunjung ada. Aku akan menemukanmu, sampai ke ujung dunia." Akting Niko, dengan ekspresi yang mendalam.
Selesai acara pentas seni. Alina pun langsung berisitirahat di ruang ganti. "Lelah banget ya tuhan. Tolong ambilkan air." Meminta Alina.
"Ini tuan putri," langsung memberikannya kepada Alina.
"Terima kasih banyak sayang," mengambilnya, dan langsung meminumnya.
"Omong omong, dimana Niko?" tanya Alina sambil meminum air putih dingin.
"Dia sedang mengganti pakaiannya, dan beristirahat sebentar." Jawab Celine.
"Cieee, kenapa mencari Niko. Apa mulai jatuh cinta kepada Niko." Mengejek Alina.
"Apaan sih kalian ini. Jangan mengada-ngada deh. Ih, menyebalkan. Hanya saja ada hal yang harus aku beritahukan kepadanya." Jawab Alina sambil melipat kedua tangannya.
__ADS_1
"Oh ya. Kenapa si Clara tidak pernah sekolah lagi ya?" tanya Gista, yang duduk disamping Alina.