Balas Dendam? Tentu Saja!

Balas Dendam? Tentu Saja!
Episode 53: Tikus


__ADS_3

Alina pun mengambil sebuah topeng hitam yang ia simpan di tasnya. Lalu Alina langsung mengenakannya. Setelah itu, ia bergegas menuju ke belakang sekolah.


"Kali ini aku akan membalasmu sayang." Ucap Alina tersenyum miring kembali, dan sudah mengenakan topeng nya.


Sesampainya di belakang sekolah, Alina langsung turun dari mobil, dan orang yang ia suruh sudah datang. Merekapun berkumpul. "Semuanya sudah di sini kan?" tanya Alina merapikan topengnya.


"Sudah bu bos," serentak mereka semua, dan mereka langsung masuk ke dalam sekolah dari pintu belakang sekolah.


Merekapun bergegas menuju gudang sekolah, dan sampailah mereka di gudang tersebut. Alina membawa sebuah makanan, yang ia beli sebelum ia pergi ke sekolah tadi. Anak buahnya langsung membuka pintu gudang tersebut dengan kunci khusus.


Setelah itu, merekapun langsung masuk ke dalam gudang tersebut, lalu menutupnya kembali. "Wah, dia masih tidur ternyata. Mungkin saja dia lapar, makanya dia tidur. Kasihan banget." Ucap Alina mengelus pipi Clara, dan tiba-tiba saja Clara sadar. Ia langsung membuka matanya pelan-pelan, dan menatap wajah Alina yang ditutupi topeng, beserta anak buahnya.


Alina pun mundur, lalu memberikan makanan yang ia pegang kepada anak buahnya. Anak buahnya mengambilnya, lalu memegangnya. "Bagaimana, enak gak tidur di sini?" tanya Alina.


Clara mencoba melepaskan dirinya, tapi ia tidak bisa, karena ikatan yang begitu kuat. "Buka lakban yang ada dibibirnya itu." Perintah Alina dan anak buahnya yang lain langsung membuka lakban tersebut.


Setelah membuka lakban tersebut, Clara langsung bernapas lega, dan kembali menatap wajah Alina yang ditutupi topeng. "Siapa kau, kenapa kau menculikku. Apa kau mempunyai dendam kepadaku. Katakan?" tanya Clara dengan nada menggertaknya.


"Wah, sudah beraninya. Apa kau mau kalau videomu viral disosial media. Mau," langsung mengeluarkan ponselnya, dan menunjukkan video di mana Clara melepaskan pakaiannya.


Sontak Clara kaget, dan sekujur badannya gemetaran. "Jangan, kumohon jangan. Aku akan mengabulkan semua permintaanmu. Katakan, apa yang kau inginkan. Kau ingin harta, aku akan memberikan semua harta ayahku kepadamu. Kau mau apa?" tanya Clara sambil melotot kepada Alina.


Alina pun melipat kedua tangannya, "wah, sepertinya kamu benar-benar kaya. Tapi apa jadinya, jika ternyata itu bukan kekayaannya, tapi kekayaan orang lain. Wah, itu suatu kebohongan yang besar kepada publik. Kau tahu siapa itu?" tanya Alina.


"Eh, apa yang kau maksud itu. Siapa orang yang kau katakan itu?" tanya balik Clara.

__ADS_1


"Sepertinya saya sedang membicarakanmu. Masa kamu tidak peka sih." Ujar Alina memegang dagu Alina.


Clara langsung memalingkan wajahnya, dan Alina menghela napas panjang, dan langsung memegang erat dagu Clara, untuk menatap wajahnya.


Sontak Alina langsung menatap wajah Clara dengan tajam, dan Clara kembali ketakutan. "Kenapa kau memalingkan wajahmu. Tatap saya, lihat saya!" tegas Alina, dan tiba-tiba saja Clara meludahi topeng Alina, tepat dimatanya.


"Hahahah, rasain itu. Makan itu ludah," tertawa puas Clara.


Alina langsung menjauh dari Clara, dan mengusap ludah yang ada dimatanya. "Pukuli dia. Dan bila pakaiannya itu." Perintah Alina kepada anak buahnya.


"Baik bu bos," menurut mereka, dan langsung berdiri di hadapan Clara.


"Mau apa kalian, jangan macam-macam kalian kepadaku. Hei kau, siapa kau sebenarnya. Katakan, aku akan memasukkanmu ke penjara. Katakan siapa kau. Tolong." Teriak Clara dengan keras.


Anak buahnya mengeluarkan tali pinggang, dan mulai memukuli Clara. Clara meneteskan air matanya, karena merasa kesakitan. "Ya Tuhan, tolonglah aku." Ucap batin Clara terus meneteskan air matanya.


"Sudah, stop. Sampai di situ saja, dan berikan makan kepadanya. Aku sudah cukup puas, dan kali ini aku maafkan kau. Lain kali, aku tidak akan membiarkanmu mati." Mengancam Alina, dan menyender di dinding, lalu melipat kedua tangannya.


Lakban kembali di buka, dan Clara kembali berteriak. "Tolong, jangan ganggu aku, jangan pukuli aku. Jangan." Tangis pecah Clara, dan benar-benar memohon kepada Alina.


"Makanlah, dan jangan sampai kau tidak menghabiskan makanannya. Atau kau akan habis!" tegas Alina, dan anak buahnya langsung menyuapi Clara.


"Baik, aku akan menghabiskannya, tapi jangan pukuli aku lagi. Ku mohon." Memohon Clara kembali.


"Baiklah, aku tidak akan memukulimu lagi. Tapi, habiskanlah makanan itu. Karena aku sudah membelinya dengan mahal." Jawab Alina, dan Clara langsung menganggukkan kepalanya, lalu Clara mulai memakan makanan yang disuapi oleh anak buah Alina.

__ADS_1


Setelah menghabiskan makanan tersebut, anak buahnya langsung memberikan minum kepada Clara. "Bagaimana, sudah kenyang?" tanya Alina langsung menghampirinya.


"Sudah. Tapi, apakah aku boleh keluar dari gudang ini sekarang?" jawab Clara sekaligus bertanya.


"Belum boleh sayang. Ini masih pertama, dan kamu akan mendapatkan yang lebihnya nanti. Kalau begitu, ambil yang saya perintahkan kemarin." Perintah Alina, dan anak buahnya langsung mengambil sebuah kotak dari mobil anak buahnya.


Setelah itu. Anak buah Alina kembali ke gudang, sambil membawa sebuah kardus besar. "Kau akan suka ini sayang. Ini hadiah untukmu." Ujar Alina meletakkan kotak tersebut ke bawah, dan isi kotak tersebut adalah sekumpulan tikus besar.


"Kalau begitu, mari kita pergi, dan kita tinggalkan di sini. Keluarkan semua hewan itu dari kardusnya." Perintah Alina, dan ia langsung keluar dari gudang tersebut.


Anak buahnya pun menutup mulut Clara dengan lakban kembali, dan langsung berdiri di depan pintu gudang, lalu mengeluarkan hewan yang ada dikardus tersebut, dan setelah itu, pintu langsung di tutup.


Disisi lain. Clara berteriak ketakutan, dan tidak bisa melakukan apapun. Tikus tersebut terus mengelilinginya, berlari ke sana ke mari, dan berada di dekat kaki Clara. Clara kembali gemetaran ketakutan, dan menangis, karena ia sangat takut dengan tikus.


Di luar gudang. Alina menyender di dinding, dan anak buahnya berdiri di hadapan Alina. "Apa semuanya sudah selesai?" tanya Alina langsung membuka topengnya, dan menaikkan alisnya.


"Semuanya berjalan dengan baik bu bos," jawab anak buahnya sambil tersenyum tipis.


"Kalau begitu, ini uang untuk kalian semua. Lain kali aku akan memanggil kalian, dan buanglah kardus itu sejauh mungkin. Jangan sampai kita meninggalkan jejak sedikitpun. Kalau begitu, kalian segera pulang, karena saya juga mau pulang." Langsung membagi rata uang tersebut kepada anak buahnya.


"Terima kasih banyak bu bos. Kalau begitu, kami pergi dulu." Melambaikan tangannya, dan langsung pergi meninggalkan Alina.


Alina berdiri di hadapan pintu gudang tersebut, sambil melipat kedua tangannya. "Nikmatilah tidurmu bersama tikus-tikus lucu sayang." Tersenyum miring, dan bergegas pergi dari tempat tersebut.


Keesokan paginya. Di mana Alina sudah bangun, dan hendak bersiap-siap ke sekolah. Namun, tiba-tiba saja

__ADS_1


__ADS_2