
Malam pun tiba. Dimana Clara masih di gudang sekolah tersebut, dan ia pun baru sadar. Clara pun membuka matanya, dan melihat di sekitarnya. "Di mana ini. Dan kenapa aku diikat begini." Ucap batin Clara berusaha lepas, tapi tidak bisa.
"Apa ini tempat yang sudah tidak dipakai. Terlihat dari semuanya barang yang sudah usang. Bagaimana aku meminta tolong kepada orang. Mulutku juga ditutup seperti ini." Ucap batin Clara.
Tiba tiba ada yang masuk ke gudang tersebut. Sontak Clara menatap ke arah orang yang menghampirinya. Orang tersebut adalah sekelompok anak cowok yang dibayar oleh Alina, untuk membuatnya malu.
para anak cowok tersebut tersenyum kepada Clara, dan memperhatikan tubuh Clara. "Bagus juya body nya." Ucap salah satu pria.
Clara berusaha melepaskan dirinya. Tapi tidak bisa, karena ikatan yang begitu kuat. Salah satu pria melepaskan lakban yang lengket di mulut Clara, dan setelah di buka, Clara langsung bernafas lega.
"Kenapa kalian menculikku. Apa yang kalian inginkan?" tanya Clara dengan marah.
Pria tersebut menghampirinya, dan memegang kedua pipi Clara, dengan satu tangannya. "Halo manis. Kamu sepertinya cocok kami mainkan di atas ranjang. Benar teman." Ucap pria tersebut, dengan raut wajah mengerikan.
"Apa yang kalian inginkan. Kalian jangan macam macam ya, atau aku akan melaporkannya kepada sahabatku. Dia sangat kuat. Atau mau kalian aku laporkan kepada keluargaku. Kalian mau apa hah?" tanya Clara dengan tegas, sampai matanya melotot.
"Kamu berusaha mengancam kami. Kami tidak takut, karena kami mengenakan topeng. Tidak akan ada yang mengenali kami. Hahahah." Tertawa para pria tersebut.
"Tolong, tolong, tolong," meminta tolong Clara, dan berteriak dengan kencang.
"Ssst, diamlah wanita cantik. Tapi, gapapa sih kalau kamu berteriak. Lagian, kita berada di gudang terbengkalai yang ada di sekolah. Tidak akan ada yang mendengar jeritanmu itu sayang." Tersenyum miring kembali pria tersebut.
"Siapa yang membayar kalian untuk melakukan hal ini. Siapa!" teriak Clara, dengan pertanyaan yang sama.
__ADS_1
"Kami di suruh oleh bos kami. Dia orang yang sangat kaya, dan dia meminta kami, untuk menculik mu. Hahahah, menyenangkan bukan." Jawab salah satu pria, sambil mengelus pipi Clara.
Clara benar benar ketakutan, hingga dirinya gemetaran. "Kalian jangan berani melakukan apapun kepadaku. Siapa bos kalian, dan kenapa dia menculikku. Apa dia punya masalah denganku?" tanya Clara kembali, dengan ekspresi wajah ketakutan.
"Itu privasi. Untuk apa kami memberitahukannya kepadamu. Kami juga tidak di bayar oleh mu. Kalau begitu, cepat lakukan sesuai yang dikatakan bos." Memerintah pria yang dipercayakan oleh bos mereka.
Dua pria mulai mendekati Clara. Clara pun tambah ketakutan, karena pria tersebut mendekatinya. "Mau apa kalian. Jangan macam macam kalian sama aku. Atau kalian akan habis sama aku. Jangan." Teriak Clara kembali, dan dengan sigap yang lainnya langsung menutup mulut Clara dengan lakban kembali.
Dua pria tersebut, langsung menarik pakaian Clara, dan akhirnya pakaian Clara sobek. Dua pria tersebut merobek seluruh pakaian Clara, termasuk celana Clara. Hanya tersisa pakaian dalam saja.
Clara benar benar takut, dan ia meneteskan air matanya. "Kenapa hidupku jadi seperti ini. Kenapa banyak yang membenciku. Apa salahku?" bertanya tanya Clara di dalam batinnya.
Salah satu pria yang dipercaya oleh seseorang yang telah membayar mereka, langsung mengambil beberapa foto Clara. "Tersenyumlah, dan katakan, kalau kau akan menjadi wanita malam. Dan katakan, kalau aku menerima pria yang hendak memakaiku. Katakan itu, cepat." Tegas pria tersebut, sambil memegang ponselnya, dan meminta dua pria melepaskan ikatan talinya, untuk menirukan, layaknya wanita malam.
"Baik," dua pria yang membuka pakaian Clara tadi. Langsung menghampiri Clara kembali, dan melepaskan lakban yang menempel di bibirnya. Dan salah satu pria yang berada di dekat Clara, langsung menyondongkan pistol ke kepala Clara.
Clara yang melihatnya semakin ketakutan, karena ia takut dengan senjata. "Katakan, atau kau akan mati hari ini. Katakan," tegas pria tersebut, sampai muncul urat di sekitar kepalanya.
"Baik, aku akan mengatakannya, tapi jauhkan senjata itu." Jawab Clara ikut tegas.
"Jauhkan senjata itu dari kepalanya. Tapi tetap naikkan senjata ke kepalanya." Perintah pria tersebut.
Disisi lain, "hahahah, kasihan banget sih kamu Clara sayang. Sudah jelas, aku yang menyuruh anak laki laki tersebut, untuk mempermalukanmu. Aku jadi tidak tega melihat wajah kamu yang menangis itu. Hahahah." Tertawa.
__ADS_1
Kembali ke gudang, "kita mulai ya, satu, dua, tiga. Cepat katakan." Tegas pria yang memegang ponsel, dan merekam Clara.
"Halo semuanya. Aku Clara, aku adalah wanita seksi, dan aku mau kalian, untuk membayar diriku. Aku akan memuaskan kalian di atas ranjang, dengan tubuh seksiku ini. Kalau ada yang mau, langsung saja hubungi ke nomor aku di bawah ini." Ucap Clara, dengan kata kata yang di perintah oleh pria tersebut.
"Tolong, tolong, tolong aku. Itu semua hanya kebohongan, tolong aku." Ujar Clara hendak berlari.
Namun Clara langsung di tarik oleh dua pria yang menjaganya, dan kembali mengikat tangan dan kaki Clara. Dan setelah itu, mulut Clara kembali di tutup oleh lakban.
"Enak saja kamu meminta tolong. Aku akan memotong bagian video yang kamu berteriak, dan dengan begitu, aku akan langsung mengirimnya ke bos. Dengan begitu, bos akan senang, dan membayar kami dengan mahal. Kalau begitu, pakaikan pakaian dia itu. Dan jangan coba coba melakukan apapun. Karena ini perintah bos." Ucap pria yang mengambil rekaman tersebut.
"Baik bos," ucap yang lainnya, dan langsung mengenakan pakaian dan celana kepada Clara. Setelah itu, pria tersebut menghubungi bos nya.
Tersambung, "bagaimana. Apa semuanya berjalan dengan baik?" tanya bos mereka.
"Semua sudah aman terkendali bos. Videonya juga sudah saya kirim bos. Pokoknya semua aman bos. Akan terkendali." Jawab anak yang dipercayakan oleh orang yang membayar mereka.
"Baguslah. Uangnya akan langsung aku kirim, dan kalau begitu, buat dia pingsan, dan biarkan dia di gudang terbengkalai itu. Kalian langsung pulang, dan tunggu kabar dari saya lagi." Perintahnya.
"Baik bos. Kalau begitu, kami akan mengatur sisanya. Dan terima kasih atas uangnya bos." Langsung mematikan ponselnya.
Di rumah, "hahahah, semuanya sudah aman, dan aku akan menyebarkan video tersebut. Dengan begitu, dia akan tambah malu, dan perusahaan ayahnya akan bangkrut deh. Hahahah."
Di gudang, pria yang dipercaya oleh bosnya, menyuruh salah satu pria di belakang Clara, untuk memukul bagian punggung Clara. Clara terus berusaha melepaskan dirinya. Tapi tetap saja dia tidak bisa, karena ikatannya semakin kuat.
__ADS_1
Clara pun langsung dipukul dari belakang, oleh pria tersebut. Akhirnya