Balas Dendam? Tentu Saja!

Balas Dendam? Tentu Saja!
Episode 41: Gudang Gelap


__ADS_3

Sesampainya di kantin. Merekapun duduk di kursi mereka seperti biasanya. Dan mereka langsung memesan makanan ringan.


"Coba ceritakan. Bagaimana kau menerimanya. Dan apa yang kalian lakukan setelah itu?" tanya Agnes yang penasaran.


"Kami tidak ada melakukan apapun. Jangan seperti itu, karena kita masih anak sekolahan. Paling hanya cinta monyet saja. Hahahah." Jawab Alina sambil tertawa.


"Benar juga sih yang kau katakan. Dan bagaimana dengan Niko. Kasihan dia karena kau tolak. Dia kan juga suka padamu?" tanya Celine.


"Ya itu sudah resikonya. Masa aku mau menerima dua pria sebagai pacarku. Kalian aneh deh. Sudahlah." Ucap Alina jadi sedikit kesal, dengan ucapan teman temannya.


"Iya deh Felisa. Maafkan kami sayang," meminta maaf temannya bersamaan.


Tiba tiba ada yang datang menghampiri mereka, dan langsung duduk disamping Alina. Ia adalah Kevin.


"Halo semuanya, dan halo sayangku," sapa Niko, dan mengelus rambut Alina.


Geng base angel menatap wajah Kevin, dan begitu juga dengan Alina. "Kamu, kenapa ada di sini. Apa mau makan juga?" tanya Alina sambil menaikkan alisnya.


"Tentu sayang. Dan pesanan kalian, biar aku yang bayar. Kalian tenang saja." Jawab Kevin terus tersenyum.


"Kamu soswet banget memang ya Kevin, dengan pacarmu. Pantas saja Felisa memilihmu. Ternyata kau adalah pria yang sangat baik, dan perhatian terhadap kekasih. Soswet kan. Kami jadi iri." Iri gengnya.


"Benar itu. Kapan kita memiliki pacar seperti Kevin. Dan kau Kevin, jangan sampai kau menyakiti sahabat terbaik kami ini. Atau kau akan mendapatkan balasannya." Ujar Gista juga, sambil menatap tajam wajah Kevin.


"Tenanglah. Aku tidak akan membuat Felisa menangis. Aku akan terus membuatnya bahagia." Jawab Kevin kembali tersenyum.

__ADS_1


Pesanan merekapun datang, dan Kevin juga langsung memesan makanan untuknya, dan langsung membayar pesanan yang di sudah dipesan oleh Alina dan gengnya.


Merekapun langsung makan bersama. Dan Kevin menyuapi Alina makan. Semua murid yang ada, sangat iri melihat keromantisan Kevin dan Alina, termasuk gengnya sendiri.


"Kalian benar benar romantis deh. Semoga aja aku punya pasangan seperti Kevin deh, dan selanggeng kalian nanti." Iri Agnes, sambil mengunyah makanannya.


"Hahahah, kalian pasti akan mendapatkan pacar yang lebih baik dari diriku. Aku akan mendoakan kalian, agar cepat diberi pacar." Mendoakan Kevin, dan kembali menyuapi Alina.


"Benar itu. Kalian kan cantik, dan pasti banyak pria yang mengejar kalian. Termasuk aku yang menyukai style kalian." Ujar Alina kembali tersenyum, dan mengunyah makanan, yang disuapi oleh Kevin.


Disisi lain, "mereka sangat dekat, dan sangat romantis. Apa aku tidak bisa masuk ke dalam hatinya.


Selesai makan bersama. Merekapun menuju kelasnya, dan Kevin menggandeng tangan Alina, menuju kelas. Dan gengnya sudah berjalan di belakang mereka.


Saat mau menuju kelas. Tiba tiba saja mereka berpapasan dengan Clara yang baru datang. Clara pun berhadapan dengan Alina yang menggandeng tangan Kevin.


Gengnya menjaga di belakang, dan menatap wajah Clara dengan penuh kebencian. "Kenapa kalian berpegangan tangan?" tanya Clara, sambil mengatakannya dengan putus putus.


"Aku dan Felisa sudah berpacaran. Dan jangan pernah mendekatiku lagi. Aku tidak mencintaimu lagi, karena yang aku cintai hanyalah Felisa." Jawab Kevin dengan jelas.


Sontak Clara kaget, dengan raut wajah tidak percaya. "Ini tidak mungkin. Felisa, ini semua tipuan kan. Kamu bilang, kalau Kevin hanya mencintaiku. Dan kenapa kau mengambil pria yang aku cintai?" tanya Clara dengan tegas, dan melotot kepadanya.


"Maafkan aku Clara. Mau bagaimana lagi, mantanmu sangat menyukaiku, dan dia terus mengejarku. Akhirnya aku menerimanya saja. Sebelumnya dia memang mengatakan, kalau hanya kau yang ia cintai. Tapi karena aku selalu ada untuknya, dan membantu masalah yang ia punya. Kevin pun mulai menyukaiku. Maafkan aku Clara." Memainkan perannya, dengan berpura pura merasa bersalah.


Clara menundukkan kepalanya sebentar, dan langsung menatap wajah Alina. "Hahahah, selamat ya Felisa. Akhirnya kau menemukan pacar yang tepat. Kevin memang orang yang baik. Semoga hubungan kalian lancar ya. Aku sangat bahagia, karena kalian berpacaran." Jawab Clara tersenyum menahan tangisan.

__ADS_1


"Apa kau tidak marah?" tanya Alina kembali, sambil mengelus kedua tangan Clara.


"Mana mungkin aku marah dengan sahabatku sendiri. Apalagi kau sudah membantu banyak. Mana mungkin aku marah, hanya karena hal ini saja. Lagian, aku sudah melupakanmu kok Kevin. Dan kau Kevin, jangan sampai membuat Felisa menangis. Kalau sampai hal itu terjadi. Aku tidak akan tinggal diam." Jawab Clara mengelus pipi Alina.


"Terima kasih banyak Clara. Aku menyayangimu," langsung memeluk Clara, dan tersenyum kembali.


"Aku mengerti hal itu. Aku akan membuat Felisa terus tersenyum." Ikut tersenyum Kevin.


"Halah, paling hanya akting saja. Pura pura bahagia, padahal sedih. Hahahah." Tertawa geng base angel kepada Clara.


"Kalian jangan seperti itu. Kalau begitu, mau masuk bareng?" tanya Alina kepada Clara.


"Tidak perlu. Kalian masuklah duluan. Aku mau ke kamar mandi dulu. Soalnya kebelet buang air kecil. Dah." Jawab Clara, dan langsung menuju kamar mandi.


Setelah Clara pergi. Alina melipat kedua tangannya, "kamu mau menangis kan. Pasti kamu sakit hati. Ini masih pembalasan kecil saja. Yang besar, akan aku lakukan besok hari, dan di malam hari." Ucap batin Alina tersenyum miring.


Disisi lain. Di kamar mandi, Clara berdiri di hadapan cermin, dan langsung meneteskan air matanya. "Dasar, dasar Clara bodoh. Seharusnya kau katakan kepada Felisa, kalau kau masih mencintai Kevin. Kenapa kau malah membiarkan mereka bahagia. Sial." Marah Clara, dan langsung memukul cermin yang ada di hadapannya, lalu Clara meneteskan air matanya dengan deras.


Setelah beberapa menit Clara menangis. Clara pun langsung keluar dari kamar mandi, dan saat mau menuju kelasnya. Tiba tiba saja ada yang menutup mulutnya dari belakang, dan Clara tidak bisa berteriak, karena ia sudah diberikan obat bius dari kain tersebut.


Clara pun di bawah ke gudang sekolah, yang sudah tidak di pakai. Clara langsung diikat di kursi, dan menutup mulutnya dengan lakban.


"Hahahah, dapat juga akhirnya wanita ini."


Malam pun tiba. Dimana Clara masih di gudang sekolah tersebut, dan ia pun baru sadar. Clara pun membuka matanya, dan melihat di sekitarnya. "Di mana ini. Dan kenapa aku diikat begini." Ucap batin Clara berusaha lepas, tapi tidak bisa.

__ADS_1


"Apa ini tempat yang sudah tidak dipakai. Terlihat dari semuanya barang yang sudah usang. Bagaimana aku meminta tolong kepada orang. Mulutku juga ditutup seperti ini." Ucap batin Clara.


Tiba tiba ada yang masuk ke gudang tersebut. Sontak Clara menatap ke arah orang yang menghampirinya. Orang tersebut


__ADS_2