
Alina melihat sekitarnya, dan Alina mengeluarkan sesuatu dari kantung pakaiannya. "Dengan begini, mereka akan merasakan sakit perut yang hebat. Hahahah, rasakan." Langsung menuangkan bubuk sakit perut, ke dalam sup ayam gengnya.
Setelah itu, ada yang datang, saat Alina sudah selesai memasukkan bubuk tersebut. Ia adalah Celine. "Felisa, ini minuman yang kau minta." Langsung meletakannya di atas meja.
Alina langsung menyembunyikan bubuk tersebut, dan sudah ia masukkan ke dalam saku pakaiannya. "Eh, terima kasih banyak Celine." Ucap Alina sambil tersenyum.
"Omong-omong, di mana yang lainnya. Kenapa mereka sudah menghilang?" tanya Celine sambil memakan makan siangnya.
"Mereka ada urusan mendadak. Biasalah orang sibuk. Hahaha." Jawab Alina sambil tertawa tipis.
"Kalau begitu, mari kita lanjutkan makan kita lagi," ucap Alina langsung menyantap makanannya, yang tidak ada campuran apapun.
Saat mereka sedang memakan. Tiba-tiba saja ada yang datang, dan ia adalah teman-temannya yang di kerjain oleh Alina. "Halo guys. Kami sudah kembali." Ujar yang tidak lain lagi ialah Gista dan Agnes.
Sontak Alina dan Celine langsung menatap ke arah mereka berdua. "Eh, kalian sudah kembali. Kenapa cepat sekali?" tanya Alina sambil meminum kopinya.
__ADS_1
"Sepertinya kami diusilin oleh adek kelas deh. Saat kami ke sana, tidak ada siapapun. Membuatku lelah saja. ****** memang yang mengusuliku itu." Jawab Agnes dengan kesal.
"Eh, aku juga sama. Saat aku ke taman belakang sekolah. Ternyata tidak ada siapa-siapa. Malah ada tawon yang hampir menggigitku. Kurang hajar yang mengusiliku itu." Ucap Gista juga, dengan jawaban yang sama.
"Astaga. Kenapa akhir-akhir ini kita jadi sering dijahili ya. Dan orangnya kita tidak tahu siapa. Makanya aku penasaran. Kalau aku tahu orangnya, aku pukuli, dan aku habisi saja langsung dia. Jadi ikut kesel nih gue." Ikut kesal Celine, sambil mengerutkan keningnya.
"Benar juga itu. Sepertinya harus di beri pelajaran tuh anak. Sudahlah, kalau begitu, mari kita lanjutkan makan kalian." Ucap Alina kembali mengunyah makanannya.
"Baiklah sayang," ujar Gista langsung melahap makanannya yang belum habis.
Setelah menghabiskan makanan mereka masing-masing. Tiba-tiba saja Celine, Agnes dan Gista merasakan sesuatu yang begitu sakit. "Aduh, kok perutku sakit banget ya. Mules banget. Astaga." Ucap Celine sambil mengerutkan keningnya kembali, dan bergegas masuk ke toilet.
"Aku juga," teriak Gista, dan bergegas ke toilet juga.
Disisi lain. Alina tertawa tipis, dan tersenyum miring. "Rasain tuh. Kalian akan terus di toilet, karena aku memasukkan bubuk sakit perut selama 3 hari. Kalian akan merasakan sakit perut selama 3 hari. Hahah, itu benar-benar menyenangkan." Ucap batin Alina sambil meminum kopinya kembali, dan terus tersenyum bahagia, karena rencananya berhasil.
__ADS_1
Sore pun tiba. Di mana jam pulang sudah tiba, tapi gengnya masih terus bolak-balik ke toilet, karena sakit perut. "Di mana Celine, Agnes, dan Gista?" tanya bu guru.
"Mereka di toilet buk. Katanya mereka sakit perut, sehabis makan siang di kantin." Jawab teman sekelasnya.
"Haduh. Apa yang mereka makan memangnya?" tanya bu guru kembali.
"Hanya makan makanan yang sudah di sediakan kantin buk. Kami tidak memakan makanannya lainnya." Jawab Alina sambil menunjukan tangannya ke atas.
"Kalau begitu, kalian pulang ke rumah masing-masing, dan jangan pergi ke mana-mana lagi." Ucap guru tersebut langsung keluar dari kelas, dan yang lainnya ikut keluar dari kelas.
Dan setelah semuanya pergi. Hanya menyisakan Alina dan Niko yang baru mengemasi bukunya, karena tadi sedang mencatat pelajaran yang di berikan guru di papan tulis.
Niko pun menghampiri Alina, "apa kau tidak pulang?" tanya Niko sambil menaikkan alisnya, dan menyandang sebelah tasnya.
"Eh, Niko. Aku nanti pulangnya. Karena aku harus menunggu teman-temanku. Kan mereka sakit perut." Jawab Alina sambil tersenyum.
__ADS_1
"Aneh. Kenapa mereka bisa sakit perut, padahal kan yang lainnya tidak sakit perut. Menganehkan." Sedikit curiga Niko dengan Alina.
"Hm,