Balas Dendam? Tentu Saja!

Balas Dendam? Tentu Saja!
Episode 29: Dijodohkan


__ADS_3

"Oh ya, soal Max. Kapan kau jadi dekat dengannya. Apa kau berpacaran dengannya. Dan kenapa tiba tiba dia berubah menjadi tampan?" tanyanya kembali.


"Soal itu. Saat aku ke rumah sakit kemarin. Aku tidak sengaja bertemu dengannya. Dia duluan yang menyapa diriku, dan dari situ kami berteman. Dan katanya dia ingin mengubah penampilannya. Agar dia tidak terus dihina oleh teman temannya." Jawab Alina kembali berbohong.


"Kalau begitu bagaimana kalau besok kita bertemu di restoran." Ajak Niko.


Alina pun melepaskan genggaman tersebut, dan kembali melipat kedua tangannya. "Maafkan aku Niko. Hari ini aku benar benar sibuk. Lain waktu saja." Jawab Alina langsung pergi meninggalkannya sendiri.


Setelah Alina pergi. Niko pun jongkok, dan menutupi wajahnya. "Aku benar benar mencintaimu Felisa. Apa kau benar benar tidak punya perasaan denganku. Aku menyukaimu Felisa." Ucap Niko, sambil menjambak rambutnya.


Disisi lain. Alina pun melihat Max yang menunggunya di depan kelasnya. "Eh, Max. Kenapa kau ada di sini?" tanya Alina langsung berdiri disampingnya, sambil melipat kedua tangannya.


"Aku hanya mau mengatakan, kalau istirahat nanti, kita makan bareng ya. Sampai bertemu di kantin nanti." Mengedipkan sebelah matanya, dan langsung pergi meninggalkan Alina.


"Hahahah. Sejak dia berubah menjadi tampan. Dia jadi lebih percaya diri. Bagus." Memuji Max, dan langsung masuk ke dalam kelas.


Saat masuk ke dalam kelas. Tiba tiba saja gengnya langsung berdiri dihadapan Alina. Sontak Alina kaget, dan berhenti didepan gengnya.


"Astaga, kalian mengagetkanku," benar benar terkejut Alina.


"Cieeee. Habis ngapain tuh dengan Max. Apa kalian berpacaran. Dan kamu lihat lihat tadi. Max benar benar tampan. Dan kalian cocok deh." Menjodohkan Alina dengan Max.


"Hahahah, apaan sih kalian ini. Sudahlah, kalian jangan suka menjodohkan orang deh. Nanti kalian sendiri yang kena imbasnya tahu. Kesel deh." Pura pura ngambek, dan langsung duduk dibangkunya.


Gengnya pun menghampiri Alina, "maafkan kami deh Felisa. Karena kami sudah menjodohkanmu." Meminta maaf Gista.


"Iya nih, maafin kami ya. Bagaimana kalau nanti kita makan bersama. Bagaimana." Ajak Celine.

__ADS_1


"Yaudah deh. Aku mau, hehehehe. Kalau begitu, kita baikan." Kembali tersenyum Alina, sesuai aktingnya.


Istirahat pun tiba, "yuk Felisa. Kita ke kantin," ajak Gista.


"Aku nanti menyusul. Soalnya aku mau makan bareng dengan Max." Jawab Alina sambil tersenyum kembali.


"Sudahlah. Felisa mau berduaan dengan pacarnya, hahahah." Ujar Agnes, dan gengnya langsung meninggalkan Alina.


Setelah gengnya pergi. Max pun datang menghampiri Alina. "Halo Felisa. Yuk, ke kantin bareng." Ajak Max, sambil berdiri disampingnya.


"Yuk. Oh ya Niko, mau pergi ke kantin bareng." Menawarkan kepada Niko.


"Tidak. Kalian pergilah," jawab Niko yang memasang ekspresi tidak senang.


"Yaudah deh. Yuk Max," ujar Alina langsung menggandeng tangan Max, dan mereka keluar dari kelas meninggalkan Niko.


Di kantin. Max dan Alina langsung duduk berhadapan. Dan merekapun memesan makanan dan minuman. "Kau tahu Max. Semua orang mengira, kalau kita ini pacaran. Padahal semua itu hanya kebohongan belaka saja." Curhat Alina, sambil menyilangkan kakinya.


"Benar itu. Kita ini kan teman satu misi. Oh ya, soal misi. Katanya kita akan melakukan misi, menangkap seorang kriminal ya. Apa itu suatu hal yang berat bagimu. Karena kau juga pendatang baru?" tanya Max, sambil tersenyum tipis.


"Tentu tidak berat. Aku bisa mengurus semuanya dengan tanganku sendiri. Karena sekarang aku kan kuat, bukan lemah lagi. Dan jangan panggil nama asliku di sekolah ini, maupun saat ada anak dari sekolah ini. Kau paham kan. Panggil aku Felisa saja." Bisik Alina, agar tidak ada yang tahu.


"Aku tahu kok. Hanya tidak sengaja saja. Oh ya, bagaimana dengan pentas seni yang besok akan diadakan. Apa kau sudah siap dengan semuanya. Apa yang akan kau tampilan di pentas seni nanti?" tanya Max kembali, sambil menaikkan alisnya.


"Aku menjadi seorang putri yang butuh pertolongan pangeran. Hahaha, apa itu cocok denganku." Jawab Alina sekaligus bertanya, sambil tertawa tipis.


"Tidak cocok. Karena wajahmu ini menyeramkan. Kau lebih cocok menjadi nenek lampir. Hahahah." Mengejek Alina.

__ADS_1


"Ih, menyebalkan deh," kesel Alina.


Disisi lain. Geng Base Angel terus menatap ke arah Alina dan Max. "Mereka sangat cocok ya. Mereka berdua terus tertawa. Kalau dilihat lihat, Max benar benar tampan ya. Padahal dulu dia sangat jelek, karena sering mengenakan kacamata. Setelah melepaskan kacamata, dia benar benar tampan." Puji Agnes dari kejauhan, bersama geng lainnya.


"Hahahah, dia memang tampan. Tapi kalau dilihat lihat juga. Sepertinya mereka benar benar berpacaran deh. Soalnya mereka dekat banget. Kalian bisa lihat sekarang ini. Mereka sedang bercanda gurau." Ucap Gista, sambil memperhatikan Alina dan Max yang tertawa bersama.


"Benar itu. Tapi itu urusan Felisa. Kita hanya mengikuti apa kemauannya. Karena dia adalah ketua dari geng kita tentunya." Ujar Celine sambil tersenyum tipis.


Kembali ke Alina dan Max. Pesanan merekapun datang, dan langsung diletakkan di atas meja mereka. "Ini pesanan kalian.


"Terima kasih banyak bi," tersenyum bersama.


Bibi kantin pun kembali ke dapur, dan Alina langsung meminum minumannya. "Kau tahu Max. Aku bahagia, karena aku diratukan di sekolah ini. Biasanya aku tidak pernah merasakan hal seperti ini." Bisik Alina kembali, sambil mengunyah makanan yang baru ia lahap.


"Hahahah, aku sama seperti yang kau rasakan. Ternyata menjadi tampan dan cantik itu diperlukan ya. Karena di dunia ini, semua butuh penampilan. Hahahah." Tertawa kembali Max, sambil meminum kembali jusnya.


"Kau benar juga. Oh ya, besok doakan semoga sukses acara pentas seni. Agar semua berjalan dengan baik, sesuai rencana yang aku buat. Kau tidak perlu tahu, karena yang terpenting. Misi kita berhasil, dan kita mendapatkan uang. Hahahah." Ucap Alina ikut tertawa.


Tiba tiba ada yang datang ke meja mereka, dan ia adalah Kevin. Sontak Alina dan Max langsung menatap ke arahnya. "Kevin. Kenapa kau ada di sini?" tanya Alina sambil menaikkan alisnya.


"Tentu untuk menemuimu. Mau apa lagi, kalau bukan untukmu. Omong omong, sejak kapan kalian dekat." Jawab Kevin sekaligus bertanya.


"Hari ini. Hari ini kami kenal. Dan, ada hal apa kau ada di sini?" tanya balik Alina.


"Aku ingin mengajakmu makan malam. Apa kamu ada waktu nanti malam?" jawab Kevin, sambil tersenyum kepada Alina, dan terus menatap wajahnya.


"Aduh, maaf banget ya Kevin. Hari ini aku benar benar sibuk, dan tidak punya banyak waktu." Jawab Alina ikut tersenyum.

__ADS_1


Tiba tiba ada yang datang menghampiri mereka lagi, dan ia adalah


__ADS_2